Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa

Ada keinginan besar Chandra Ekajaya, 46 memperluas pemasaran kue keranjang pabrik Hamsyong ke negara lain. Alasannya, tak lain untuk melestarikan budaya nenek moyangnya yang mulai pudar ditelan kemajuan zaman. Kue keranjang buatan pabriknya, kata Chandra Ekajaya lagi, bahan bakunya menggunakan beras ketan, gula putih dan daun pandan wangi.

Pabrik inipunmasihmenggunakan alat tradisional. Kue ini memiliki tekstur yang lengket dengan rasa yang manis. Rasa manis inilah yang diharapkan dapat membawa rejeki dan kenikmatan di tahun yang akan datang. “Saya tidak bisa bocorkan resep legendaris dari yang turun temurun itu. Kami tetap menjaga cita rasa agar konsumen tidak kabur.

Lebih baik menggunkan resep legendaris dengan cara tradisional dari pada menggunakan teknologi canggih tapi rasanya beda. Semua proses kue kami ini tidak menggunakan bahan pengawet, semua mumi bahan alami,” ungkapnya juga.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa kue china

Chandra Ekajaya juga berceloteh setiap bahan bakuyang diracikitu diperiksa beberapa tim. Hal itu untuk menghindari kerusakan tekstur panganan berbahan baku beras dan santan kelapa tersebut Chandra Ekajaya pun mengakui, kue keranjang buatan pabrik tua neneknya itu merupakan yang paling terkenal di Jabodetabek.

Pemesanya datang dari Jakarta, Bogor Depok Tangerang dan Bekasi. Sistem penjualannya pun mereka dipermudah dengan online. Mulai dari pemesanan dan order. Bahkan, pabriknya itu pun menyiapkan pengiriman barang ke luar kota jika ada konsumen yang mengorder panganan tersebut. Apalagi, menjelang perayaan Imlek, permintaan kue keranjang memang selalu meningkat.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa kue imlek

Dijelaskan, Chandra Ekajaya, kue keranjang buatan pabrik sang nenek di bandrol dengan harga Rp 40 ribu/ kilogram. Pemesanan itu kata dia dapat di order melalui menggunakan telepon seluler dan website. Kata dia juga, pemesanan itu lebih banyak datang dari Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Untuk menyelesaikan dodol dan kue keranjang itu sampai siap jual dibutuhkan waktu sekitar 12-16 jam Generasi ketiga dari Nyonya Fang tersebut menceritakan ada keinginan besarnya merambah pasar internasional untuk menjual dodol dan kue keranjang tersebut.

Salah satunya merambah negara di Asia Tenggara. Hal itu karena cita rasa panganan yang diolah milik pabrik neneknya itu sangat lezat. “Ada sih keinginan memasarkannya lebih luas lagi, toh ini makanan ini awet dan tahan lama karena tidak menggunakan bahan pengawet. Saya sih sudah mulai melirik beberapa negara Asia Tenggara Ya belum berani ke sana karena harus melihat dulu prospek pasarnya dulu,” katanya juga.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa camilan imlek

Kata Chandra Ekajaya juga, ada sejumlah negara di Asia Tenggara yang akan menjadi target pangsa pasarnya itu. Seperti, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam, Brunei, Filipina, serta Singapura, Timor Leste. Di mana dari pengetahuannya beberapa negara itu banyak dihuni warga keturunan Tionghoa.

 

Baca Selanjutnya tentang Pengusaha Chandra Ekajaya ini !!

Chandra Ekajaya Prihatin dengan Pengangguran

KESIBUKAN mengajar tak mengurangi tekad Chandra Ekajaya untuk berkarya. Lelaki yang berpedoman hidup harus memberikan manfaat bagi sesama ini, meluangkan waktunya untuk menggerakan anak-anak didiknya yang belum bekerja setelah lulus sekolah dengan berkarya membuat kerajinan dari bahan bekas yang kemudian dipasarkan hingga ke beberapa daerah sebagai oleh-oleh khas.

