Luncurkan Rasa Durian Dan Kesemek

Luncurkan Rasa Durian Dan Kesemek 2

PT Marimbak Yuk Mbak Indonesia telah meluncurkan dua varian rasa yang baru bagi masyarakat. Produk yang dikenal dengan Marimbak ini menghadirkan dua varian, yakni Marimbak rasa durian dan rasa kesemek. Merek dagang Marimbak telah dikenal luas oleh masyarakat. Selain terkenal dengan rasanya yang enak, produk ini terkenal dengan harganya yang terjangkau dan sangat murah meriah. Sebelumnya, perusahaan ini sudah mengeluarkan varian rasa yang lumayan banyak, diantaranya anggur, jambu, jeruk, apel, dan mangga. Kesuksesan ini membuat pengusaha sekaligus pemilik bisnis ini mendaftarkan dirinya ke asosiasi pengusaha makanan dan minuman seluruh Indonesia. Dengan kemasan yang sederhana dan menarik, air minum rasa dan beraroma ini dikemas dalam kemasan 200 mililiter. Diharapkan dengan munculnya varian rasa yang baru ini omzet dan produktivitas perusahaan ini akan semakin meningkat di tahun 2017. Selain itu minuman rasa dengan varian rasa yang baru ini dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia sehingga semua orang di negara ini hidup dengan kesegaran.

Luncurkan Rasa Durian Dan Kesemek

Ternyata yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah konsultan bisnis dari Perseroan Terbatas Marimbak merupakan pengusaha senior yang sangat terkenal, yaitu Chandra Ekajaya. Pebisnis ini merekomendasikan berbagai ide dan gagasan yang akhirnya diaplikasikan oleh perusahaan ini dengan meluncurkan rasa-rasa yang menjadi selera masyarakat Indonesia. Jadi keputusan mengeluarkan varian rasa tidaklah tanpa riset dan penelitian serta konsultasi kepada konsultan bisnis. Dengan menggabungkan beberapa fitur ini maka Marimbak berhasil menjadi pelopor sekaligus pemimpin air minum rasa di Indonesia. Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang mengekor konsep air kemasan ini. Tetapi bagi pengusaha sekelas Chandra Ekajaya, hal itu wajar. Baginya, dengan muncul banyak kompetitor maka akan semakin meningkatkan kualitas produk. Ini adalah konsekuensi dan risiko yang harus diterima. Bila tidak bisa meningkatkan kualitas dan pelayanan maka sudah dapat dipastikan bahwa omzet dari air minum rasa ini akan menurun. Tetapi bila ia bertindak sebaliknya, dan membuat masyarakat merasa puas dengan pelayanan dan kualitas produknya, maka bisa dipastikan akan menjadi produk yang ternama.

Niat Untung Malah Tekor

Niat Untung Malah Tekor

Pengusaha rental mobil harus cermat memilih kliennya yang menyewa. Sebab, praktik mobil rental digadaikan cukup mengkhawatirkan. Seperti dialami Suroso, 37, setelah mobil Ertiga miliknya digadaikan Wira Dwi Satria Pambudi, 28, warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi. Merasa mobilnya tak kembali, korban warga Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya itu melaporkannya ke kepolisian. Bahkan, terlapor ini sudah kedua kalinya berurusan dugaan menggadaikan mobil rental. Kasubbag Humas Polres AKP Suwarta mengatakan, semula, korban membawa Ertiga nopol S1256 JN pada 26 Maret lalu untuk menemui Mahfud, temannya. Oleh Mahfud, mobil disewakan kepada terlapor dengan kesepakatan 24 jam Rp 275.000. Penyewaan pertama selama seminggu biaya rental diberikan Rp 1,2 juta. luga membayar rental selama 10 hari Rp 1,3 juta. Semua uang diberikan melalui Mahfud. Setelah 20 April, korban meminta uang rental kepada Mahfud. Tetapi, terlapor belum memberikannya. Setelah ditunggu beberapa hari, terlapor juga tak mengirimkan biaya rental mobil. Korban pun mencari rumah terlapor. Hanya, ketika ditemui, terlapor tidak ada. Sebaliknya ditemui orang tua terlapor dan diberikan selembar kertas putih.

