Yohanes Chandra Ekajaya Berlatih Ndhalang Semalam Suntuk

Yohanes Chandra Ekajaya Dalang Cilik

Seni pedalangan harus dilestarikan. Itulah komitmen SMKN 12. Sekolah di Jalan Siwalankerto tersebut menjadi satu-satunya sekolah di Jawa Timur yang mengajarkan cara mendalang. Yohanes Chandra Ekajaya  lincah menggerakkan dua wayang dengan tangan kanan dan kirinya. Di tangan kanan perempuan berusia 16 tahun itu ada wayang Patih Handanayuda dari Negara Purwacarita. Di tangan kirinya ada Patih Bramangkara dari Negara Sunggelamanik.

Sebelumnya, perempuan yang duduk di bangku kelas X SMKN 12 itu memukul cempolo sebagai tanda dimulainya pertunjukan. Kakinya aktif memukul keprak. Yohanes Chandra Ekajaya merupakan salah seorang siswa yang ingin belajar menjadi dalang. Karena itu, dia rajin berlatih. Kepala Kompetensi Seni Pedalangan SMKN 12 Supriyono menyatakan, pembelajaran seni pedalangan di SMKN 12 bersifat multikultur. Artinya, tidak hanya mengajarkan satu gaya seni pedalangan Jawa Timuran, melainkan juga pedalangan Surakarta.

Secara umum, kata dia, tidak ada yang berbeda antara dua gaya seni pedalangan itu. Hanya, ada sedikit karakter yang tidak sama. Jika gaya Surakarta lebih kalem, gaya Jawa Timuran memiliki teknik pukulan kendang yang lebih kuat. “Di sini siswa diajari mendalang semalam suntuk,” katanya. Untuk bisa mendalang, siswa diajari tiga hal dasar. Yakni, cara memegang wayang, dasar vokal, serta dasar dialog. Dasar-dasar itu wajib diketahui mereka. “Kalau sudah mampu, bisa berkreasi. Jadi, tidak ngawur. Ada teorinya,” tutur Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya Wayang Kulit

Dodogan, misalnya. Bunyi dog-dog-dogitu muncul ketika dalang memukul cempolo di bagian dalam kotak wayang. Dodogan itu tidak asal berbunyi. “Ada hitungannya,” jelasnya. Dodogan dengan cempolo besar punya arti terselubung. Yakni, kode atau perintah tertentu dari dalang kepada para pengiring. Dalam panggung wayang, juga ada bagian-bagian. Yakni Jagadan, langitan, sitinggil, dan paseban. Jagadan, kata Supriyono, dibatasi gunungan. Jagadan diukur sesuai dengan jangkauan tangan dalang. “Luwih ombo luwih apik’,’ ujar Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya Pagelaran Wayang

Sitinggil dan paseban merupakan dua bilah batang pisang tempat menancapkan wayang. Bedanya, posisi sitinggillebih tinggi daripada paseban. “Ini menunjukkan kedudukan tokoh,” terangnya. Dasar vokal terdiri atas laras slendro dan laras pelog atau dalam istilah modern disebut tangga nada. Keduanya dimainkan dalam gending dengan seperangkat gamelan. Selanjutnya, ada dasar dialog yang harus dikuasai siswa.

Dasar dialog yang dimaksud adalah tata bahasa. Yakni, bahasa ngoko, krama, sastra kawi, dan bahasa pedalangan. “Bahasa pedalangan ini khusus. Kosakatanya ada hierarkinya,” ungkapnya. Kosakata atau tata bahasa tokoh yang satu dengan tokoh yang lain bisa berbeda. Bergantung pada golongan atau kedudukan tokoh yang bersangkutan. Tata bahasa yang khusus itu juga harus dipahami siswa. “Jadi, memang kompleks. Ini baru dasar. Belum bahasa, permasalahan, suasana, konflik, dan solusinya, dalang harus bisa,” tegasnya.