Chandra Ekajaya Prihatin dengan Pengangguran Indonesia

Menurut Chandra Ekajaya, ada banyak lulusan-lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Baginya lulusan potensial tersebut, harus dibekali keterampilan. Agar tak kebingungan saat terjun di tengah masyarakat dan dalam dunia kerja. Sebenarnya potensi dan daya juang mereka lebih tinggi dibanding lulusan kuliah karena bagaimanapun mereka terpaksa harus berjuang karena secara strata mereka sudah kalah.

Chandra Ekajaya Prihatin dengan Pengangguran S1

Chandra Ekajaya mengaku, prihatin dengan banyaknya anak didik yang diajar menganggur selepas lulus sekolah. Atas insiatif dan saran beberapa pihak dia merangkul mereka yang belum memiliki pekerjaan untuk dibekali membuat kerajinan seperti, membuat tempat sampah kering, tempat paying maupun toples kaleng. Adapula beberapa kegiatan pertanian yang ia terapkan bagi anak-anak lulusan SMA ini. “Dari barang bekas tersebut ternyata menghasilkan nilai ekonomis,” terang Chandra Ekajaya.

Selain melatih kepekaan kreatifitas naka-anak ini, hasil yang didapatkan dari jualan barang-barang kreatif ini cukup lumayan, bahkan kadang bisa melebihi dari ekspektasi mereka. Banyak warga dan keluarga yang terbantu dengan kegiatan positif ini terutama para keluarga muda yang baru awal-awal menjalin hubungan rumah tangga.

Dia mengakui, memang tidak gampang untuk meniti kesuksesan. Berulang kali harus dilakukan percobaan demi percobaan. Setelah paham barulah akan tercipta sebuah poduk yang dipandang lebih cantik.”Memang semunya butuh kesabaran,” ujarnya. Kalau saja dia menyerah diawal kmaren pasti hal-hal menarik yang saya alami dan saya dapatkan ini pasti tak akan dia rasakan.

Baca Selanjutnya tentang Pengusaha Chandra Ekajaya 

Kepedulian Sosial Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya, model kelahiran Lampung, 3 Mei 1989 ini tak hanya sibuk akting di FTV, sinetron, dan presenter, tapi gemar membagi waktu dengan anak jalanan dan warga kurang mampu. la suka berbagi banyak hal dengan anak jalanan dan warga kurang mampu, saat bertemu di Jakarta maupun di kota kelahirannya. Misalnya, belakangan ia sedang mencanangkan 1.000 buku untuk anak jalanan di Lampung. “Tujuannya untuk mengajak mereka membaca, bercerita, share kepada mereka agar dapat edukasi banyak,” katanya.

Bagi pemain FTV ini, mereka sama seperti yang dianugerahkan Tuhan. Bedanya, kata Chandra Ekajaya, mereka masih ada yang kurang beruntung sehingga ada yang mengamen sambil sekolah, putus sekolah karena impitan ekonomi, itulah yang membuat Chandra Ekajaya terketuk mengampanyekan  ‘Gerakan 1.000 Buku untuk Anak Jalanan dan bagi anak-anak kurang mampu di Lampung.

Selain “ Gerakan 1.000 Buku untuk Anak Jalanan dan bagi anak-anak kurang mampu” Chandra Ekajaya juga mulai menggaet teman-teman yang seprofesi dengannya agar mau peduli dengan pendidikan dan nasib anak jalanan. Ia sadar bahwa anak jalanan dan masyarakat kurang mampu sebenarnya juga tidak mau hidup seperti itu tapi karena sudah kehendak nasib mau apalagi, walaupun sudah berusaha dan berdoa secara maksimal tetap saja seperti itu.