Niat Untung Malah Tekor 2

Chandra Ekajaya selaku teman pengusaha rental tersebut mengatakan bahwa kertas itu bertuliskan, mobil Ertiga putih nopol S 1256 JN telah dibawa salah seorang bernama Hanif, warga Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro. Serta, diberikan nomor handphone agar menghubungi orang tersebut. Korban pun berusaha menghubungi nomor tersebut. Korban menya-kanan Ertiga nopol S1256 JN, Hanif pun membenarkan ada. Tetapi meminta, tebusan Rp 30 juta, karena terlapor telah menggadaikan sekitar seminggu lalu. Merasa dirugikan, akhirnya korban melaporkan ke Polres Lamongan. Pada hari Jumat (21/4) lalu, Mardiyanto, warga Kelurahan Jetis Lamongan juga melaporkan dengan modus yang sama. Korban kali pertama merentalkan mobil, namun ujung-ujungnya digadaikan. Bisa saja korban lebih banyak lagi dan tak hanya ini. Pengusaha Chandra Ekajaya menyayangkan dengan masih adanya kegiatan penipuan semacam ini, padahal banyak orang yang sedang berusaha mengubah nasib. Maka dari itu pemerintah harus segera merevolusi paradigma dan mental manusia Indonesia supaya menjadi masyarakat yang mandiri.

Chandra Ekajaya Buka Gerai Warung Kopi Q Pizza di Malang

Gerai Kopi Chandra Ekajaya

Ramainya usaha kuliner di Kota Malang, membuat para pengusaha kuliner terutama Chandra Ekajaya berlomba untuk mencari terobosan baru demi memikat para konsumen. Hal ini dilakukan oleh Q Pizza Coffee yang ada Matos. Coffee Shop ini mengusung konsep Eropa yang membuat para konsumennya seakan-akan ada di Benua Eropa dan tidak menyadari bahwa mereka berada di dalam mall.

“Q Pizza Coffee ini masih satu grup dengan Java Dancer. Kami sengaja membuat konsep ala Eropa di sini untuk menarik minat para konsumen, mulai dari interior, suasana salah satunya dengan membuat air mancur yang menambah kesan suasana di Eropa,” ujar Manager Outlet Q Pizza Coffee Chandra Ekajaya.

Warung Kopi Chandra Ekajaya

Dengan mengusung dua brand yaitu Q Pizza untuk minuman kopi serta Swect Lucie untuk western food. menambah kesan yang berbeda untuk Q Pizza Coffee. “Kami buka Rabu (19/4) lalu untuk trial opening, sehingga kami belum dapat membuat target untuk ke depannya,” tukas Chandra Ekajaya.

Tak hanya menyajikan coffee shop di dalam mall dengan konsep yang berbeda. Q Pizza juga menghadirkan varian menu ala westem seperti pizza dan juga steak. “Selain membuat konsep yang berbeda, untuk makanan dan minumannya kami sajikan dengan kualitas yang istimewa.

Seperti steak. dagingnya kami langsung datangkan dari Jepang dan Australia. Begitu juga bahan-bahan makanan serta minuman lainnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Yoka ini.

Memberikan konsep yang berbeda, membuat Q Pizza Coffee membidik semua kalangan. Tak hanya untuk berkumpulnya anak muda, namun coffee shop ini juga menyasar keluarga yang ingin mencari tempat untuk berkumpul bersama. Yoka menambahkan, pembangunan yang masih 70 persen ini kc depannya akan lebih dilengkapi dengan nuansa Eropa yang lebih kental sehingga nantinya banyak spot spot selfie yang dapat digunakan oleh para konsumen. Untuk harga. Q Pizza Coffe membanderol harga mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 33 ribu untuk coffcc dan Rp 23 ribu hingga Rp 200 ribu untuk makanan. Kini, semua orang merasa tertolong berkat adanya outlet kopi milik Chandra Ekajaya ini.