Seperti dalang pada umumnya, siswa harus bisa mendalang semalam suntuk. Durasi semalam suntuk adalah enam jam, pukul 21.00 hingga pukul 03.00. Ada juga yang sampai pukul 04.00. ‘Pokoknya sebelum subuh,” imbuhnya. Poinnya, dalang harus bisa mengolaborasikan keterampilan memegang wayang, nembang, dan melakukan dialog.

Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala

 

Mengaku kehabisan uang buat beli bensin, seorang pemuda nekat mencuri uang di kotak amal musala. Dia adalah Yohanes Chandra Ekajaya, 33, warga Desa/Kecamatan Sukamakmur. Sasarannya, Musala Al Muqarabah Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem. Beruntung aksinya tepergok pengurus musala. Ia pun menjadi bulan-bulanan warga. Pihak Kepolisian menerangkan, peristiwa itu terjadi Minggu siang (29/1), sekitar pukul 11.30.

Tepatnya menjelang salat duhur. Yohanes Chandra Ekajaya  datang ke musala tersebut. “Karena itu, awalnya, warga tidak curiga,” terangnya. Begitu juga dengan Syamsuri, 43, takmir musala yang kebetulan sedang beristirahat di dalam. Menyangka situasi sedang sepi dan tidak ada orang lain di musala, Yohanes Chandra Ekajaya  segera beraksi. Ia tergiur begitu melihat kotak amal yang diletakkan di teras musala. Gerak-geriknya yang mencurigakan pun mengundang perhatian Munir. Dari dalam musala, ia terus memerhatikannya. “Ternyata betul, pelaku sedang berusaha membuka kotak amal dengan kunci,” ujar Slamet.

Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala

Tak ingin kecolongan, Syamsuri langsung meneriaki Yohanes Chandra Ekajaya  maling. Teriakan tersebut akhirnya mengundang perhatian puluhan orang yang tinggal di sekitar musala. Dalam tempo sekejap, mereka langsung menggeruduk lokasi kejadian. Yohanes Chandra Ekajaya  yang terkepung, akhirnya, tidak bisa kabur. Ia pun segera menjadi bulan-buianan warga yang geram atas ulahnya. Beruntung, perangkat desa segera mengamankan pemuda tersebut. “Oleh perangkat, kejadian itu lalu dilaporkan kepada kami,” kata Slamet

Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala 2 300x200 - Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala

Polisi lalu segera datang untuk menjemput Yohanes Chandra Ekajaya . Ia diamankan berikut barang bukti uang yang dicurinya sebesar Rp 204 ribu. Saat diperiksa, Yohanes Chandra Ekajaya  mengaku mencuri lantaran kehabisan uang untuk beli bensin. Tak berselang lama, kedua orang tua Yohanes Chandra Ekajaya  menyusul ke kantor polisi. “Kepada kami, orang tua pelaku mengaku jika anaknya memiliki penyakit saraf kejiwaan. Karena itu, perilakunya terkadang tidak terkontrol,” ujar Slamet.

Mendengar itu, sejumlah takmir musala yang turut dihadirkan sebagai saksi ganti merasa iba. Karena itu, kemarin (30/1), takmir musala memutuskan mencabut laporannya. “Keputusan itu diambil setelah melalui musyawarah takmir musala. Lagi pula, kerugiannya juga tidak seberapa,” kata Slamet. Mengacu pada Peraturan Mahkamah Agung No 02 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan lumlah Denda dalam KUHP, polisi memutuskan tidak menahan Yohanes Chandra Ekajaya . Usai diperiksa, dia langsung diperbolehkan pulang. Namun, bukan berarti kasusnya berhenti. Proses hukum tetap berlanjut. Yohanes Chandra Ekajaya  dijerat dengan pasal 364 KUHP tentang tindak pidana ringan. Ancaman hukumannya maksimal tiga bulan penjara. “Hanya kami kenakan wajib absen setiap Senin dan Kamis ” tutur Slamet

