Chandra Ekajaya: Ilusi Kapitalisme Pendidikan

Chandra Ekajaya Ilusi Kapitalisme Pendidikan

Pengusaha Chandra Ekajaya, di bulan Maret ini mencoba mengingatkan masyarakat sebagai bagian dari bangsa dan negara Indonesia untuk merefleksikan sistem pendidikan yang sudah dijalankan oleh negara ini. Seperti yang pernah disinggung oleh dirinya di beberapa tulisan yang lalu, bahwa pendidikan merupakan ujung tombak dari kebudayaan. Bahkan beberapa pendiri bangsa menyebutkan bahwa pendidikan adalah cara yang paling jitu dan ampuh untuk membangkitkan roh serta semangat bangsa untuk terus maju. Sepertinya rakyat dan pemerintah saat ini sudah mulai sadar bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Mereka pun sedang meneliti pendidikan-pendidikan masa lalu yang pernah dipraktikkan di Imperium Nuswantara. Mereka mengambil nilai-nilai yang bermanfaat, kemudian mengelaborasinya dengan kebutuhan di masa sekarang. Setidaknya bangsa dan negara ini sudah mulai peduli dengan kebutuhan generasi mudanya akan sistem pendidikan. Pemuda merupakan tulang punggung kehidupan negara. Itulah harapan yang membuat bangsa dan negara ini masih optimis.

Bila berbicara regenerasi, maka generasi muda inilah yang nantinya akan menggantikan generasi sebelumnya menduduki jabatan pemerintahan. Baik dalam lingkup nasional, provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, kelurahan, hingga wilayah kampung atau desa. Bagaimana pun juga merekalah yang akan menentukan nasib bangsa dan negara ini untuk masa-masa yang mendatang. Oleh sebab itu, sistem pendidikan tidak boleh tak diacuhkan, sebab bila nantinya sistem pendidikan ini diabaikan, maka sangat mengerikan bila membayangkan akan menjadi seperti apa nantinya bangsa dan negara ini. Para pemangku kebijakan yang diamanahkan untuk mengelola sistem pendidikan Indonesia menjelaskan bahwa tujuan dari pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik supaya menjadi manusia yang yakin, percaya, beriman serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sudah masuk di dalam formula dasar negara dan bangsa ini, yakni Sila Pertama Pancasila. Kemudian tujuan yang lainnya adalah supaya generasi muda bangsa ini nantinya mempunyai akhlak yang mulia, berpengetahuan, kreatif serta inovatif dan mandiri.

Chandra Ekajaya Ilusi Kapitalisme Pendidikan

Tanggungjawab merupakan kewajiban bagi seluruh warga negara dan rakyat Indonesia. Supaya ilmu atau pun pendidikan yang didapatkan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu pemerintah juga berperan aktif dalam menciptakan sistem pendidikan yang sesuai bagi generasi muda untuk masa depannya. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pun tujuan didirikannya negara Indonesia ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan dalam pasal di dalamnya, negara ini mempunyai visi dan misi yang mendunia. Bagaimana tidak? Lihat saja bab yang berbicara mengenai pendidikan. Dikatakan dalam pasal tersebut bahwa tujuan pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk persatuan bangsa dan bagi kemajuan peradaban serta kesejahteraan manusia. Meskipun tampak mulia dan sangat berperan aktif dalam pendidikan dunia, sayangnya hasil yang dirasakan oleh masyarakat tidak seperti yang didambakan dan dicita-citakan oleh bangsa dan negara ini. Bisa disebut negara ini telah gagal menghasilkan generasi muda yang terdidik dan mencerdaskan. Banyak sekali peristiwa dan fenomena yang mengiris dan menyayat hati.

Misalnya saja banyak anak sekolah yang justru tawuran. Mereka lebih suka berkelahi, itu pun tidak secara jantan. Inilah kesalahan karena sistem pendidikan yang dianut oleh bangsa dan negara ini menggunakan sistem pendidikan Barat dan Timur Tengah. Jika sistem pendidikan yang dianut oleh Indonesia merupakan sistem pendidikan peninggalan leluhur, maka tawuran antarpelajar tidak akan pernah terjadi. Setidaknya jika mereka berkelahi, mereka akan berkelahi secara jantan dan kesatria. Jika sistem pendidikan leluhur yang digunakan, maka tidak mungkin terjadi kasus-kasus yang tidak bermoral, seperti pergaulan bebas, aborsi, narkoba, dan bahkan pembunuhan. Perilaku dan sikap kriminal seperti ini yang berbahaya bagi masa depan bangsa dan negara ini. Sistem pendidikan yang dianut oleh negara ini justru hanya menghasilkan banyak pecundang dan orang yang senang dengan maksiat. Artinya sudah sangat jelas bahwa ada yang salah dengan pendidikan di Indonesia, apakah itu? Kesalahan itu bernama kapitalisme pendidikan. Meskipun tidak mengklaim, tetapi nilai, sifat, dan bentuknya sudah mendarah daging di pendidikan Indonesia.