Kepedulian Sosial Chandra Ekajaya Buku Gratis
SH/Septiawan
BACA BUKU BAHASA INGGRIS- Beberapa anak-anak jalanan binaan Yayasan Sahabat Anak sedang membaca buku bahasa Inggris yang disumbangkan oleh sebuah lembaga pendidikan bahasa inggris bagi anak-anak jalanan di
Kawasan Bypass Prumpung Jakarta Timur, Kamis (4/6).Pemberian buku-buku berbahasa Inggris ini merupakan program book drive yang berhasil mengumpulkan ratusan buku dari siswa Wall Street Institute berupa
buku pelajaran bahasa Inggris, buku novel, buku pelajaran sekolah, dan majalah untuk anak jalanan di Jakarta

Buku-buku yang terkumpul oleh Chandra Ekajaya dijadikan satu dirumahnya. Setiap sore ia selalu membersihkan setiap buku yang datang dari teman-teman dan tetangganya lalu mengemasnya dalam kardus dan mengelompokkan jadi satu kategori buku apa yang sudah terkumpul. Setelah terkumpul sesuai target ia menyalurkan buku yang ada ke tiap-tiap titik tempat ia melaksanakan kegiatannya.

Kegiatan ini sudah berjalan hampir enam bulan. Banyak dampak positif yang dirasakan olehnya dan terutama oleh anak jalanan dan warga yang kurang mampu. Teman-teman Chandra Ekajaya yang juga sangat mendukung kegiatan ini mengatakan bahwa seandainya kegiatan ini tidak berlangsung maka jiwa sosial kami pasti akan luntur. Karena itu kami sangat senang ketika ada kegiatan ini karena bagaimana pun ini adalah hal yang positif dan sangat membantu bagi orang lain.

Baca Selanjutnya tentang Pengusaha Chandra Ekajaya 

Yohanes Chandra Ekajaya Diseret Buaya

Sore itu sekitar pukul 15.00 Yohanes dan kawan-kawanya pergi ke sungai dekat desa. Di batas desa kebetulan ada  kali yang cukup besar, ini karena Desa yang didiami oleh Yohanes Chandra Ekajaya dekat dengan laut. Laut yang dekat desa merupakan laut lepas yang membuat banyak hewan yang terkadang terdampar disini. Yohanes Chandra tau akan hal tersebut namun dia tetep saja melanggar apa yang diperintahkan oleh orang tua Yohanes.

Yohanes Chandra Ekajaya Diseret Buaya Muara

Orang tua Yohanes Chandra Ekajaya sudah melarang dia untuk mandi di kali karena dekat dengan muara yang bisa saja bertemu dengan hewan hewan yang ada di laut yang terdampar. Yohanes tetap melanggar dan sore itu benar – benar hari yang apes buat dia. Tak disangka di arah depan Yohanes ada seekor buaya yang sudah mengincar kaki Yohanes.

Benar saja, tak selang lama setelah ia masuk ke dalam sungai tiba-tiba kakinya yang mungil itu disambar oleh buaya. Tak tinggal diam teman-temannya yang pemberani dengan sigap langsung menolong Yohanes Chandra Ekajaya. Untung saja salah satu temannya berhasil memukul buaya itu di dekat matanya. Sontak buaya itu kaget dan membuka mulutnya.

Yohanes Chandra Ekajaya Diseret Buaya Crocodilus Porosus

Tak mau membuang kesempatan seorang teman Yohanes Chandra Ekajaya yang lain langsung menarik Yohanes jauh dari buaya yang menyeretnya dan mereka langsung membawa Yohanes ke puskesmas terdekat. Semenjak kejadian itu ia sekarang tak pernah lagi melanggar apa kata-kata ibunya, karena ia sudah kapok dengan kejadian yang dialaminya.

Awal tahun yang sungguh menakutkan membuat Yohanes Chandra berpikir ulang tentang mandi di kali. Kejadian tersebut membuat Yohanes trauma, berssama temanya dulu. Usia Yohanes yang baru menginjak sekolah dasar kelas 5 memungkinkan Yohanes trauma lama dan entahlah kapan Yohanes akan sembuh.

Diseret oleh buaya bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilupakan seperti melupakan kejadian yang biasa. Ini seperti melupakan masa kelam yang begitu dalam.