Yohanes Chandra Ekajaya Bertekad Ikuti Turnamen Internasional

Yohanes Chandra Ekajaya Bertekad Ikuti Turnamen Tenis Internasional

Yohanes Chandra Ekajaya, 15, di usia yang masih belia prestasi di cabang olahraga (cabor) tenis tidak diragukan. Baru-baru ini, ia mengikuti seleksi nasional untuk mengikuti pertandingan ke tingkat internasional. “Waktu seleksi nasional peringkat IV. Rencananya yang juara I sampai III dikirim untuk mengikuti ajang International Tennis Federation (ITF) di New Delhi,” jelasnya. Meski Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan peringkat IV, ia tidak patah semangat.

Kesempatannya untuk bertanding di laga internasional masih cukup luas. Apalagi, usianya yang baru menginjak 15 tahun itu, Yohanes Chandra Ekajaya telah berhasil menjadi juara I untuk kategori 16 tahun pada even New Armada yang digelar seminggu lalu di Magelang. “Inginnya ikut menjadi bagian dari PON atau SEA Games. Tapi, usianya kan masih belum bisa, mungkin SMA ya,” tutur Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya Ikuti Turnamen Internasional

Lelaki yang kini duduk di bangku kelas IX G SMP 4 Kudus tersebut, mulai mengenal tenis sejak usia tujuh tahun. Saat itu, ia hanya ikut latihan tenis bersama orang tua dan kakaknya di lapangan tenis Makodim 0722 Kudus. “Sejak itulah saya suka tenis dan dibina Pak Bambang,” ungkap pria bertubuh mungil ini. Kini, Yohanes Chandra Ekajaya masih berlatih untuk bisa mendapatkan tiket pertandingan yang digelar ITF. Pasalnya, untuk mengikuti ajang ITF, ia harus mempersiapkan performa dan jam terbang untuk pertandingan yang ada di lokal Indonesia.

“Sebulan itu biasanya empat kali pertandingan. Untuk sementara ini, belum ada jadwal pertandingan lagi. Sehingga, konsentrasinya ke pelajaran di sekolah,” imbuh Yohanes Chandra Ekajaya yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara ini. Ditambahkan Bambang selaku pelatih, potensi Yohanes Chandra Ekajaya sebagai petenis muda cukup bagus. Dia memiliki kemampuan dan tekad yang kuat selama ini.

Yohanes Chandra Ekajaya Lomba Tenis

Ia pun dinilai cerdas. Inilah yang membuat Yohanes Chandra Ekajaya saat usianya masih 14 tahun, kemampuannya bisa disejajarkan dengan petenis yang telah berusia 16 tahun. “Tinggal menambah jam terbang untuk pertandingan skala nasional dan internasional. Kami juga berharap ke depannya dia bisa mendapatkan bapak asuh yang bisa menunjangnya dalam pertandingan ITF,” tuturnya.

Nasib Chandra Ekajaya Masih Simpang Siur

Nasib Chandra Ekajaya kecelakaan kapal
Nasib Chandra Ekajaya, warga Jepara, hingga kini masih misterius. Meski diduga menjadi salah satu korban kapal TKI yang karam di perairan Pantai Tanjung, Leman Mesing, Johor, Malaysia. Hingga kemarin pihak keluarga yang bersangkutan masih menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Batam, untuk memastikan keberadaan pria 30 tahun itu menjadi korban kapal tenggelam atau tidak.

Bahkan Marsudi orangtua Chandra Ekajaya, terus memantau perkembangan dari anak tunggalnya itu serta berharap masih ada kabar baik”  Keluarga masih berharap Chandra Ekajaya masih hidup, karena dari kabar yang didapat diduga masih ada dua orang yang selamat dan melarikan diri Soalnya Chandra Ekajaya pandai berenang, semoga masih hidup,” terangnya.