Bagi kapitalisme, pendidikan adalah barang mewah. Sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendapatkan aksesnya. Banyak anak-anak yang kurang mampu secara finansial akhirnya tidak bisa mengakses pendidikan yang nantinya berguna untuk mengangkat harkat dan derajatnya. Maka tidak bisa disalahkan bila akhirnya mereka terjun ke dunia kriminal karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. Permasalahannya sungguh sangat rumit. Bahkan pelajaran yang berhubungan dengan moral, misalnya saja pelajaran agama pun ilmu-ilmu yang diberikan hanya sebatas hafalan untuk meraih nilai yang tinggi pada saat ujian. Sedangkan substansi ilmu tersebut yang berguna sebagai panduan dan pedoman hidup justru diabaikan. Maka sangat wajar jika sistem pendidikan hari ini hanya menghasilkan manusia-manusia yang mempunyai prestasi tinggi tetapi secara roh dan semangat sangat kering. Titik utama permasalahan ini adalah adanya pemisahan antara pendidikan, seni, dan spiritualitas. Padahal ketiga hal tersebut merupakan manifestasi dari kebudayaan. Ketiganya merupakan ujung tombak pada sektornya, dan saling berkaitan.

Chandra Ekajaya Kapitalisme Pendidikan

Sistem kapitalisme dalam pendidikan menjadikan setiap pendidik atau pun lembaga pendidikan sangat berorientasi pada uang. Karena itu biaya pendidikan semakin mahal, sedangkan pemerintah untuk menggaji para guru untuk dapat bertahan hidup pun masih kesusahan. Inilah yang dimaksudkan dengan ilusi kapitalisme pendidikan, dimana sistem tersebut seolah-olah memberikan tawaran masa depan yang cerah dan gemilang, serta bisa dijadikan jaminan, karena menurut salah satu universitas negeri yang terkenal pendidikan adalah investasi peradaban. Pengusaha Chandra Ekajaya sangat tidak sepakat dengan sistem pendidikan yang berorientasi uang tersebut. Ia justru menganjurkan supaya bangsa ini kembali menggali sistem pendidikan peninggalan leluhur. Sehingga seluruh elemen masyarakat dapat merasakan pendidkan yang mencerdaskan. Tetapi setidaknya pemerintah memang sudah mengupayakan untuk memberikan pendidikan gratis, meskipun dengan kualitas yang sangat rendah, karena bagaimana pun negara ini sedang mengalami defisit keuangan. Di dalam sistem kapitalisme, kekayaan negara tidak akan pernah cukup, karena kekayaannya hanya dikuasai oleh beberapa orang. Sehingga kepemilikian modal tidak merata, makanya negara mengalami defisit.

Pengusaha Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa sejarah masa lalu Indonesia adalah solusinya. Karena zaman dahulu dikisahkan bahwa penduduk manca negara justru belajar ke Indonesia, terutama di kawasan Sriwijaya. Kemudian untuk penduduk Nuswantara diberikan tempat khusus untuk belajar di pulau Jawa, tepatnya di kerajaan Lemuria. Bila pemerintah dan rakyat Indonesia mau belajar dari masa lalu, kemudian belajar untuk menyesuaikan dengan kebutuhan di zaman sekarang, lalu berusaha untuk melampauinya, maka bangsa dan negara ini akan menjadi rujukan ilmu pengetahuan dan teknologi dari seluruh dunia. Maka tidak menutup kemungkinan jika di masa lalu rakyat Nuswantara sudah menjadi poros sekaligus rujukan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi dari seluruh dunia. Hal ini bisa dibuktikan melalui bahasa dan bangunan-bangunan arsitekturnya.

Pengusaha Metafisika Merajai Dunia

Pengusaha Perusahaan Metafisika

Sudah menjadi pandangan umum jika pengusaha diidentikkan dengan materi. Tetapi tak selamanya pengusaha hanya berurusan dengan yang nampak saja.

Saat masih kecil, Chandra Ekajaya pasti tidak pernah mengira jika dirinya akan bersentuhan dengan klenik, dukun, dan supranatural secara intens. Padahal saat berusia lima tahun, pengusaha satu ini sangat takut dan membenci setiap hal yang berkaitan dengan metafisika. Terlebih ia tumbuh dalam lingkungan pengusaha, ayah dan ibunya adalah pengusaha yang sukses. Maka sangat wajar jika logika dan penalaran secara material positivis yang dipegang dirinya. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya, penduduknya masih sangat percaya dengan klenik dan mistik. Anak-anak setiap pulang sekolah selalu memainkan permainan yang berhubungan dengan makhluk astral. Misalnya saja mereka bermain jalangkung. Dengan menggunakan kertas putih yang ditulisi huruf dan angka dalam bentuk lingkaran, kemudian menggunakan jangka dan tutup spidol sebagai penyangga jari dan jangka. Maka permainan itu pun bisa dimulai.

Mereka mengucap mantra: Jalangkung-jalangkung, di sini ada setan. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Jalangkung-jalangkung, cepatlah kamu datang. Setelah mantra selesai dirapal, maka permainan itu segera bisa dimulai. Diantara kerumunan anak-anak itu, ada satu anak yang dibesarkan di keluarga pengusaha tadi. Ia tidak mampu mencerna permainan tersebut. Karena meskipun akal sehatnya mengingkari, tetapi ia melihat secara nyata bahwa ada makhluk yang benar-benar masuk ke dalam jangka, dan menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan. Selepas dari bermain jalangkung, anak dari pengusaha ini selalu terbayang-bayang dengan permainan itu dan makhluk halus yang benar-benar muncul. Meskipun ia tidak mampu melihatnya. Tetapi ia tahu bahwa makhluk itu benar-benar ada di sana. Setelah peristiwa tersebut ia tidak pernah melewatkan satu kali pun bermain dengan makhluk halus bersama teman-teman sebayanya.