Yohanes Chandra Ekajaya Hewan Imut Rasa Mak Nyus  

 

Kelinci merupakan hewan lucu dan imut, biasanya kelinci ini banyak yang membeli untuk dipelihara dan kontes, tak sedikit yang hobi memelihara hewan pengerat yang satu ini. Berbeda dengan Yohanes Chandra Ekajaya yang malah memilih kelinci sebagai bahan makanan, tidak terbayang hewan lucu nan imut ini dijadikan sebuah olahan yang nikmat dan lexat.

Apa kalian tega jika ingat masa hidup hewan ini dan tiba-tiba tersaji sebagai menu utama di depan mata kita? Tapi hal itu akan terbantahkan setelah anda merasakan olahan kelinci milik Yohanes Chandra Ekajaya ini. Kelinci berasal dari bahasa belanda konijnte yang berarti anak kelinci (dalam bahasa Indonesia trewelu) termasuk mamalia kecil yang keberadaannya tersebar di seluruh benua sehingga bermacam-macam jenis maupun ukurannya.

Kelinci termasuk dalam kerajaan animalia superfilum chordata filum vertebrata kelas mamalia ordo lagomorpha famili leporditas.Kelinci masih banyak hidup liar dihutan-hutan seluruh dunia serta kelinci peliharaan. Kelinci jenis terbesar yaitu continental giant dengan ukuran tinggi 4 inci (132cm) panjang 4 feet berat 3,5 stones (22.2 Kg) biasanya dijadikan hewan pedaging sehingga diternak serta dikembangkan untuk dimanfaatkan dagingnya.

Selain memiliki daging yang lembut serta tanpa bau menyengat, rendah lemak,rendah kolesterol,tinggi protein menjadikan olahan daging kelinci banyak digemari orang, nah peluang ini dimanfaatkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya membuka gerai makanan dengan berbahan dasar daging mamalia kecil dan lucu ini terhitung sejak tahun 2000.

Yohanes Chandra Ekajaya Sate Kelinci

Selama 16 tahun membuka usaha olahan daging kelinci di Jl.Magelang Kilometer 4,5 utara TVRI Yogyakarta tepatnya di pinggir selokan mataram Sleman Yogyakarta yang lokasinya mudah di jangkau dari kota yogyakarta cari jalan magelang setelah kantor TVRI Yogyakarta ada lampu traficlight belok kanan sekitar 50 meter dikiri jalan selokan mataram.

Yohanes Chandra Ekajaya Olahan Kelinci

Warung Sate Kelinci Yohanes Chandra Ekajaya buka pukul 16.30 hingga habis atau pukul 23.00 WIB dalam sehari menghabiskan 5 hingga 7 ekor kelinci ukuran berat 3 Kg  sekitar 100 porsi sate atau tongseng kelinci . Bila penasaran silahkan mencoba, untuk satu porsi sate/tongseng cukup merogoh kocek 10 rb rupiah plus nasi dan minum sekitar 15 ribuan, soal rasa recomended.

Jangan khawatir untuk masalah pikiran anda yang tidak akan tega memakan olahan Yohanes Chandra Ekajaya ini, karena semua akan benar-benar terbayar dan terpuaskan dengan rasa nikmat dan pedas dari olahan kelinci ini.

Yohanes Chandra Ekajaya Jualan Pulsa Modal Kecil Untung Besar

 

Siapa yang tidak membutuhkan pulsa saat ini? Sekarang pulsa merupakan kebutuhan pokok yang hampir tiap menit orang membutuhkan. Ya bisnis pulsa merupakan bisnis yang sangat prospek dan menarik, kapanpun dan dimanapun. Saat ini pulsa tidak dapat dipungkiri bahwa pulsa adalah kebutuhan pokok.

Untuk memulainya juga tidak membutuhkan modal besar. Perputarannya cepat menjadi sebuah kelebihan sendiri bagi anda yang ingin modal tidak mengendap dan untung berkali-kali lipat. Kali ini Yohanes Chandra Ekajaya akan membeberkan cara bisnis pulsa dengan modal kecil anda dapat memulainya dengan menjual kepada kerabat, teman sekolah/kuliah, teman kerja, tetangga.