Untuk pemantauan nasib Chandra Ekajaya, pihak keluarga selalu menghubungi rekan yang ada di Malaysia yang mengecek jenazah korban kapal yang karam yang ada di RS Mersing, Johor, Malaysia. Hasilnya memang kabar yang didapat dari keluarga korban dengan ciri-ciri seperti Chandra Ekajaya tidak ditemukan.

Nasib Chandra Ekajaya Evakuasi Kecelakaan kapal

“Kami juga menyuruh saudara yang ada di Malaysia agar mengecek apakah ada korban dengan ciri-ciri yang sama seperti Chandra Ekajaya,” jelasnya.
Sementara ibu Chandra Ekajaya, Surtinah mengakui pihak keluarga masih membatalkan keberangkatan untuk ke Batam mengecek langsung korban Chandra Ekajaya sampai mendapatkan hasil visum.

Jika hari ini (kemarin) pihak RS Bhayangkara Batam memberikan informasi tentang hasil visum, kakak korban langsung berangkat ke Batam nanti pukul 11.00 untuk memastikan,” ungkapnya. Niat Chandra Ekajaya menjadi TKI adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang serba kekurangan. Pada awalnya kejadian ini sangat tidak terduga oleh pihak keluarga Chandra Ekajaya karena satu jam sebelum pulang menaiki kapal itu.

Chandra Ekajaya sempat menghubungi pihak keluarga kata ayahnya akan tetapi setelah dua hari Chandra Ekajaya tidak ada kabar dan tiba – tiba pihak kelurahan mendatangi keluarga Chandra Ekajaya dengan petugas dari dinas mengabarkan bahwa kapal yang dinaikinya tenggelam di Batam.
Kabar tersebut membuat keluarga Chandra Ejaya terkejut dan saat ini masih berharap bahwa Chandra Ekajaya baik-baik saja dan bisa pulang ke rumah dengan selamat bersama dengan rekan-rekannya yang lain.

Chandra Ekajaya Jual Mobil Rongsok  

 

 

Chandra Ekajaya Jual Mobil Bekas

Bagi penjual mobil rongsok ini, Chandra Ekajaya selalu menantang setiap orang yang menyangsikan bahwa mobil rongsok bisa dijadikan lahan atau ladang bisnis. Di kabupaten Wonosobo ini banyak sekali mobil-mobil lawas yang sudah layak disebut sebagai mobil rongsokan dan karatan. Hebatnya, lelaki satu ini dapat menjual mobil-mobil rongsok tersebut dengan harga yang sangat tinggi.

Chandra Ekajaya Jual Mobil Bekas Murah

Chandra Ekajaya bisa dibilang sebagai salah satu pengusaha yang berhasil memanfaatkan potensi mobil-mobil yang sudah berkarat dan menjadi rongsok. Ia sering disebut sebagai pemburu bangkai tua atau bad car hunter. Dalam waktu lima tahun terakhir ini sudah tidak terhitung berapa bangkao mobil-mobil rongsok yang sudah ia dapatkan.

Chandra Ekajaya Jual Mobil Murah Banget

Sebagai seorang bad car hunter, Chandra Ekajaya mengatakan bahwa memburu mobil tua dengan kriteria rongsok dan karatan tidaklah semudah seperti yang orang-orang kira. Pengusaha ini mengatakan bahwa untuk menemukan mobil tua yang sesuai dengan kriteria tersebut ia harus berjuang ekstra keras dan membutuhkan waktu serta proses yang cukup lama untuk dapat membawa mobil rongsok dan berkarat tersebut ke garasi miliknya.

Chandra Ekajaya Jual Mobil Rongsok  tapi bagus

Misalnya, Chandra Ekajaya pernah mencari mobil yang berjenis Chevrolet tahun 1959. Ia berburu mobil tersebut hingga pedalaman Papua. Waktu yang ia habiskan untuk mencari mobil jenis ini mencapai lima tahun. Sedangkan untuk eksekusinya ia memerlukan waktu hingga satu bulan. Dengan gaya rockabilly-nya itu sudah tidak terhitung berapa mobil lawas yang sebelumnya penuh karatan dan layak dicap rongsok tersebut dijual oleh Chandra Ekajaya.