Pengusaha Perusahaan Kertas

Bahkan karena terlalu sering bergaul dengan anak-anak desa itu, ayahnya yang merupakan orang kaya sangat marah kepada dirinya. Apalagi ibunya, mereka merasa nama baik sebagai keluarga kaya tercoreng karena anaknya mempercayai klenik, mistik, supranatural, dan metafisika. Bagi mereka, pengusaha adalah kasta yang tinggi. Posisinya setara dengan bangsawan. Maka dari itu sangat menghinakan nama baiknya bila sampai ada anak dari pasangan pengusaha yang sangat dihormati dan disegani mempercayai hal-hal mistik itu. Pasangan orang tua itu pun tak segan memberikan peringatan terakhir kepada dirinya. Bila ia masih bergaul dengan anak-anak desa dan melakukan permainan yang tidak masuk akal itu, maka ia akan dicoret dari keluarga besar pasangan tersebut. Meskipun saat itu ia masih berusia sangat muda, sebaya dengan anak-anak sekolah dasar, tetapi ia mempunyai niat, tekad, dan prinsip yang kuat. Bagaimana pun ia merupakan keturunan dari pasangan pengusaha yang hebat. Semangat pengusaha mengalir dalam darahnya dan merasuk ke dalam tulang sumsumnya.

Pada suatu malam yang petang, ia memutuskan untuk meninggalkan rumah dan hidup mandiri. Ia hidup bersama dengan teman-temannya dan berguru tentang mistik dan klenik kepada seorang guru yang hidupnya sederhana. Kehidupan glamor ala pengusaha yang sebelumnya ia nikmati kini menjadi hal yang sangat susah ia gapai. Namun, sebagai balas budi kepada guru dan teman-temannya, ia mengajarkan mereka prinsip-prinsip dasar menjadi pengusaha. Ia menjelaskan tentang nilai pantang menyerah, gigih, dan semangat berjuang. Bagi para pengusaha, hidup adalah perjuangan yang dilakukan secara terus-menerus. Ia menerangkan kepada teman-temannya bahwa untuk menjadi pengusaha yang sukses, maka ia harus berani untuk gagal. Tidak ada pengusaha yang tidak pernah gagal, itulah pesan kedua orang tuanya. Bahkan presiden Amerika Serikat John. F. Kennedy pun pernah mengatakan bahwa hanya orang yang berani untuk gagal secara total yang akan meraih keberhasilan secara total.

Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kegagalan bukanlah hal yang disenangi atau pun diharapkan. Tetapi kedua pasangan itu mengajarkan kepada anaknya bahwa dalam kegagalan itu ada pelajaran yang bisa diambil untuk meraih kesuksesan. Ia pun melanjutkan nilai berikutnya, yakni berani mencoba. Nilai yang satu ini masih terkait dengan nilai sebelumnya. Bagi para pengusaha, kegagalan sebenarnya tidak pernah ada. Bagi mereka, hal yang ada dan pasti adalah berhenti mencoba. Lalu nilai berikutnya adalah berani untuk merantau. Meskipun berawal dari konflik, tetapi keputusannya untuk meninggalkan rumah dan berani hidup mandiri serta mempelajari mistik merupakan bagian dari tindakan merantau. Bahkan ia tidak hanya merantau secara ragawi semata, tetapi secara akal dan pikiran pun ia berani melampauinya dengan mempelajari klenik. Meskipun dengan konsekuensi ia tidak diakui lagi sebagai keluarga pengusaha. Maka dari itu ia ingin membuat jalur sendiri, yakni pengusaha metafisika.

Setelah menyelesaikan pendidikan kawruh metafisikanya, ia bersama dengan kawan-kawannya sepakat untuk membuat perubahan besar bagi peradaban manusia ke depannya. Mereka percaya bahwa metafisika bukanlah hal yang tidak dapat dimengerti, melainkan hal yang belum dapat dimengerti. Misalnya saja teknologi listrik atau pun bola lampu merupakan teknologi yang sangat sulit diterima oleh akal dan pikiran manusia di zaman itu, tetapi karena berkembangnya ilmu pengetahuan dan infrastruktur yang mendukungnya, akhirnya teknologi tersebut bisa dipahami dan diterima oleh masyarakat. Maka mereka pun sadar bahwa untuk membuktikan pernyataan bahwa metafisika merupakan teknologi yang sangat canggih, diperlukan infrastruktur yang mendukungnya. Hal tersebut hanya bisa diwujudkan oleh para pengusaha yang mempunyai kemampuan modal yang sangat besar. Berangkat dari semangat itu pun mereka bekerja secara membabi buta. Mereka mempunyai tekad untuk sukses. Mereka berani untuk menjadi orang-orang yang sukses. Terutama anak dari pasangan pengusaha ini. Ia mempunyai keinginan untuk menjadi pengusaha metafisika.

