Ponsel “Dual Camera” Ramai di 2016, Kenapa Oppo Baru Mengenalkannya Sekarang?

Ponsel "Dual Camera" Ramai di 2016, Kenapa Oppo Baru Mengenalkannya Sekarang?

Kamera ganda alias dual-camera sudah menjadi tren pada ponsel flagship sejak 2016 lalu. Beberapa vendor yang sudah mengimplementasikannya adalah Apple melalui iPhone 7 Plus dan LG melalui seri G5. Kamera ganda memungkinkan bidikan dari dua lensa berbeda dalam satu perangkat. Pada iPhone 7 Plus, pengguna bisa melakukan optical zoom hingga dua kali tanpa mengurangi kualitas foto.

Lalu kenapa Oppo baru merilis teknologi serupa pada MWC 2017? Menurut Hardware Director Oppo, King Bai, teknologi dual-camera yang diusung jauh berbeda dari yang sudah-sudah dan dibuat berdasarkan kebutuhan pengguna.

“Dari hasil penelitian kami, kebutuhan pengguna untuk kamera smartphone adalah zoom hingga lima kali,” kata Bai kepada jurnalis Kompas.com, Fatimah Kartini di ajang MWC, Barcelona, Spanyol, beberapa saat lalu.

Teknologi bertajuk “5x Dual-Camera Zoom” atau “5x Lossless Zoom” dari Oppo memang memungkinkan optical zoom paling tinggi sejauh ini dibandingkan kompetitornya, yakni hingga lima kali. Selain itu, ada beberapa kelebihan yang diklaim King Bai.

“Kami menggunakan struktur periskop yang bikin smartphone tidak tebal dan stabilitasnya terjaga,” ia menjelaskan.

Struktur periskop selama ini sudah familiar diterapkan pada kamera profesional DSLR namun baru pertama kali digodok untuk kamera smartphone. Dalam konteks ini, Oppo menerapkan struktur mirip kapal teropong kapal selam itu di lensa telephoto-nya untuk menangkap ketajaman gambar.

Struktur periskop menyamping memungkinkan modul kamera tetap tipis, sehingga tak menonjol keluar. Pada dasarnya, mekanisme ini membuat lensa telephoto pada teknologi 5x mampu melakukan optical zoom sampai tiga kali.

Lantas, lensa lainnya adalah wide-angle untuk menangkap gambar lebar. Lensa wide-angle itu mampu melakukan optical zoom satu kali.

Penggabungan jepretan wide-angle dengan telephoto pada akhirnya menghasilkan kemampuan zoom hingga lima kali.

“Ini benar-benar teknologi yang revolusioner,” kata King Bai.

Ia sendiri mengakui struktur periskop menyamping butuh waktu lama untuk dikembangkan pada kamera smartphone, yakni lebih dari satu tahun. Idenya sendiri pertama kali muncul tiga tahun lalu.

Meski demikian, teknologi itu tak buru-buru direalisasikan dalam bentuk smartphone. King Bai sesumbar Oppo hanya bakal merilis produk ke pasaran jika dianggap 100 persen matang.

“Kami harus lakukan banyak pengujian. Saat ini sudah dilakukan uji ketahanan dengan membanting dari ketinggian 1,5 meter sebanyak 40.000 kali,” ia menjelaskan.

Benchmark Vivo X9 Tembus 62 Ribu di AnTuTu

Benchmark Vivo X9 Tembus 62 Ribu di AnTuTu

Kinerja smartphone Vivo X9 di kelas menengah terbilang cukup kompetitif di kelasnya. Berdasarkan benchmark yang dirilis oleh GSM Insider, smartphone Vivo X9 ini mampu menembus angka 62.300 di aplikasi AnTuTu. Hal ini menunjukkan bahwa ponsel ini sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Performa yang ditawarkan oleh Vivo X9 cukup gahar di kelas menengah premium dengan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 625 yang mengusung prosesor octa-core ARM Cortex-A53 64-bit yang terdiri dari quad-core berkecepatan 2GHz dan quad-core berkecepatan 1,2GHz dipadukan dengan memori RAM sebesar 4GB dan didukung pengolah grafis dari Adreno 506.

Ponsel kelas menengah Vivo X9 mengusung layar sentuh berukuran 5,5 inci dengan resolusi full HD 1920 x 1080 piksel yang menggunakan teknologi panel Super AMOLED (Active Matrix Light Emiting Diode) yang menawarkan kerapatan hingga 401 piksel per inci. Tak disebutkan adanya proteksi antigores pada layar ponsel ini. Vivo X9 menggunakan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow dengan antarmuka FunTouch OS.

Sisi kamera, Vivo membekali X9 ini dengan dua kamera depan berkekuatan 20 megapiksel dengan aperture f/2.0 didukung sensor Sony IMX376 dan kamera sekunder 8 megapiksel. Kamera belakang Vivo X9 ini tak kalah gahar dengan mengusung resolusi 16 megapiksel dengan aperture f/2.0 yang didukung kemampuan phase-detection autofokus dan LED flash.