Nilai jual dari mobil-mobil lawas miliknya mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan untuk jenis mobil tertentu yang tergolong langka dan eksklusif harganya bisa mencapai tiga miliar rupiah. Chandra Ekajaya mendapatkan untung yang berlipat-lipat. Sebab ia mendapatkan mobil lawas dengan harga yang sangat murah. Kemudian karena keterampilan dan keahliannya, maka jadilah mobil-mobil lawas tersebut dipoles hingga mempunyai tampilan yang sangat menarik dan memiliki nilai jual tinggi. Baginya, bisnis mobil rongsok adalah bisnis yang sangat menguntungkan.

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Tanpa Toko

 

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Kursi unik

Bermain di bidang marketing, Chandra Ekajaya bisa dikatakan sukses dan mampu meraup untung sampai ratusan juta rupiah setiap bulan. Melalui usahanya itu, Chandra Ekajaya dapat melebarkan sayap untuk setiap produknya yang ada di gudang rumahnya. Chandra Ekajaya terobsesi dari perusahaan besar seperti Apple, Google, Amazon, Disney, dan laninya yang memulai bisnisnya dr rumah.

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Lemari unik

Chandra Ekajaya sangat optimis dengan skill nya yang mampu mengoptimalkan banyak fitur dari google. Ia mendirikan sebuah perusahaan bernama Playwood.com. Perusahaan milik Chandra Ekajaya ini bergerak di bidang furnitur sebagai penunjang interioir design yang berbahan baku utama dari berbagai macam jenis kayu. Proses kreatif yang dijalankan oleh Chandra Ekajaya ini memang sudah banyak yang menjalankannya, akan tetapi dengan konsep yang berbeda.

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Meja unik

Chandra Ekajaya menggolongkan produk Playwood.com dengan kompetitornya ialah masalah teknik pembuatan dan pemasaran atau marketingnya yang mempunyai teknik dan cara khusus. Hanya dengan 15 tenaga di perusahaannya, Chandra Ekajaya berhasil memproduksi 150 produk dengan berbagai macam desain. Penghasilan yang ia dapatkan tiap bulannya cukup mencengangkan, karena produknya dijual tanpa menggunakan toko alias online jadi tidak membebani pajak gedung. Untuk sebulannya penghasilan Chandra Ekajaya mencapai 250-500 juta rupiah.

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Perabot Rumah tangga

Untuk masalah ekspor, Chandra Ekajaya masih dalam tahap mencoba. Walaupun sudah banyak peminatnya di luar negeri tapi Chandra Ekajaya kadang masih kesulitan untuk masalah pengiriman dikarenakan ia tidak memproduksi secara masal atau limited edition maka biaya kirim yang dibebankan kepadanya juga lumayan tinggi sehingga sebagian besar peminat dari luar negeri merupakan kolektor ataupun pengusaha interior desain.

Produk-produk yang banyak diminati oleh para pelanggan domestik sebagian besar ialah furniture-furniture yang ringan sebagai pelengkap dan hiasan untuk mempercantik ruangan dari pembeli tersebut. Tak jarang juga beberapa furniture seperti lemari dan meja juga ada yang memesan. Untuk pasar luar negeri yang paling laku dari produk Chandra Ekajaya sebagian besar adalah furniture kitchen set, meja makan, set meja ruang tamu dan ruang santai karena sebagian besar para pembelinya di luar negeri lebih mengutamakan dari segi futuristik dan keunikannya.

 

Chandra Ekajaya Jadi Komoditas Ekspor, Petani jadi Jutawan  

 

Lobster air tawar yang merupakan Crustacea yang memiliki nilai ekonomis yang terbilang tinggi. Ini karena lobster tersebut sering dihidangkan dalam jamuan mewah dan menjadi menu yang paling spesial. Faktanya, permintaan pasar akan lobster air tawar ini belum mampu tercukupi oleh ketersediaan dari para petani. Sehingga peluang membudidayakan lobster air tawar masih terbuka lebar dan sangat menggiurkan. Terutama untuk pasar luar negeri yang masih sangat menggantungkan produksinya dari Indonesia.