Tentu tidaklah mudah untuk menyatukan dua anasir yang sangat berbeda. Logika dan rasionalitas menjadi ujung tombak dari pemikiran pengusaha, sedangkan kesantunan, budi pekerti, serta supranatural menjadi dasar dari pemikiran metafisika. Bila kedua hal ini bisa disatukan, maka akan tercipta sebuah pemikiran yang sangat dahsyat. Maka dari itu setelah mempunyai modal, ia bersama kawan-kawannya yang memang bertekad untuk mengangkat derajat metafisika pun bersepakat untuk membentuk sebuah perusahaan. Melalui cara yang bijaksana, mereka menentukan siapa pemimpin diantara mereka. Kemudian mereka pun membentuk struktur supaya perusahaan bekerja layaknya organisasi. Jabatan pemimpin perusahaan diduduki oleh Chandra Ekajaya. Karena secara kecerdasan manajemen dan mental, ia lebih baik dibandingkan teman-temannya. Mereka menyadari bila segala hal dikerjakan sendiri, maka energi yang dibutuhkan lebih besar. Selain itu belum tentu tujuan bersama mereka akan tercapai. Oleh karena itu mereka secara sadar dan legawa memilih posisi yang sesuai dengan kapasitasnya.

Meskipun bentuk perusahaan yang mereka dirikan merupakan perusahaan kertas, tetapi di dalam perusahaan tersebut mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung dunia metafisika. Bahkan mereka merancang sebuah perusahaan metafisika yang nantinya akan merajai setiap bisnis di seluruh dunia. Hal itu bisa tercapai karena tujuan utama mereka bukanlah materi, atau pun uang. Melainkan semangat untuk membentuk peradaban yang lebih baik bagi anak cucu generasi ke depan. Karena mempunyai visi seperti itu, maka tidak heran jika perusahaan ini hanya dalam waktu singkat mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang luas, dan dari usaha ini pun mempunyai dampak bagi kesejahteraan sosial masyarakat. Walau bukan yang pertama, tetapi seorang pengusaha yang meraih puncak prestasinya karena mampu menggerakkan visinya merupakan sosok seorang pengusaha yang mampu mengubah cara kerja dunia.

Secara metafisika itu sudah dijelaskan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, baik dalam hitungan satuan maupun puluhan tahun, akan terjadi sebuah peristiwa maha dahsyat. Dimana setiap orang di muka bumi dapat menyaksikan kesempatan melihat perubahan peradaban secara besar-besaran dan masif. Anak dari kedua pengusaha tadi merupakan salah satu tokoh yang akan mengisi perubahan besar tersebut. Bahkan setelah beberapa tahun berlalu, dan perusahan kertas itu tumbuh menjadi perusahaan raksasa, mereka mulai berani membuka diri mengenai visi dan misi mereka untuk membangun infrastruktur-infrastruktur dimana bangunan tersebut memungkinkan masyarakat untuk menerima kecanggihan teknologi metafisika. Dalam waktu yang singkat mereka telah membangun lingga dan yoni di setiap penjuru negeri. Bahkan dalam satu kabupaten ada beberapa bangunan lingga yoni. Menurut pengusaha perusahaan kertas itu, pembangunan lingga yoni bertujuan untuk memanggil kekuatan semesta supaya melindungi dan membangkitkan kekuatan dan kejayaan imperium Nuswantara.

Para pengusaha ini juga semakin gencar membuat seminar dan diskursus terkait klenik, metafisika, supranatural, dan mistik dengan ilmu pengetahuan. Mereka menyandingkan teori getaran atau string theory untuk memahamkan masyarakat tentang adanya dimensi-dimensi yang saling berhubungan. Pengusaha ini juga mengumpulkan kembali naskah-naskah kuno yang berada di luar negeri, sehingga generasi muda di negeri ini dapat mempelajarinya. Mereka juga membeli kembali semua hasil peradaban nenek moyang bangsa ini yang berada di luar negeri. Mereka mengusahakannya melalui berbagai macam cara. Misalnya melalui pembelian saham, penjualan lukisan, hingga dengan perlombaan dan parade perdamaian atau konferensi. Pengusaha adalah garda depan ekonomi, karena itu sumbangsih mereka dalam bidang metafisika adalah melalui ekonomi. Secara substansi mereka bisa disebut sebagai pengusaha metafisika karena mampu menjadikan metafisika, klenik, mistik, dan Nuswantara sebagai visi dan misi mereka. Bahkan pemimpin perusahaan ini pun tidak malu lagi bila harus bertemu kedua orang tuanya. Karena saat ini ia sudah melampaui pasangan pengusaha tersebut.

Para pengusaha ini mempunyai visi dan misi yang besar. Paradigma tentang metafisika yang sudah tertanam dan berkembang di masyarakat sudah mulai pudar. Revolusi paradigma telah dilancarkan. Masyarakat mulai kebingungan mencari pegangan. Inilah zaman dimana gara-gara muncul. Maka para pengusaha ini semakin mempererat genggaman tangan mereka untuk menyembut zaman pencerahan setelah adanya fase gara-gara ini. Mereka sangat yakin bahwa fase ini memang harus ada untuk menyeleksi manusia-manusia yang pantas untuk menyaksikan masa depan bangsa Nuswantara yang sangat cerah. Sebuah zaman dimana kecanggihan teknologi bersatu dengan kebijaksanaan mistik kuno. Para pengusaha pun kemudian menjalin hubungan dengan para budayawan, seniman, pengajar sekaligus pendidik. Mereka inilah para kesatria bangsa Nuswantara. Walaupun banyak masyarakat yang lebih mengenal mereka sebagai pengusaha metafisika, tetapi mereka tidak marah, karena memang itulah tujuan awal mereka. Berdasarkan perhitungan mereka masa pencerahan itu akan datang di tahun 2027.