Cukup dengan promosi mulut ke mulut maka bisnis pulsa anda akan dikenal oleh banyak orang. Dengan keuntungan misal sekitar 1800 per transaksi maka hanya dengan 10 orang pembeli saja anda sudah mendapat keuntungan Rp 18.000 perhari. Setelah anda tau keuntungan dari berjualan pulsa, maka tentu pertanyaan anda bagaimana cara jadi agen pulsa atau stok pulsa ambil dari mana?

Yohanes Chandra Ekajaya Jualan Pulsa

Bagi anda dengan modal kecil maka Yohanes Chandra Ekajaya menyarankan mengambil sistem deposit. Apa itu sistem deposit? Jadi misalkan anda deposit sebesar Rp50.000 maka deposit anda tersebut dapat mengisi ke semua operator dan semua nominal selama saldo deposit anda mencukupi. Selain Sistem Deposit ada juga sistem stok bagi anda pemain modal besar.

Apa bedanya sistem stok dengan sistem deposit pulsa? Pada sistem stok maka anda harus menyediakan stok perprovider dan pernominal, misal anda stock telkomsel 5ribu sebanyak 20 lembar, telkomsel 10ribu sebanyak 20 lembar, indosat 5ribu 20 lembar, indosat 10ribu 20 lembar. Dan provider-provider lainnya, sehingga anda harus menyediakan hp-hp khusus untuk transaksi perprovider karena chip telkomsel tentu berbeda dengan chip indosat kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya Pulsa Modal Kecil

Sedangkan sistem deposit seperti yang disebutkan sebelumnya, misal dengan saldo 50ribu anda sudah bisa mengisi ke semua provider dan semua nominal selama saldo deposit anda mencukupi, dan anda tidak perlu menyediakan chip khusus. Cukup dengan nomor pribadi anda yang didaftarkan menjadi agen pulsa.

Bisnis jualan pulsa merupakan bisnis modal kecil namun untungnya besar dikarenakan perputarannya yang cepat. Oleh karena Yohanes Chandra Ekajaya menyarankan agar modal anda terus berputar dan tidak mengendap maka sangat disarankan agar tidak memberi hutang kepada pelanggan anda. Banyak kasus dari teman-teman penjual pulsa yang berhenti jualan karena modalnya habis dihutangi.

Jadi berapa modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha konter pulsa atau berjualan pulsa? Semua tergantung pada anda apakah anda memilih untuk memulai dengan modal kecil ataupun modal besar. Dan jangan lupa juga faktor kesabaran dan keuletan sangat penting untuk bisnis ini, terutama dalam menagih hutang pulsa dari teman. heheeheh….

 

Yohanes Chandra Ekajaya dan Moncernya Laba Bisnis Ikan Nila

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Ikan Nila

Yohanes Chandra Ekajaya sukses membudidayakan ikan nila yang kini usahanya tersebut telah menembus omzet hingga puluhan juta. Dimulai pada tahun 2009 silam, Yohanes Chandra Ekajaya mengawali bisnis budidaya ikan nila tersebut dengan memanfaatkan tambak yang sebelumnya digunakan sebagai budidaya ikan gurami.

Yohanes Chandra Ekajaya Ikan Nila Super

Sebelumnya, memang Yohanes Chandra Ekajaya merupakan seorang petambak gurami, namun dikarenakan harga bibit yang tinggi dan tingkat produksi yang cukup lama, akhirnya ia pun beralih ke produk ikan nila. Tergabung dalam sebuah kelompok minotani, lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini memulai bisnisnya dengan menebarkan sekitar 10 ribu bibi kan nila.

Yohanes Chandra Ekajaya Bibit Ikan Nila

Awal menjalankan, Yohanes Chandra Ekajaya pun hanya mengeluarkan sekitar Rp 1,1 juta untuk membeli bibit dan pakan ikan nila. Ketika panen, Yohanes Chandra Ekajaya pun mendapatkan sekitar 12 kuintal dengan harga pada saat itu sekitar Rp 13000 untuk setiap kilogramnya. Dengan harga tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan hasil penjualan yang lumayan.