Pengusaha Gelontorkan Dana

Pengusaha Gelontorkan Dana 2

Demi mendukung program pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo, maka para pengusaha berjanji akan menggelontorkan dana untuk mengintensifikasi para wirausahawan muda. Dana ini nantinya diperuntukkan untuk kelompok masyarakat dan juga mahasiswa. Jadi mereka harus membentuk kelompok usaha supaya dana ini bisa diakses. Pengusaha sangat berharap supaya pemerintah dapat memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat. Harapannya akan muncul wirausahawan dan pengusaha muda yang baru. Para pebisnis ini menargetkan muncul pengusaha baru yang berjumlah 100 ribu orang. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa maka target ini masih sedikit. Maka dari itu yang bisa melengkapi dan menambah kuantitas nantinya adalah pemerintah. Sinergitas pemerintah dan pelaku ekonomi merupakan kombinasi yang tepat. Seharunya masih ada satu elemen lagi yang harus dirangkul, yakni para pelaku budaya atau budayawan. Sebab nantinya yang mengubah paradigma pemikiran dan merevolusi mental masyarakat Indonesia adalah para budayawan. Tetapi setidaknya ini sudah baik, ke depannya pasti ketiga elemen ini akan bersinergi dan bekerja sama.

Pengusaha Gelontorkan Dana

Tujuan dari penggelontoran dana ini adalah untuk menciptakan masyarakat dan mahasiswa yang mampu menghadapi kompetisi global, terutama di bidang dunia usaha. Banyak sekali praktisi yang bergabung dalam program bersama pemerintah ini. Chandra Ekajaya adalah salah satu pengusaha yang turut andil secara aktif dalam memberikan pembinaan, pelatihan, dan pendidikan untuk masyarakat secara luas. Ia pun membantu menyusun kurikulum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perekonomian dan politik. Sehingga masyarakat ini akan memahami dan mengerti kebijakan serta regulasi yang ditetapkan oleh perintah. Pengusaha yang patuh terhadap aturan pemerintah, serta dapat mendukung program-program pemerintah merupakan output dari kegiatan ini. Banyak masyarakat yang terbukti sukses dengan pembinaan dari pemerintah dan pengusaha ini. Munculnya wirausahawan muda di setiap wilayah serta berkurangnya angka pengangguran, meski belum terlalu signifikan, merupakan tanda bahwa kegiatan ini mulai menunjukkan manfaatnya. Semoga saja hal ini bisa dipercepat dengan revolusi mental dan paradigma pemikiran, sehingga Indonesia bisa jadi negara yang jaya. Chandra Ekajaya sangat berharap.

Chandra Ekajaya Bawa Angkringan Mendunia

Chandra Ekajaya Bawa Angkringan Mendunia 2

Dikenal sebagai seorang pengusaha yang visioner, Chandra Ekajaya telah membuktikan bahwa gagasan apapun bisa dilakukan dan dieksekusi. Nyatanya ia bisa membawa konsep angkringan yang berasal dari wilayah Klaten, Jawa Tengah menjadi komoditas yang layak jual di luar negeri. Angkringan juga dikenal dengan nama cafe tiga ceret. Hal ini diambil dari bentuk gerobak yang biasanya mempunyai tempat untuk tiga ceret. Kenapa para penjual selalu membawa tiga ceret masih belum diketahui alasannya. Mungkin saja untuk cadangan air matang. Sebab dengan dua ceret pun sebenarnya sudah bisa. Jadi ide mengenai konsep angkringan ini merupakan fenomena lama yang sudah terjadi di wilayah Jawa Tengah, khususnya Klaten. Hanya saja, oleh Chandra Ekajaya, konsep ini dijual ke wilayah Eropa, diantaranya ke wilayah London, Paris, Berlin, Frankfurt, Madrid, dan Spanyol. Ia mengajukan proposal bisnisnya kepada banyak pengusaha dari luar negeri. Hasilnya, Cafe Three Ceret menjadi sebuah waralaba yang mendunia.