Pengusaha Perusahaan Metafisika

Pengusaha-pengusaha semakin mempersiapkan infrastruktur dan sistem supaya sang kesatria yang terpilih dapat memimpin bangsa ini menjadi mercusuar dunia. Sehingga ke depannya para pengusaha metafisika ini pun akan merajai dunia. Mereka akan menciptakan sebuah tata dunia baru yang membuat seluruh masyarakat mendapatkan kesejahteraan sosial. Saat ini para pengusaha metafisika ini sedang berusaha mencari pemimpin yang akan membawa bangsa ini menuju zaman kebahagiaan. Sebuah zaman dimana tidak ada lagi orang yang menderita karena kemiskinan di negara ini. Zaman dimana pancasila benar-benar ditegakkan sebagai dasar negara. Pengusaha metafisika ini akan terus mengupayakan yang terbaik untuk nusa dan bangsanya.

Para pengusaha ini enggan menukar impian dan harapan mereka dengan uang atau pun harta. Senyum rakyat Nuswantara adalah harapan dan impian yang selalu mereka bawa dan jaga di lubuk hati dan sanubari mereka. Kini pengusaha metafisika ini akan membuat pergerakan yang sangat mendasar bagi bangkitnya imperium Nuswantara. Pemimpin perusahaan ini akan memetakan seluruh kesatria yang berada di bumi pertiwi dan yang sedang berada di luar negeri. Dengan membuat jejaring, maka akan lebih mudah untuk berkomunikasi dan menentukan langkah-langkah serta strategi yang harus diambil untuk kebangkitan Nuswantara memimpin seluruh dunia dan semesta.

Pengusaha ini masuk dalam list Panama Papers:
https://offshoreleaks.icij.org/nodes/12167896
https://offshoreleaks.icij.org/nodes/12203676
https://offshoreleaks.icij.org/nodes/110978

 

Chandra Ekajaya Sang Pengusaha Electone Yang Bergelar ST

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Nasib orang kedepan tidak ada yang tahu, apa yang kita cita-citakan belum tentu kita bisa menjadi apa yang kita inginkan itu. Bahkan malah sering kita diselewengkan ke sebuah profesi yang tidak kita duga dan jauh dari apa yang kita inginkan tapi malah membuat kita menjadi seorang yang beruntung dan lebih baik. Adalah Chandra Ekajaya, sang sarjana tekik mesin itu, adalah seorang yang memiliki  hobi main electone. Karena itu, hobinya disalurkan dalam acara-acara yang dihajat oleh para pejabat.

Profesinya saat ini memang sangat jauh dari apa yang ia jalani sebagai seorang sarjana teknik mesin ini. Ya, saat ini Chandra Ekajaya memiliki sebuah grup electone yang mempunyai puluhan biduan dan sering diundang dalam acara-acara besar, bahkan dalam sebuah acara penyambutan tamu negara. Electone yang tadinya hanyalah sebuah hiburan bagi rakyat jelata kini telah naik kasta ke kalangan pejabat dan dunia.

Dok.Chandra Ekajaya

Sebagai pemain electone, kostum yang dipakai selalu berganti-ganti, setidaknya Chabdra Ekajaya berusaha ‘tampil beda’ ketika electone-nya sedang ‘main’. Chandra Ekajaya menyadari, bahwa penampilan dirasa perlu harus berbeda dari penampilan keseharian. Oleh karena itu, topi unik tidak pernah ketinggalan menempel atas kepalanya. Bukan sekedar topi, tapi sudah dihias dalam rupa-bentuk not balok dan lainnya. Jadi, topi yang dipakai ‘berhiskan’ not balok.

Di sejumlah ruang pertunjukan itu, dengan tiga orang singers-nya, yang semuanya tampil seksi, Chandra Ekajaya ‘menggoyang’ hadirin dengan lagu-lagu dangdut. Bahkan bukan hanya dengan lagu, tetapi juga dengan guyon dan celotehan yang sifatnya, dalam bahasa Jawa, disebut sebagai ngenyek (meledek). Saat ini usaha electonenya ini sudah mempunyai banyak sekali orderan, dan bahkan untuk memesannya saat ini harus antri karena kesibukannya manggung di beberapa daerah.

Chandra Ekajaya Meraup Untung Dari Mitra Pentil Sapi

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Bagi kalian penghobi cemilan, jangan lewatkan mencicipi camilan unik satu ini, namanya Pentil Sapi. Pentil sebenarnya diadopsi dari nama pentol yang merupakan sebutan untuk kudapan sejenis bulatan daging (bakso) bagi warga Jawa Timur dengan bahan baku tepung kanji yang biasanya dicampur dengan daging sapi atau ikan agar lebih gurih. Belakangan ini, banyak pelaku usaha yang menawarkan aneka jenis pentol. Nah, salah satu pemainnya adalah Chandra Ekajaya di Malang, Jawa Timur. Mereka membuat gerai Pentil Sapi pada awal 2016 lalu. Yang diawali dengan berjualan secara berkeliling di kampung-kampung di Malang. Dan, meski usahanya belum terbilang lama, namun awal bulan ini mereka menawarkan kemitraan.