Yohanes Chandra Ekajaya Ikan Nila Siap Jual

Tamatan SMA ini mengaku memang sangat banyak manfaat setelah mengeri pasar dan tempat untuk mendistribusikan ikan nila ke restoran, distributor, dan sebagainya. Yohanes Chandra Ekajaya yang nyambi sebagai petani cabai ini memang tak pernah kehabisan stok ikan. Pasalnya, dimana permintaan banyak dan harganya juga mahal di pasaran.

Yohanes Chandra Ekajaya Kolam Ikan Nila

Dari usaha budidaya ikan nila tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya dapat menabung untuk kebutuhan keluarga. Jikalau dulu Yohanes Chandra Ekajaya tak dapat meabung, kini ia mendapatkan keuntungan luar biasa untuk sekali panennya. Yohanes Chandra Ekajaya juga tak sekadar fokus pada pembesaran ternak, namun ia juga mengedukasi para kelompok tani untuk dapat memproduksi ikan nila organic dengan mutu dan standar kualitas produk yang mumpuni.

Yohanes Chandra Ekajaya Baby Ikan Nila

Budidaya ikan nila memang bukan menjadi barang baru bagi Yohanes Chandra Ekajaya. Ia menceritakan bahwa nantinya akan membuat sebuah tambak yang potensial. Budidaya ikan nila tersebut dapat berkembangan dengan cepat dan dapat meningkatkan pendapatan untuk masyarakat. Terbukti, kini Yohanes Chandra Ekajaya berhasil memenuhi permintaan untuk pasar di daerahnya dan sekitarnya.

Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso

Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso - Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso

Bakso adalah salah satu makanan khas yang berasal dari Indonesia. Makanan jenis ini merupakan makanan hasil hibrida atau perpaduan antara budaya Jawa dan Tiongkok. Yohanes Chandra Ekajaya adalah satu manusia di Indonesia yang sangat doyan dan hobi memakan bakso. Bahkan ia bisa menghabiskan banyak butir bakso dalam sekali telan.

Yohanes Chandra Ekajaya Keren 300x200 - Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso

Berangkat dari kesukaan dan kecintaannya akan bakso, Yohanes Chandra Ekajaya memutuskan untuk menjadi pengusaha kuliner, khususnya bakso. Meski pada awalnya ia hanya bermodalkan semangat, tetapi karena kesabaran, ketekunan, dan keuletan yang dipoerolehnya dalam menjalankan bisnis tersebut, akhirnya bisnis bakso YCE mulai berkembang. Bahkan pengusaha asal Wonosobo ini sudah pantas untuk menyandang gelar entrepreneur muda.

Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso 300x188 - Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso

Tetapi ada yang berbeda dengan bakso yang dijual oleh Yohanes Chandra Ekajaya. Bisnis bakso yang ia jalankan tidak seperti bisnis bakso pada umumnya. Sebab ia menjual bakso beku atau bakso yang sudah di-freeze dengan sistem online. Usaha ini dilakukan oleh laki-laki paruh baya ini karena ia belum mempunyai toko sendiri.

Melihat respon positif dari masyarakat dan animo yang besar dari penduduk sekitar, maka Yohanes Chandra Ekajaya mulai menjual bakso beku buatannya kepada para pedagang bakso keliling. Pada awal-awal merintis usaha, ia menawarkan bakso beku buatannya kepada orang-orang terdekat. Dimulai dari keluarga, teman, dan tetangga.

Kemudian Yohanes Chandra Ekajaya mulai mempromosikan dan menawarkan bakso beku buatannya kepada rekan dan mitra kerjanya. Promosi dari mulut ke mulut ternyata lebih efektif sehingga pesanan yang datang kepada dirinya selalu meningkat setiap harinya. Dalam proses pembuatannya, setidaknya pria asal Wonosobo ini membutuhkan daging ayam seberat 20 kilogram per harinya.

Dari daging ayam tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya kemudian mengolah daging-daging tersebut menjadi bola-bola bakso dengan ukuran yang bervariasi. Biasanya disesuaikan dengan pesanan. Inilah salah satu bentuk fasilitas dan pelayanan yang diberikan YCE Balls. Ia mampu memberikan service membuat bola bakso yang ukurannya sesuai dengan pesanan konsumen. Hal ini tentu saja menjadi keunggulan dan kelebihan dari usaha bisnis miliknya.