Chandra Ekajaya Petani jadi Jutawan  

Chandra Ekajaya yang merupakan salah seorang petani lobster mengungkapkan bahwa  rata-rata harga lobster air tawar yang dijual ke para pengepul berkisar antara Rp125 ribu sampai Rp150 ribu. Harga tersebut akan melonjak tajam jika dijual ke restoran yakni mencapai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu. Harga bakal semakin meningkat apabila berhasil menembus pasar internasional dengan mengekspor lobster air tawar ke negara-negara premium seperti Singapura, Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.

Lobster air tawar bisa hidup dengan baik di lingkungan perairan yang mempunyai tingkat keasaman 7-9. Suhu air yang ideal adalah 25-29 °C dengan kandungan oksigen terlarut di atas 4 ppm. Chandra Ekajaya  mengatakan bahwa sebenarnya dalam aplikasinya, Anda bisa menggunakan media pemeliharaan berupa akuarium, kolam tanah, kolam terpal, kolam beton, atau kolam fiber.

Jenis kelamin lobster air mulai dapat diketahui setelah usianya 3-4 bulan dan berukuran 3 inci. Lobster jantan memiliki bercak merah di capit luarnya dan ada tonjolan alat kelamin di pangkal kaki ketiga dari bawah. Sedangkan lobster betina terlihat mempunyai lubang alat kelamin pada pangkal kaki dari ekor dan tidak ada bercak merah di capit luarnya.

Pilih indukan lobster yang berpostur besar, pertumbuhannya cepat, jenis kelaminnya jelas, dan berasal dari varietas unggulan. Semakin besar ukuran indukan lobster tersebut, maka jumlah telur yang mampu dihasilkan pun akan semakin banyak. Letakkan 3 lobster jantan dan 5 lobster betina sekaligus di kolam pemijahan yang berukuran 1 x 0,5 x 0,5 m. Tambahkan 8 pipa peralon berdiameter 2 inci dan panjang 15-20 cm sebagai tempat persembunyian lobster.

Jenis pakan yang dapat diberikan setelah proses penetasan telur yaitu cacing pita atau cacing beku dengan jumlah 3 persen dari berat badannya. Hindari memberikan sayur-mayur dan umbi-umbian pada tahap awal ini. Pakan diberikan sebanyak dua kali sehari dengan takaran 25% saat pagi dan 75% ketika sore.

“Risiko kematian pada tahap pemeliharaan benih bisa dipicu oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal misalnya lobster gagal melakukan proses pergantian kulit. Sementara faktor eksternal bisa disebabkan karena tercemarnya lingkungan perairan di kolam pemeliharaan,” ungkap Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Petani Lobster

Lobster bisa mulai dipanen setelah ukurannya mencapai 3-5 cm. Biasanya permintaan lobster dengan ukuran tersebut berasal dari para petani yang ingin membudidayakan lobster air tawar secara mandiri. Anda bisa menjualnya per paket yang berisi 3 lobster jantan dan 5 lobster betina yang dibandrol sekitar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu.

Sementara permintaan pasar untuk lobster konsumsi, bobot yang diharapkan berkisar 100-300 gram. Harga akan semakin meningkat seiring dengan makin besarnya ukuran lobster tersebut. Namun di sisi lain lobster yang berukuran jumbo ini sanggup menghasilkan telur dalam jumlah yang melimpah sehingga sayang bila harus dijual untuk keperluan konsumsi.