Chandra Ekajaya mengakui, meski belum genap setahun, sudah ada dua mitra bergabung. Chandra Ekajaya sendiri sudah membuka 15 gerai milik sendiri. Paket kemitraan Pentil Sapi dijual dengan harga Rp 16 juta. Mitra akan mendapat rombong, peralatan dan perlengkapan usaha, media pemasaran, bahan baku untuk awal usaha serta pelatihan karyawan.

Dok.Chandra Ekajaya

Kerjasama kemitraan berlangsung selama setahun. Untuk perpanjangan kontrak, mitra cukup membayar Rp 2 juta per dua tahun. Tak ada biaya royalti tapi mitra wajib membeli bahan pentol, saos, dan kemasan ke pusat. Pentil Sapi menyediakan berbagai jenis pentol. Yakni, Pentil Moncrot yang menjadi kekhasan gerai dan Pentil Bakar Sapi. Aneka saos pun melengkapi kelezatannya. Chandra Ekajaya bilang, dirinya akan menambah varian pentol, yakni keju, mozarella, urat dan cabe dengan topping keju dan katsuobushi. Banderol harga pentol ini mulai dari Rp 2.500 hingga Rp 5.000 per sajian.

Dia mengklaim, paket investasi yang terjangkau menjadi kelebihan Pentil Sapi. Selain itu, camilan ini sudah memiliki banyak penggemar. “Semua orang tahu pentol terbuat dari daging. Tapi Pentil Sapi berbeda karena dagingnya dicincang dan ada sensasi moncrot yang keluar dari pentolnya,” ujar Chandra Ekajaya.

Chandra Ekajaya Usaha Seafood Raup Untung

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang tidak mengenal musim dan anti krisis. Usaha ini sangat mudah kita temui di berbagai tempat, dan inilah salah satu usaha yang dirintis oleh Chandra Ekajaya dengan membuka bisnis kuliner Seafood.

Bisnis kuliner terutama seafood tergolong usaha yang sangat menguntungkan sebab sajian makana laut memiliki keitimewaan sendiri di lidah para penikmat kuliner. Terlebih Sekarang ini marak para pelaku usaha di bisnis kuliner yang terjun ke dalam bisnis seafood karena prospeknya yang sangat menjanjikan

Tempat atau warung seafood milik Chandra Ekajaya bisa dibilang sederhana, tidak mewah. Namun pembelinya cukup banyak dari berbagai kalangan. Dimulai dari kalangan para pejalan kaki hingga kalangan yang mempunyai mobil. Bahan baku seafood  yang harus dipersiapka oleh Chandra Ekajaya persiapkan setiap harinya mencapai 4 kuintal ikan, kepiting, cumi-cumi dan lain sebagainya.

Dok.Chandra Ekajaya

Warung makan seafood nya ini buka dari jam 16.00 WIB sampai tengah malah sekitar pukul 23.00 WIB. Untuk harga makanan yang dihidangkan sangat bervariasi tergantung bahan dasarnya.

“Seafood menjadi primadona masyarakat saat ini, peluang ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin” ujar Chandra Ekajaya.

Setiap hari warung seafood nya laris manis diserbu oleh para pelanggan yang datang dari sekitar kawasan tersebut atau bahkan dari luar kawasan daerah tersebut. Rasa yang enak dan harga yang terjangkau menjadi salah satu daya tarik kenapa warung seafood Chandra Ekajaya laris manis.

Dalam satu hari saja, keuntungan yang diraup dari bisnis kulinernya ini bisa mencapai jutaan rupiah tiap harinya.

Saat ini hanya baru ada saja warung seafood milik Chandra Ekajaya. Nantinya Chandra Ekajaya berniat untuk membuat cabang warung seafood nya, namun semua itu masih harus dipelajari lebih jauh lagi dan persiapan yang matang agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Chandra Ekajaya Pengusaha Sukses Peraih Penghargaan Young Entrpeneur

Dok.Chandra Ekajaya

 

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya merupakan salah satu pengusaha muda sukses di Indonesia. Saat ini umurnya baru saja menginjak kepala 3, namun kesuksesan dan pengalaman dirinya di dunia bisnis udah tidak bisa diragukan lagi. Chandra Ekajaya memiliki beberapa bisnis yang sukses di Indonesia antara lain bisnis fashion, bisnis property dan bisnis kuliner.

Dari ketiga jenis bisnis tersebut Chandra Ekajaya masuk dalam pengusaha muda sukses dengan pendapatan perbulan bisa mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Kegigihanya mengembangkan bisnis memang sudah ada sejak masa remaja. Chandra Ekajaya saat remaja sudah giat mencoba beraneka ragam bisnis. Sewaktu SMP dirinya pernah berjualan makana ringan di sekolah, waktu SMA dirinya juga pernah mencoba bisnis fashion berjualan baju, tas dan sepatu yang mengantarkan dirinya memilki brand fashion ternama Indonesia.

Dok.Chandra Ekajaya

Menurut Chandra Ekajaya bisnis seperti jalan hidupnya, dirinya lahir bukan dari golongan orang kaya raya dan mudah untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Chandra Ekajaya harus mengumpulkan uang sendiri untuk biaya jajan dan keperluan pribadinya karena orang tuanya hanya bisa mencukupoi kebutuhan sekolah dan makan sehari-hari.