Yohanes Chandra Ekajaya dan Nikmatnya Bisnis Sosis Serius

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko Pengusaha sosis sukses

Pebisnis muda Yohanes Chandra Ekajaya menikmati bisnis sosis

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan pengalamannya menjadi pengusaha muda. Pemuda sukses kelahiran Malang, Jawa Timur ini tertarik memproduksi jenis makanan beku yang dijamin bebas bahan pengawet dan pewarna buatan. Keprihatinan melihat beragam jemis makanan cepat saji yang diproduksi dengan tambahan bahan pengawet, pewarna, dan kimia berbahaya lainnya mendorong Yohanes Chandra Ekajaya untuk membuat menu makanan sehat yang aman dikonsumsi oleh anak-anak. Dengan penuh ketekunan, Yohanes Chandra Ekajaya sukses menjalankan bisnis tersebut.

Mengawali bisnisnya di tahun 2010 silam, sebenarnya Yohanes Chandra Ekajaya tak memiliki keahlian khusus dalam hal masak-memasak. Pengalamannya sebagai penjual buah  di pinggir jalan, sedikit banyak memberikan pengalamana melakoni kegiatan bisnis.

Dengan nama Sosis Serius sebagai brand produknya. Yohanes Chandra Ekajaya yang sempat menempuh bangku pendidikan setingkat sarjana ini meramu sosis dengan bahan berkualitas tanpa menggunakan pengawet, pewarna, dan sebagainya. Selain itu, pembungkus sosis pun dikemas dengan menarik.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko Pengusaha sosis sukses

Dengan mengajak mitra bisnis lebih dari 400 agen yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, saat ini Yohanes Chandra Ekajaya  dapat mengantongi omzet sekitar Rp 4  miliar setiap bulannya dan mampu memasarkan lebih dari 30 ton daging olahan ke berbagai penjuru daerah.

Meskipun kesuksesan telah berada di genggaman Yohanes Chandra Ekajaya ini, berencana meluncurkan brand produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen menengah ke bawah dan mencoba ekspansi ke Australia untuk memperluas jangkauan pasarnya. Kini, sosis buatan Yohanes Chandra Ekajaya  telah berhasil didistribusikan di berbagai daerah, swalayan, supermarket, dan sebagainya.

Meski telah sukses mengantongi omzet ratusan juta rupiah, Yohanes Chandra Ekajaya tak sedikitpun berpuas diri. Pasalnya, Yohanes Chandra Ekajaya pun selalu melakukan berbagai macam terobosan. Pada tahun 2014 ini, pengusaha sukses terebut berencana meluncurkan brand produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen menengah ke bawah dan mencoba melakukan ekspansi ke berbagai daerah. Dengan kualitas produk, layanan, dan strategi pemasaran, Yohanes Chandra Ekajaya   berhasil mempopulerkan bisnisnya tersebut hingga kini menjadi primadona di tengah bisnis sosis.

Yohanes Chandra Ekajaya Tips Merawat Murai Lebih dari Satu

Ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika penghobi memelihara Murai Batu lebih dari satu ekor. Dengan semakin banyaknya Murai Batu yang kita miliki maka perawatan yang harus kita perhatikan juga akan semakin kompleks kata Yohanes Chandra Ekajaya yang berpengalaman memelihara lebih dari 20 ekor Murai batu. Tidak hanya perhatian pada perawatan rutin Murai Batu saja seperti pakannya, menjemur, pemandian, dll,faktor-faktor di luar itu juga dapat memengaruhi, terutama yang berkaitan dengan hubungan/interaksi Murai Batu yang satu dengan yang lain perlu untuk dijaga.