Chandra Ekajaya Bawa Angkringan Mendunia

Bila Indonesia sudah mengenal KFC, McDonald, dan berbagai waralaba kelas dunia, maka saat ini Eropa sedang diperkenalkan waralaba kelas dunia yang sangat khas Indonesia, yakni angkringan. Dengan membawa brand Cafe Three Ceret, minuman dan makanan khas angkringan disajikan dalam bentuk yang sederhana dan unik seperti pada umumnya. Justru itu merupakan hal yang unik bagi publik Eropa. Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa dalam membangun bisnis, terutama bisnis kuliner, yang terpenting adalah melihat dari kaca mata pengunjung. Jadi hal-hal yang menurut publik Indonesia mungkin dianggap biasa saja dan tidak mempunyai nilai jual, tetapi bagi publik manca negara, hal-hal seperti itu justru dianggap unik dan menarik. Berbagai kreasi dan inovasi di luar kebiasaan sehari-hari sangatlah menarik bagi masyarakat Eropa, terlebih dengan konsep angkringan yang bagi mereka memang benar-benar unik. Chandra Ekajaya memberikan penjelasan bahwa jika konsep angkringan disajikan dengan menyesuaikan budaya Eropa, misalnya dengan menggunakan meja makan, pisau, garpu, mangkok, dan sebagainya, justru tidak menarik. Tetapi dengan konsep lesehan, memakai daun pisang sebagai pengganti piring, maka hal tersebut menjadi nilai jual yang sangat menarik.

Pengusaha Chandra Ekajaya Senang Keroncong

Musik Kesukaan Chandra Ekajaya

Banyak pengusaha yang mempunyai hobi unik terutama Chandra Ekajaya. Mereka sering mencari sensasi atau hal-hal di luar kebiasaan. Sehingga banyak sekali para pengusaha sukses yang senang traveling dengan tujuan mendapatkan kepuasan batin, pengalaman baru, mendapatkan sensasi, dan kesan yang mendalam. Maka wajar saja jika mereka mencari hobi yang terbilang tidak umum atau tidak sering dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja golf.

Dulu para pengusaha dikenal sebagai orang-orang yang mempunyai hobi olahraga golf. Tetapi, seiring waktu olahraga tersebut sudah menjadi hal yang umum, sehingga banyak orang sukses tidak melakoni hal tersebut lagi. Kini arah tren mereka sedang bergeser ke ranah musik, khususnya musik keroncong ujar Chandra Ekajaya. Menurut mereka, musik dengan jenis keroncong ini sangat cocok dengan nuansa hati dan keinginan mereka. Dimana dalam keadaan normal dan sehari-harinya, mereka selalu dituntut dengan target dan goal perusahaan. Maka musik keroncong menjadi penetralisir stres dan rutinitas. Menurut mereka alunan musik keroncong sangat halus dan temponya yang pelan sangat cocok dengan suasana yang merek inginkan.

Kroncong Kesukaan Chandra Ekajaya

Selain itu permainan keroncong ini juga mempunyai manfaat yang lain, yakni sebagai ajang berkumpul sesama pengusaha ujar Chandra Ekajaya, bahkan bisa menjalin kemitraan baru dengan berbagai kalangan. Setidaknya para pengusaha ini mengagendakan latihan keroncong setiap seminggu sekali. Dari kegiatan ini banyak yang mengatakan bahwa produktivitas perusahaan mereka meningkat. Karena sisi positif kegiatan ini semakin membuat usaha mereka berkembang, maka mereka benar-benar berkomitmen untuk selalu ikut serta dalam setiap latihan. Bahkan mereka memberikan nama untuk orkes keroncong tersebut.