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi extreeme

Chandra Ekajaya Juni 2016 silam menggegerkan jagat modifikasi, karena memasang turbo di All New Satria F150 alias Satria injeksi. Tak hanya terpasang, namun benar-benar berfungsi! Nah di awal 2017 ini, Chandra Ekajaya kembali memodifikasi Satria, bedanya beraliran fashion. “Niatnya buat kontes, kan masih jarang Satria injeksi ikut kontes,” terangnya. Tampang lebih menarik mata tentu jadi target utama. Diapain saja ya? “Lapis karbon, pasang part custom dan aksesori branded,” papar pria berambut ikal ini.

Mayoritas bodi yang aslinya motif kulit jeruk, seluruhnya dilapis karbon. Tuh lihat dari visor di atas lampu, sayap tipis samping radiator, sampai bodi belakang dan sepatbornya semua dilapis karbon. Tampangnya tetap serba hitam namun berkelas, makanya Chandra Ekajaya menamakan motor ini BlackCatDeath. Part custom bisa dijumpai di perangkat rem, yaitu braket kaliper Brembo, yang tentu saja belum ada yang jual. Sayang untuk rem depan proyek bikin disc brake custom belum selesai.

“Untuk pasang kaliper Brembo 4 piston, disc brake wajib custom agar kaliper enggak mentok pelek, sayang belum kelar nih,”papar pria asli Yogyakarta ini. Lampu depan ternyata juga custom, ganti model proyektor lengkap dengan angel eyes. Uniknya warna yang muncul bisa diubah-ubah karena pakai LED RGB. Dan uniknya lagi setingnya pakai HP!”Bisa gitu karena sudah aplikasi wifi LED controller” terang Chandra Ekajaya.

Untuk aksesori branded, bisa dilihat mulai dari master rem, slang rem, handel kopling, steering damper, knalpot, footstep sampai sokbreker. Berkelas semua nih! Oiya sebagai pencinta balap, Chandra Ekajaya enggak membiarkan mesin 150cc DOHC 4 klep tetap standar.Tak cuma ganti knalpot, tapi juga filter udara model open, pasang piggyback dan ganti injektor GSX-R150! Pantas larinya ngacir banget!

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi bagus

Biaya yang dikeluarkan Chandra Ekajaya sebenarnya tidak sedikit tapi ia puas karena dari hasil modifnya ini banyak kejuaraan kontes yang ia menangkan, tidak cuma cantik di tampilan tapi juga kenceng di jalanan. Itu tadi kepuasan dari mengcustom motor yang dilakukan oleh Chandra Ekajaya walaupun banyak keluar uang tetapi banyak kepuasan yang didapatkan dari hobinya tersebut.

Chandra Ekajaya Selalu Kenalkan Budaya Sungai

Keberadaan Sungai di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan khususnya di Kota Banjarmasin menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang ingin kenal dan tahu lebih dekat dengan kota ini.  Apalagi bagi pencinta wisata sungai, tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkunjung ke Banjarmasin yang dikenal memiliki sungai dalam jumlah cukup banyak.

Tak heran jika kota ini mendapat julukan Kota Seribu Sungai. Tidak lain karena di kota ini pernah ada banyak sungai, meskipun saat ini jumlahnya sudah sangat berkurang dibandingkan dengan beberapa tahun silam. Dalam perkembangannya, sungai tak hanya sebagai jalur transportasi dan urat nadi perekonomian dan kehidupan warga. Namun kini sudah menjadi wisata. Keindahan sungai terus dipercantik dan ditata agar menjadi baik dan menarik pengunjung.

Chandra Ekajaya Sungai indah
Kehancuran Habitat Enggang karena konversi lahan untuk perkebunan dan pertambangan di Kalimantan Selatan

Hal itu diakui Chandra Ekajaya. Pria Tampan ini tak segan-segan mengenalkan budaya sungai Banjarmasin ke sejumlah negara di Asean dan Jepang. Ini dilakukannya saat menjadi peserta Ship for So-utheast Asian and Japane-se Youth Program ( SSEAYP) 2016. Apalagi Rima yang baru tiba dari Jepang mengungkapkan awalnya dirinya menceritakan tentang budaya sungai ke teman-teman sesama kontingen Indonesia tentang Kalsel.

