Chandra Ekajaya Jualan Furniture Tanpa Toko

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Kursi unik

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Kursi unik

Bermain di bidang marketing, Chandra Ekajaya bisa dikatakan sukses dan mampu meraup untung sampai ratusan juta rupiah setiap bulan. Melalui usahanya itu, Chandra Ekajaya dapat melebarkan sayap untuk setiap produknya yang ada di gudang rumahnya. Chandra Ekajaya terobsesi dari perusahaan besar seperti Apple, Google, Amazon, Disney, dan laninya yang memulai bisnisnya dr rumah.

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Lemari unik

Chandra Ekajaya sangat optimis dengan skill nya yang mampu mengoptimalkan banyak fitur dari google. Ia mendirikan sebuah perusahaan bernama Playwood.com. Perusahaan milik Chandra Ekajaya ini bergerak di bidang furnitur sebagai penunjang interioir design yang berbahan baku utama dari berbagai macam jenis kayu. Proses kreatif yang dijalankan oleh Chandra Ekajaya ini memang sudah banyak yang menjalankannya, akan tetapi dengan konsep yang berbeda.

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Meja unik

Chandra Ekajaya menggolongkan produk Playwood.com dengan kompetitornya ialah masalah teknik pembuatan dan pemasaran atau marketingnya yang mempunyai teknik dan cara khusus. Hanya dengan 15 tenaga di perusahaannya, Chandra Ekajaya berhasil memproduksi 150 produk dengan berbagai macam desain. Penghasilan yang ia dapatkan tiap bulannya cukup mencengangkan, karena produknya dijual tanpa menggunakan toko alias online jadi tidak membebani pajak gedung. Untuk sebulannya penghasilan Chandra Ekajaya mencapai 250-500 juta rupiah.

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Perabot Rumah tangga

Untuk masalah ekspor, Chandra Ekajaya masih dalam tahap mencoba. Walaupun sudah banyak peminatnya di luar negeri tapi Chandra Ekajaya kadang masih kesulitan untuk masalah pengiriman dikarenakan ia tidak memproduksi secara masal atau limited edition maka biaya kirim yang dibebankan kepadanya juga lumayan tinggi sehingga sebagian besar peminat dari luar negeri merupakan kolektor ataupun pengusaha interior desain.

Produk-produk yang banyak diminati oleh para pelanggan domestik sebagian besar ialah furniture-furniture yang ringan sebagai pelengkap dan hiasan untuk mempercantik ruangan dari pembeli tersebut. Tak jarang juga beberapa furniture seperti lemari dan meja juga ada yang memesan. Untuk pasar luar negeri yang paling laku dari produk Chandra Ekajaya sebagian besar adalah furniture kitchen set, meja makan, set meja ruang tamu dan ruang santai karena sebagian besar para pembelinya di luar negeri lebih mengutamakan dari segi futuristik dan keunikannya.

Silahkan Baca Lebih Dalam Tentang Pengusaha Chandra Ekajaya

 

Chandra Ekajaya Jadi Komoditas Ekspor, Petani jadi Jutawan  

Lobster air tawar yang merupakan Crustacea yang memiliki nilai ekonomis yang terbilang tinggi. Ini karena lobster tersebut sering dihidangkan dalam jamuan mewah dan menjadi menu yang paling spesial. Faktanya, permintaan pasar akan lobster air tawar ini belum mampu tercukupi oleh ketersediaan dari para petani. Sehingga peluang membudidayakan lobster air tawar masih terbuka lebar dan sangat menggiurkan. Terutama untuk pasar luar negeri yang masih sangat menggantungkan produksinya dari Indonesia.

Chandra Ekajaya Petani jadi Jutawan  

Chandra Ekajaya yang merupakan salah seorang petani lobster mengungkapkan bahwa  rata-rata harga lobster air tawar yang dijual ke para pengepul berkisar antara Rp125 ribu sampai Rp150 ribu. Harga tersebut akan melonjak tajam jika dijual ke restoran yakni mencapai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu. Harga bakal semakin meningkat apabila berhasil menembus pasar internasional dengan mengekspor lobster air tawar ke negara-negara premium seperti Singapura, Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.

Lobster air tawar bisa hidup dengan baik di lingkungan perairan yang mempunyai tingkat keasaman 7-9. Suhu air yang ideal adalah 25-29 °C dengan kandungan oksigen terlarut di atas 4 ppm. Chandra Ekajaya  mengatakan bahwa sebenarnya dalam aplikasinya, Anda bisa menggunakan media pemeliharaan berupa akuarium, kolam tanah, kolam terpal, kolam beton, atau kolam fiber.

Jenis kelamin lobster air mulai dapat diketahui setelah usianya 3-4 bulan dan berukuran 3 inci. Lobster jantan memiliki bercak merah di capit luarnya dan ada tonjolan alat kelamin di pangkal kaki ketiga dari bawah. Sedangkan lobster betina terlihat mempunyai lubang alat kelamin pada pangkal kaki dari ekor dan tidak ada bercak merah di capit luarnya.