Kegiatannya pun tidak terbatas pada latihan musik keroncong saja, tetapi juga melingkupi bakti sosial dan membantu anak-anak panti asuhan, baik yang yatim maupun piatu. Serta tidak lupa mengunjungi orang-orang tua yang tinggal di panti jompo. Mereka pun bisa memperoleh kebijaksanaan hidup dari para orang tua tersebut. Sering kali para pengusaha ini menampilan musik keroncong di hadapan mereka dengan tujuan memberikan hiburan ujar Chandra Ekajaya. Baik orang tua dan anak-anak sangat senang dengan bantuan dan pertunjukkan musik keroncong yang mereka persembahkan.

Kopi Amsterdam Sudah Eksis Sejak Zaman Kolonial

Kopi Amsterdam

PERKEBUNAN AMSTERDAM yang terletak di lereng Gunung Semeru bagian selatan memiliki luas sekitar 15.000hektar! Perkebunan kopi tersebut tersebar di empat kawasan yaitu Ampel Gading, Sumbermanjing, Tirtoyudo, dan Dampit. Nah, AMSTERDAM merupakan akronim dari empat kawasan tersebut. Akronim ini selain untuk memudahkan penyebutan juga sebagai Indikasi Geografis dari wilayah asal kopi dihasilkan. Sejarah kopi AMSTERDAM dimulai pada era kolomial. Pada tahun 1871, Belanda mengenalkan tanaman kopi kepada petani Dampit yang kemudian menyebar di 3 kawasan lainnya. Satu setengah abad berlalu, saat ini kopi AMSTERDAM menjadi salah satu eksportir kopi terbesar dari Indonesia. Diperkenalkan ke lebih dari 45 negara, dari Eropa hingga Amerika.

Secara geografis, wilayah AMSTERDAM memiliki ketinggian dibawah 800 mdpl. Hal inilah yang menyebabkan hanya jenis kopi robusta saja yang bisa tumbuh di wilayah ini. Dijelaskan oleh Pak lajang Slamet Soemantri, Penyuluh pertanian di Kecamatan Dampit, Kopi AMSTERDAM umumnya telah memenuhi Common Code for tfie Coffee Community (4C) atau sertifikasi kualitas kopi dari Jerman. “Petani kopi sangat menjaga kualitas kopi dengan memastikan biji kopi berwarna merah, bersih, sehat, segar, dan seragam’,’ jelas Pak lajang. Oh iya, untuk kopi di Amadanom ternyata ramah lingkungan lho! “Kami menanam kopi organik, tidak memakai bahan kimia pada setiap prosesnya” ujar Pak lajang.

Perhatian maksimal akan segala proses dari penanaman hingga pengolahan kopi inilah yang kemudian menghasilkan rasa kopi berkualitas tinggi. “Kopi ini telah mencuri hati masyarakat lokal hingga internasional. Produk kopi terjual laris dan diminati di Perancis, Jepang, dan Jerman’,’ ujar Pak lajang. Sebagai seorang penikmat kopi, Chandra Ekajaya mengaku sangat senang dengan seduhan kopi tersebut, dimana kopi tersebut memiliki sensasi yang pas ketika diseduh di hadapan para penggemar kopi. Nah, Apakah Anda suka dengan kopi? Jikalau Anda mengaku sebagai pecinta kopi wajib hukumnya untuk merasakan kopi ini. Amsterdam? Jauh ya? Tenang di Indonesia akses untuk varian kopi tersebut dibuka sangat luas dan mampu dijangkau oleh kita semua. Salam NGOPI!