Namun dari background kehidupan seperti itulah Chandra Ekajaya menjadi sosok yang bertanggung jawab dan juga pekerja keras. Sifatnya inilah yang mengantarkan dirinya sukses menapaki jalan bisnis. Bahkan pada tahun 2010 dirinya dinobatkan sebagai Young Entrepeneur Indonesia, pencapaian ini bukan penghargaan sembarangan. Penghargaan ini menunjukan eksistensi dan kesuksesan yang sudah didapat walaupun umumrnya masih terbilang muda bagi pengusaha yang sukses sampai seperti itu.

Menjadi pengusaha sukses juga tidak membuat Chandra Ekajaya sombong dan tidak peduli dengan orang lain. Jiwa sosila Chandra Ekajaya sangat tinggi, bahkan setiap bulanya dirinya selalu membuat acara amal untuk menyantuni masyarakat kekurangan dan anak yatim piatu. Dirinya juga mendirikan yayasan Kasih Chandra sebagai wadah organisasi sosial yang bergerak dalam untuk menyekolahkan anak-anak terlantar dan yatim piatu serta memberikan modal dan pelatihan kerja bagi para masyrakat yang ingin mengembangkan bisnis secara mandiri.

Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya - Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya 300x150 - Chandra EkajayaChandra ekajaya merupakan sosok yang sangat dicari terutama saat orang tersebut kedapatan berbuat curang terhadap rekanya yang bernama ediyosfi yang disinyalir merupakan kawan dia dalam usaha perampokan. Namun perbuatan tersebut nyatanya merupakan kong kalikong fitnah orang- orang dalam. Chandra ekajaya memiliki sesuatu yang seharusnya menjadi alibi yang jelas apalagi saat dianggap dia bekerja sama dengan ediyosfi.

Ediyosfi meskipun merupakan rekan yang selalu bersama Chandra ekajaya namun mereka terpisah dalam hal berpendapat. Tidak hanya itu pandangan mereka juga berbeda masalah bagaimana perusahaan memiliki visi dan misi yang dijalankan. Chandra ekajaya masih dianggap sebagai seorang yang bertannggung jawab dalam adanya kehilangan uang ini.

Uang operasional diambil oleh ediyosfi yang merupakan rekan Chandra ekajaya. Ini sungguh sangat memalukan karena uang yang ada pada perusahaan tersebut merupakan uang yang dialirkan untuk operasional distribusi migas.

Minyak dan gas yang digunakan di perusahaan tersebut nyatanya merupakan uang yang sudah dianggarkan oleh perusahaan pertamini yang berada di wilayah sekitar kabupaten boakboak. Di kabupaten ini Chandra dan ediyosfi bergabung dalam sebuah andak perusahaan yang didirikan oleh sultan batuboak. Chandra ekajaya sekarang menjadi buron karena fitnah yang terjadi saat ini.

Mereka berdua sedang dalam daftar buruan sultan batuboak. Namun perlu digaris bawhai bahwa Chandra ekajaya bukanlah orang yang slah seratus persen. Sebenarnya Chandra ekajaya juga tidak memakan uang dari hasil perampokan perusahaan. Secara kasar ini dianggap sebagai sebuah perampokan dana operasional, ya sebenarnya ini adalah penggelapan uang tingkat dewa.

Penggelapan dana operasional yang dilakukan oleh dua orang ini adalah sudah jelas. Namun tidak ada yang tahu bagaimana proses terjadinya oenggelapan uang ini.

Sampai saat ini belum ada kejelasan tentang kejadian tersebut oleh dua orang pelaku tersebut. Mungkin besok akan ada kejelasan yang lain yang akan diklarifikasi oleh dua orang ini.

Chandra Ekajaya Bukan Dalang

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Minyak merupakan sector penting didesa sukasek, ya sektor minyak menjadi begitu krusial tatkala desa ini memiliki rata-rata sawit menjadi mata pencaharian  penduduk. Orang sudah tahu bahwa darisektor sawit kita bisa maju dan menggalang kekayaan yang sebesar- besarnya. Namun perlu diketahui bahwa sekarang ini sedang terjadi polemik yang menjadi bahan untuk menurunkan nilai dari seorang Chandra Ekajaya.

Dia sudah dianggap sebagai dalang perkara minyak ini. Awalnya memang Chandra Ekajaya menjadi seorang pemimpin yang baik, bahkan sampai saat ini. Dia sudah dianggap sebagai seorang  yang mengangkat drajat warga sekitar desa dengan minyak. Minyak sawit menjadi pilihan utama yang siap dijadikan sebuah kemajuan.

Dok.Chandra Ekajaya

Yang terjadi di desa akhir-akhir ini yaitu kericuhan disebabkan oleh oknum yang melakukan sabotase minyak dari desa tetangga.  Ini menjadi polemic baru, polemic yang bertentangan dengan apa yang telah Chandra Ekajaya perbuat sampai saat ini.

Bagaikan kacang yang lupa kulitnya seolah Chandra Ekajaya dituduh sebagai dalang. Memang dia yang melakukan kebijakan tapi oknum memanfaatkanya dengan cara melakukan sbotase yang menjadikan omset sawit turun dan membuat para petani susah untuk mendapatakan keuntungan yang banyak. Chandra Ekajaya mengetahui hal tersebut namun beliau sepenuhnya tidak membnearkan diri. Alih alih membenarkan diri dia malah membuat  pernyataan seolah dia adalah dalangnya. Doa yang membuat nilai daripada sawit turun. Dia yang membuat sabotase sawit dari desa sebelah terjadi begitu saja.