Smartphone kelas atas Vivo X9 ini dibekali dengan memori internal berkapasitas 64GB atau 128GB tanpa kehadiran slot microSD, sehingga tidak dapat ekspansi memori eksternal. Smartphone ini mendukung konektivitas 4G LTE, Bluetooth, 3G HSPA, port micro USB, WiFi, GPS, dan sensor sidik jari. Ponsel ini didukung baterai berkapasitas 3050mAh. Ponsel ini juga didukung audio HiFi dengan DAC AK4736.

Enam Desa Ditarget Bebas ODF Juli

Enam Desa Ditarget Bebas ODF Juli

Enam desa di Kecamatan Sale ditargetkan bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada bulan Juli mendatang. Terdapat tiga desa yang menjadi fokus perhatian pihak kecamatan, yakni Sale, Jinanten dan Mrayun. Hal itu, dikarenakan masih banyaknya kepala keluarga yang belum memiliki jamban.

Program bebas BABS memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Rembang. Tren peningkatan desa yang lolos verifikasi bebas BABS dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Pada tahun 2016 ada sebanyak 102 desa yang lolos verifikasi, lumlah tersebut meningkat tajam dibanding tahun 2015 yang hanya ada 50 desa bebas BABS. Tahun 2017, Pemkab menargetkan 111 desa yang tersisa tidak lagi buang air besar di sembarang tempat.

Sementara itu, Kecamatan Sale menjadi salah satu wilayah yang semua desanya belum bebas BABS. Camat Sale Kunardi menjelaskan, terdapat enam desa di wilayahnya yang belum lolos verifikasi bebas BABS. Yakni, Desa Jinanten, Tahunan, Mrayun, Bancang, Sale dan Wonokerto.
Pihaknya sendiri terus mengupayakan agar enam desa tersisa itu bisa menyusul sembilan lainnya yang telah lolos bebas BABS. Diantaranya, melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui kegiatan bersama. “Kami ada Jumat bersih dan pramuka peduli,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mendapat bantuan dari 35 mahasiswa dari salah satu kampus swasta di Rembang yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kunardi mengungkapkan sengaja menempatkan mahasiswa itu di tiga desa, yakni Sale, Mrayun dan Jinanten. “Karena kepala keluarganya yang belum punya jamban masih cukup tinggi. Enam desa ini kita targetkan bulan Juli bisa bebas BABS,” jelasnya.

Chandra Ekajaya Usaha Seafood Raup Untung

Dok.Chandra Ekajaya

Bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang tidak mengenal musim dan anti krisis. Usaha ini sangat mudah kita temui di berbagai tempat, dan inilah salah satu usaha yang dirintis oleh Chandra Ekajaya dengan membuka bisnis kuliner Seafood.

Dok.Chandra Ekajaya

Bisnis kuliner terutama seafood tergolong usaha yang sangat menguntungkan sebab sajian makana laut memiliki keitimewaan sendiri di lidah para penikmat kuliner. Terlebih Sekarang ini marak para pelaku usaha di bisnis kuliner yang terjun ke dalam bisnis seafood karena prospeknya yang sangat menjanjikan

Tempat atau warung seafood milik Chandra Ekajaya bisa dibilang sederhana, tidak mewah. Namun pembelinya cukup banyak dari berbagai kalangan. Dimulai dari kalangan para pejalan kaki hingga kalangan yang mempunyai mobil. Bahan baku seafood  yang harus dipersiapka oleh Chandra Ekajaya persiapkan setiap harinya mencapai 4 kuintal ikan, kepiting, cumi-cumi dan lain sebagainya.

Dok.Chandra Ekajaya

Warung makan seafood nya ini buka dari jam 16.00 WIB sampai tengah malah sekitar pukul 23.00 WIB. Untuk harga makanan yang dihidangkan sangat bervariasi tergantung bahan dasarnya.

“Seafood menjadi primadona masyarakat saat ini, peluang ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin” ujar Chandra Ekajaya.

Setiap hari warung seafood nya laris manis diserbu oleh para pelanggan yang datang dari sekitar kawasan tersebut atau bahkan dari luar kawasan daerah tersebut. Rasa yang enak dan harga yang terjangkau menjadi salah satu daya tarik kenapa warung seafood Chandra Ekajaya laris manis.

Dalam satu hari saja, keuntungan yang diraup dari bisnis kulinernya ini bisa mencapai jutaan rupiah tiap harinya.

Saat ini hanya baru ada saja warung seafood milik Chandra Ekajaya. Nantinya Chandra Ekajaya berniat untuk membuat cabang warung seafood nya, namun semua itu masih harus dipelajari lebih jauh lagi dan persiapan yang matang agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya Tentang Chandra Ekajaya Young Entrepeneur