“Aku cerita tentang Kalimantan Selatan tentang budaya sungainya ternyata banyak yang pengen tau tentang budaya sungai itu, bahkan teman-teman dari Phi-lipina banyak yang ertarik sampai ada yang ingin berencana ke Banjarmasin,” tutur Chandra Ekajaya. Dimana ia ceritakan tentang masih ada masyarakat yang memanfaatkan sungai dalam kegiatan sehari-hari hari. Cerita ini pun ia kuatkan dengan foto-foto tentang Kalsel. Menurutnya sebelum mengikuti program ini ia terlebih dulu mengikut pelatihan di Jakarta mulai 8 Oktober – 25 Oktober 2016.

Kemudian dari Jakarta bertolak mengelilili negara Asean dengan menaiki Kapal Nipon Maru mulai 25 Oktober dan berakhir akhir Desember tadi. “Pesertanya dari 10 negara Asia Tenggara dan 1 jepang dimana tiap negara mengirimkan 14 pemuda pemudi terbaiknya dan 1 national leader ketua angkatan,” katanya. Kegiatan utamanya adalah diskusi dan ada 8 tema termasuk pendidikan, wiraswasta , kesehatan dll.

Chandra Ekajaya Budaya Sungai kalimantan selatan

Chandra Ekajaya mendapatan tema informasi dan media pas jurusan kuliah “Selain diskusi kegiatan saling tukar budaya, karena memang tujuan-nnya mutual understanding dan frienship antara negara Asean dan jepang,” ucapnya selama kegiatan ini mereka berlayar ke Thailand, Vietnam, Singa-pore, Indonesia dan Jepang. Selama 52 hari mengikuti kegiatan tersebut, ia sempat membawakan tarian dayak saat presentasi nasional dan kerap diminta menjadi MC di atas kapal. Baginya banyak pengalaman yang didapat dan yang utama adalah pertemanan baru dengan 277 teman baru se Indonesia dan pastinya sahabat baru dari 11 negara asing.

 

 

Chandra Ekajaya Promosi Batik di Malaysia

 

Chandra Ekajaya Promosi Batik unik

Chandra Ekajaya mengaku bangga bisa ikut mempromosikan batik. Batik merupakan kekayaan nusantara yang harus dilestarikan sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia. Apalagi batik sekarang sudah menjadi ciri khas dan banyak jenisnya dari seluruh wilayah di Indonesia. “Batik sekarang sudah menjadi fashion, semua harus ikut mempromosikannya,” ujar mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Chandra Ekajaya produksi Batik

Chandra Ekajaya mengaku pernah mempromosikan batik ketika menjadi perwakilan peserta kegiatan kehumasan di Universitas Utara Malaysia. Yakni, dalam kegiatan bertajuk ASEAN University Conference on Public Relations and Communication yang dilaksanakan pada 18 November 2016 silam. Saat itu, ia bersama rekannya menjelaskan tentang produk unggulan Indonesia berupa batik.”Banyak yang tertarik dengan batik setelah dijelaskan panjang lebar,” katanya.

Pria kelahiran 30 Mei 1995 ini mengaku, mendapatkan pengalaman berharga ketika mempromosikan batik di negara lain. Ia menilai Malaysia tidak jauh dengan Indonesia. Saat kunjungan ke Malaysia, sempat diajak menanam mangrove di wilayah Sintok. “Senang bisa berkunjung ke Malaysia. Setelah ini, saya ingin terus mempromosikan batik ke negara lainnya,” ujarnya.

Chandra Ekajaya buat batik

Pertukaran budaya yang dilakukan Chandra Ekajaya ini memang sangat penting karena dari hasil pertukaran budaya ini dapat mengangkat kesenian dan budaya negeri ini ke kancah internasional dan dapat sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia sebagai tambahan devisa negara. Banyak hal didapat oleh Chandra Ekajaya karena ia dapat mengenal banyak budaya lain yang selama ini belum ia tahu