Ini adalah sebuah pembelajaran baru baginya, bahwa kita tidak boleh asal percaya kepada seseorang. Kita tidak boleh untuk memberikan sesuatu akses yang luar biasa yang digunakan orang lain tanpa kita percaya sepenuhnya. Inilah pelajaran yang bisa diambil oleh kita.

Chandra Ekajaya Cara Ternak Gelatik

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya yang merupakan seorang penggemar unggas khususnya burung oceh-ocehan  merupakan salah satu orang yang sukses dalam beternak burung gelatik. Beternak Burung Gelatik tergolong lebih mudah daripada burung ocehan lainnya. Prospek budidaya Burung Gelatik saat ini cukup menguntungkan, hal ini karena populasi burung jenis ini yang semakin langka. Kunci utama dari keberhasilan budidaya burung Gelatik ini adalah keseriusan dan ketelatenan.

Untuk ukuran kandang seperti kepunyaan Chandra Ekajaya ialah berukuran 30 cm x 40 cm untuk setiap pasangnya. Bahan yang dapat anda gunakan untuk membuat kandang adalah kerangka besi atau kerangka kayu. Kemudian ditutup dengan menggunakan kawat kasa berukuran 1 cm x 1 cm. Atapnya dapat menggunakan asbes, seng, genting atau tripleks. Agar sinar matahari dapat masuk ke dalam kandang dengan maksimal, disarankan untuk menggunakan kawat kasa. Sinar yang masuk dimanfaatkan untuk berjemur usai burung mandi, sebab burung ini suka membasahi bulunya dengan air.

Dok.Chandra Ekajaya

Untuk memulai pemaparan cara beternak gelatik, menurut Chandra Ekajaya  ada beberapa hal yang harus dipersiapkan secara benar. Salah satunya adalah pemilihan calon induk. Agar penangkaran dapat berhasil dengan baik, maka penentuan induk sebagai F1 harus juga yang benar-benar terbaik. Dalam menentukan induk tersebut pengetahuan dasar tentang jenis kelamin, tingkah laku, dan umur burung akan sangat berperan. Jika dapat mendapatkan indukan yang bagus tentunya upaya penangkaran dapat berjalan dengan maksimal.

Indukan yang baik tentunya berasal dari burung yang baik juga. Umumnya burung yang baik tersebut dapat diperoleh dari penangkar yang sudah sukses. Harus diketahui pula bahwa kesuburan, warna, dan hal lainnya yang bersifat genetis diturunkan dari induk ke anaknya sehingga dari induk yang baik akan dapat diperoleh anakan yang baik pula. Dari induk seperti ini kita sudah mendapatkan 50% keberhasilan. Sisanya tergantung bagaimana cara kita merawatnya kata Chandra Ekajaya.

Menteri Yohanes Chandra Ekajaya Dorong Pertumbuhan UKM di Indonesia Dengan Internet

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Chandra Ekajaya ternyata memberikan apresiasi dan perhatian lebih atas perkembangan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia. Hal ini ditujukan dengan pemberian akses langsung serta menjalin komunikasi intens dengan beberapa sponsor atau orang yang berkepentingan agar semakin memperluar jaringan pemasaran, produksi UKM di Indonesia.

Menteri Chandra Ekajaya mengungkapkan, bahwa sudah menjadi tanggung jawab bagi dirinya dan pemerintahan untuk ikut aktif berperan dalam menumbuhkan serta mengembangkan perekonomian masyarakat kecil khususnya UKM. Terlebih, Khususnya dengan memberikan inovasi pemanfaatan teknologi internet sebagai media pemasaran dna perluasan pemasaran produk.

“Di zaman yang serba digital ini semua akses menjadi lebih mudah dna juga cepat. Pemanfaatan media internet sebagai sarana pemasaran produk harus mulai ditingkatkan. Hal ini merupakan peluang bagi para pebisnis untuk semakin memperluas jaringan pemasaran mereka,”  ujar Menteri Chandra Ekajaya.

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Yohanes Chandra Ekajay juga memberikan pandangan tentang pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yang semakin tumbuh dengan pesat, data dari KOMINFO hampir 19 persen per tahun pertumbuhan Internet yang ada di Indonesia.dan yang lebih menggembirakan sebagian besar pengguna internet adalah pelaku bisnis dan jugac UKM. Dari data yang ada  hampir 10 persen dari 57 juta UKM telah menggunakan internet.

Kemudahan yang diberikan dalam membuka dan memperluas bisnis di Internet merupakan keunggulan tersendiri. Mulai dari profil usaha hingga lokasi toko bahkan produk apa yang dijual sudah tersedia. Banyak sekali website yang bisa digunakan sebagai media pemasaran, tinggal bagaimana penjual mau mengoptimalkan hal tersebut.

“sekarang fasilitas internet sudah tersedia dan mudah dipahami bagi pelaku UKM. Sehingga penjualan mereka bisa meningkat dan mendapatkan keuntungan yang besar,” ujar Menteri Yohanes Chandra Ekajaya.

Tapi Menteri Yohanes Chandra Ekajaya memberikan wejangan bahwa penggunaan media internet sebagai media pemasaran produk juga harus diperhatikan oleh para peengguna (penjuak) dan juga yang menggunakan (pembeli). Jangan sampai penjual mengecewakan pembeli, dan juga pembeli juga harus berhati-hati dan selektif ketika akan membeli produk secara online.