 

Pengusaha Berdayakan Warga Binaan

Pengusaha Berdayakan Warga Binaan - Pengusaha Berdayakan Warga Binaan

Indonesia mempunyai banyak penduduk. Sayangnya, karena pengelolaan yang kurang tertata, menyebabkan kesenjangan ekonomi terlalu lebar dan kesejahteraan masyarakat tidak merata. Hal ini mengakibatkan terjadinya kriminalitas yang dilandasi alasan ekonomi. Maka dari itu negara ini mempunyai rumah tahanan dengan jumlah yang lumayan banyak. Tetapi di era pemerintahan presiden Joko Widodo, beliau mempunyai gagasan yang lain dan unik. Presiden Indonesia mengajak para pengusaha untuk bekerjasama dalam membangun perekonomian bangsa. Salah satu gagasan yang ditawarkan oleh pemerintah adalah memberdayakan para warga binaan di rumah tahanan. Sehingga nantinya fungsi dari rumah tahanan dapat menerima pengusaha ataupun investor untuk bekerjasama. Bukan dalam bentuk investasi, tetapi kerjasama dalam bentuk tenaga kerja. Sehingga nantinya barang-barang produksi dapat dihasilkan oleh para warga binaan. Hal ini sangat positif dan disambut baik oleh seluruh rumah tahanan di Indonesia. Mereka menyambut positif para penanam modal yang ingin mengembangkan usaha dengan melibatkan warga binaan.

Pengusaha Berdayakan Warga Binaan 2

Salah satu kepala rumah tahanan di Banten, Sutiyo, mengatakan bahwa saat ini seluruh warga binaan mempunyai keterampilan yang tidak kalah dengan profesional. Beberapa keterampilan yang mereka miliki adalah membuat batako, kemudian ada yang mempunyai keterampilan pertukangan, lalu membuat tas rajut, serta membuat berbagai barang kerajinan. Bahkan kini sektor pertanian, baik perikanan dan peternakan juga sudah mulai dimasukkan ke dalam program pembinaan. Salah satu pengusaha yang menanamkan modalnya di rumah tahanan, Chandra Ekajaya memberikan keterangan bahwa dalam program pertanian, selain untuk dikonsumsi oleh warga binaan, maka hasil pertanian tersebut menjadi milik investor. Para warga binaan akan mendapatkan gaji sesuai kebijakan pemerintah yang sudah dipotong oleh rumah tahanan. Hal ini dilakukan untuk memberikan nilai kedisiplinan serta memberikan keahlian dan keterampilan bagi warga binaan. Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan potongan tersebut nantinya akan diberikan kepada warga binaan di saat mereka bebas. Jadi mereka nanti akan mempunyai modal, dan diharapkan dapat berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan. Tentu saja harapannya mereka menempuh jalan yang benar dan halal.

Chandra Ekajaya Latih Pengusaha Cilik

Chandra Ekajaya Latih Pengusaha Cilik

Pada hari Sabtu (8/4) sore lalu, pengusaha Chandra Ekajaya menghadiri peresmian wahana rekreasi Mandi Bola di Jl. Suka Saya Suka Kamu, Wonosobo. Acara ini dihadiri sekitar 50 tamu undangan. Diresmikan oleh pengusaha senior Hary Tanoesoedibjo sekaligus selaku pendiri wahana rekreasi tersebut. Wahana ini dibangun berdampingan dengan gedung serbaguna Secret Secret. Luasnya 8 x 9 meter persegi. Untuk bolanya didatangkan langsung dari Kudus, Jawa Tengah, karena bola-bola yang diproduksi di wilayah tersebut terkenal dengan jaminan mutunya. Tetapi ada yang menarik dari acara ini yakni ketika sesi perkenalan terhadap para pengelolanya. Rupanya mereka masih berusia muda dan kanak-kanak. Mereka bergabung dalam tim ‘Pengusaha Cilik’. Mereka masih ada hubungan darah dengan Chandra Ekajaya. Berdasar keterangannya, tujuan didirikannya wahana mandi bola ini yakni untuk melatih para pengusaha cilik memahami dunia wirausaha dan sekaligus berlatih bertanggungjawab. Anak-anak yang hadir nampak sangat kegirangan dengan lahirnya wahana baru ini, terlebih kepada para pengelolanya yang memiliki usaha sekaligus tempat bermain baru.