 

Makanya jika anda mengunjungi tempat penangkaran Murai Batu yang notabene memiliki banyak Murai Batu di dalamnya, para penangkar tidak asal-asalan dalam meletakkan Murai Batu. Ada aspek-aspek penting yang harus dijaga untuk menghindari dampak negatif yang akan ditimbulkannya. Misalnya, tidak meletakkan Murai Batu dewasa berdampingan dengan Murai Batu berusia muda (trotol),dikarenakan, hal itu dapat menyebabkan stress pada Murai Batu muda yang masih belum siap mentalnya untuk bertanding. Lebih dari itu, apabila Murai Batu muda tersebut sedang mengalami masa mabung, kemungkinan besar masa mabungnya tidak akan berjalan dengan sempurna.

 

Hal-hal teknis seperti itu mungkin terkesan sepele, tapi jangan dianggap remeh pengaruhnya bagi perkembangan Murai Batu. Apalagi melihat Murai Batu adalah jenis burung fighter yang mudah sekali terpancing naik birahinya, jika tidak disesuaikan dengan kondisi fisik baik dari segi umur, kesehatan, maupun mental, inilah yang ditakutkan memberikan pengaruh negatif bagi Murai Batu tersebut kata Yohanes Chandra Ekajaya.

 

Untuk itu, di bawah ini beberapa tips dari Yohanes Chandra Ekajaya yang harus anda perhatikan ketika memelihara Murai Batu lebih dari satu :

 

Menggunakan kerodong pada sangkarnya

 

Penggunaan kerodong sangat penting untuk mencegah timbulnya pertarungan antar sesama Murai Batu milik anda yang mungkin dalam hal ini hanya akan menguras energi/stamina burung tersebut.Murai Batu adalah jenis burung yang sangat agresif jika bertemu lawannnya, ditakutkan Murai Batu malah menjadi bringas ketika bertatapan muka dengan Murai Batu lainnya secara langsung, apalagi jika peristiwa itu tidak terlalu penting (bukan dalam lomba), tentu hanya kesia-siaan belaka.

 

Jauhkan sesama Murai Batu saat dilakukan penjemuran dan pemandian

 

pun demikian halnya saat dilakukan perawatan penjemuran dan pemandian. Dimana Murai Batu harus dalam keadaan terbuka pada lingkungan sekitar, maka anda harus menjauhkan jarak antara Murai Batu yang satu dengan yang lain supaya tidak memancing Murai Batu melakukan pertarungan kicauan. Khusus pada pemandian, lakukan proses bergilir, jangan digabungkan Murai Batu dalam satu wadah (keramba) sekaligus.

 

Jangan letakkan sangkar dalam satu ruangan

 

Banyak penghobi yang sesuka hati menjajarkan sangkar-sangkar Murai Batu, padahal ini bisa menciptakan suasana yang tidak nyaman, karena sepanjang harinya kecenderungan Murai Batu dalam kondisi naik birahi. Murai Batu akan sulit memperoleh ketenangan jika peletakkan sangkar seperti itu. Oleh karenanya, taruhlah sangkar-sangkar Murai Batu dalam ruang yang berbeda-beda dan jangan berdekatan. Jikapun dalam satu ruangan ada beberapa sangkar, sebaiknya sangkar tersebut merupakan sangkar burung jenis lain, ini malah baik sekalian untuk menjadi pemaster bagi kicauan Murai Batu.

 

Jangan menggabungkan Murai Batu dalam satu sangkar

 

Ini merupakan kesalahan fatal jika ada penghobi yang menggabungkan beberapa Murai Batu dalam satu sangkar. Hal tersebut hanya boleh dilakukan jika hendak melakukan proses perkawinan pada Murai Batu saja. Selain hal itu, sangat dilarang. Bisa-bisa Murai Batu terlibat pertarungan dan perkelahian, sebagaimana naluri Murai Batu di alam liar yang ingin menunjukkan keperkasaannya sebagai burung juara.

 

Demikianlah beberapa tips  dari Yohanes Chandra Ekajaya yang perlu anda ketahui selaku penghobi yang memelihara Murai Batu lebih dari satu. Jangan sampai ketidaktahuan anda dalam memelihara banyak Murai Batu, justru akan berpengaruh buruk terhadap Murai-Murai Batu milik anda tersebut.