Chandra Ekajaya Latih Pengusaha Cilik 2

Acara ini dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Ketua Yayasan Kids For Kids sebagai simbol telah dibukanya secara resmi wahana mandi bola ini. Acara ditutup dengan pembacaan doa disusul santap sore bersama dengan seluruh tamu undangan dan panitia pelaksana. Setelah selesai acara, pengusaha Chandra Ekajaya memberikan keterangan kepada kawan-kawan pengusaha dan media bahwa dirinya ingin bereksperimen dengan mengajarkan anak-anak berwirausaha sejak masih kecil. Meskipun banyak orang menganggap eksperimen yang dilakukannya ini tergolong berani dan di luar nalar, tetapi Chandra Ekajaya mempunyai dasar dan alasan yang kuat sehingga ia berani melakukannya. Anak-anak generasi milenial yang saat ini sudah menjelma menjadi pemuda sudah tidak bisa diharapkan lagi. Maka dari itu harus dilakukan pemotongan generasi, sehingga pendidikan harus melompat ke generasi berikutnya yakni anak-anak. Dengan upaya ini, pengusaha kelahiran Malang, Jawa Timur ini berharap perekonomian Indonesia ke depannya akan semakin baik. Selain itu kondisi kepribadian bangsa dan politik juga akan menjadi lebih baik lagi.

Retail Diserbu, Chandra Ekajaya Senang

Retail Diserbu Chandra Ekajaya Senang 2 - Retail Diserbu, Chandra Ekajaya Senang

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa regulasi harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas gula pasir, minyak goreng curah, dan daging beku berlaku pada hari Senin kemarin. Regulasi yang wajib diterapkan di toko retail modern ini dipatuhi. Harga murah membuat toko retail modern diserbu pembeli. Bahkan, ada pengelola toko retail modern yang membatasi pembelian agar barang murah itu benar-benar dinikmati konsumen, bukan untuk kulak pedagang. Sementara itu, harga gula pasir dan minyak goreng curah di pasar tradisional ada yang melebihi HET. Misalnya Store General Manager Hypermart Solo Grand Mall (SGM), Andrias Prasetya, mengatakan HET diterapkan sesuai surat edaran (SE) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Kebijakan yang efektif berlaku kemarin itu dikeluarkan setelah Dewan Pimpinan Pusat Aprindo menggelar pertemuan dengan Kementerian Perdagangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Dengan penerapan HET ini konsumen bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menekan inflasi menjelang Lebaran.

Retail Diserbu, Chandra Ekajaya Senang

Pengusaha Chandra Ekajaya tidak mempermasalahkan selisih harga lama dengan baru tersebut. Menurutnya, penerapan HET justru akan menarik pelanggan baru ke retail. Oleh sebab itu, retail miliknya menambah pasokan hingga 50% dibandingkan biasanya. Lebih lanjut, pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini menambahkan bahwa ia menerapkan batasan pembelian untuk produk gula. Setiap konsumen hanya bisa membeli maksimal 2 kg. Hal ini agar program ini tidak dimanfaatkan pedagang. Store Manager Lottemart The Park Mall Solo Baru, Siti Partimah, menyampaikan HET tiga komoditas sudah diterapkan. Meski ada penyesuaian harga sesuai HET, tidak ada perubahan supplier karena kebijakan pemerintah ini didukung oleh distributor. Chandra Ekajaya mendukung kebijakan ini karena regulasi ini akan sulit diterapkan di pasar tradisional. Maka para pengusaha retail wajib mendukung kebijakan dari pemerintah ini, sebab kebijakan ini justru menguntungkan, walaupun tidak secara langsung. Setidaknya para konsumen justru akan bertambah banyak. Semoga saja mereka akan membeli barang-barang selain kebutuhan yang masuk dalam HET. Dari sinilah pengusaha retail ingin memaksimalkan dan mengoptimalkan keuntungannya.