Pilih indukan lobster yang berpostur besar, pertumbuhannya cepat, jenis kelaminnya jelas, dan berasal dari varietas unggulan. Semakin besar ukuran indukan lobster tersebut, maka jumlah telur yang mampu dihasilkan pun akan semakin banyak. Letakkan 3 lobster jantan dan 5 lobster betina sekaligus di kolam pemijahan yang berukuran 1 x 0,5 x 0,5 m. Tambahkan 8 pipa peralon berdiameter 2 inci dan panjang 15-20 cm sebagai tempat persembunyian lobster.

Jenis pakan yang dapat diberikan setelah proses penetasan telur yaitu cacing pita atau cacing beku dengan jumlah 3 persen dari berat badannya. Hindari memberikan sayur-mayur dan umbi-umbian pada tahap awal ini. Pakan diberikan sebanyak dua kali sehari dengan takaran 25% saat pagi dan 75% ketika sore.

“Risiko kematian pada tahap pemeliharaan benih bisa dipicu oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal misalnya lobster gagal melakukan proses pergantian kulit. Sementara faktor eksternal bisa disebabkan karena tercemarnya lingkungan perairan di kolam pemeliharaan,” ungkap Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Petani Lobster

Lobster bisa mulai dipanen setelah ukurannya mencapai 3-5 cm. Biasanya permintaan lobster dengan ukuran tersebut berasal dari para petani yang ingin membudidayakan lobster air tawar secara mandiri. Anda bisa menjualnya per paket yang berisi 3 lobster jantan dan 5 lobster betina yang dibandrol sekitar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu.

Sementara permintaan pasar untuk lobster konsumsi, bobot yang diharapkan berkisar 100-300 gram. Harga akan semakin meningkat seiring dengan makin besarnya ukuran lobster tersebut. Namun di sisi lain lobster yang berukuran jumbo ini sanggup menghasilkan telur dalam jumlah yang melimpah sehingga sayang bila harus dijual untuk keperluan konsumsi.

Silahkan Baca Lebih Dalam Tentang Pengusaha Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi extreeme

Chandra Ekajaya Juni 2016 silam menggegerkan jagat modifikasi, karena memasang turbo di All New Satria F150 alias Satria injeksi. Tak hanya terpasang, namun benar-benar berfungsi! Nah di awal 2017 ini, Chandra Ekajaya kembali memodifikasi Satria, bedanya beraliran fashion. “Niatnya buat kontes, kan masih jarang Satria injeksi ikut kontes,” terangnya. Tampang lebih menarik mata tentu jadi target utama. Diapain saja ya? “Lapis karbon, pasang part custom dan aksesori branded,” papar pria berambut ikal ini.

Mayoritas bodi yang aslinya motif kulit jeruk, seluruhnya dilapis karbon. Tuh lihat dari visor di atas lampu, sayap tipis samping radiator, sampai bodi belakang dan sepatbornya semua dilapis karbon. Tampangnya tetap serba hitam namun berkelas, makanya Chandra Ekajaya menamakan motor ini BlackCatDeath. Part custom bisa dijumpai di perangkat rem, yaitu braket kaliper Brembo, yang tentu saja belum ada yang jual. Sayang untuk rem depan proyek bikin disc brake custom belum selesai.

“Untuk pasang kaliper Brembo 4 piston, disc brake wajib custom agar kaliper enggak mentok pelek, sayang belum kelar nih,”papar pria asli Yogyakarta ini. Lampu depan ternyata juga custom, ganti model proyektor lengkap dengan angel eyes. Uniknya warna yang muncul bisa diubah-ubah karena pakai LED RGB. Dan uniknya lagi setingnya pakai HP!”Bisa gitu karena sudah aplikasi wifi LED controller” terang Chandra Ekajaya.

Untuk aksesori branded, bisa dilihat mulai dari master rem, slang rem, handel kopling, steering damper, knalpot, footstep sampai sokbreker. Berkelas semua nih! Oiya sebagai pencinta balap, Chandra Ekajaya enggak membiarkan mesin 150cc DOHC 4 klep tetap standar.Tak cuma ganti knalpot, tapi juga filter udara model open, pasang piggyback dan ganti injektor GSX-R150! Pantas larinya ngacir banget!

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi bagus

Biaya yang dikeluarkan Chandra Ekajaya sebenarnya tidak sedikit tapi ia puas karena dari hasil modifnya ini banyak kejuaraan kontes yang ia menangkan, tidak cuma cantik di tampilan tapi juga kenceng di jalanan. Itu tadi kepuasan dari mengcustom motor yang dilakukan oleh Chandra Ekajaya walaupun banyak keluar uang tetapi banyak kepuasan yang didapatkan dari hobinya tersebut.

Silahkan Baca Lebih Dalam Tentang Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa

Ada keinginan besar Chandra Ekajaya, 46 memperluas pemasaran kue keranjang pabrik Hamsyong ke negara lain. Alasannya, tak lain untuk melestarikan budaya nenek moyangnya yang mulai pudar ditelan kemajuan zaman. Kue keranjang buatan pabriknya, kata Chandra Ekajaya lagi, bahan bakunya menggunakan beras ketan, gula putih dan daun pandan wangi.

Pabrik inipunmasihmenggunakan alat tradisional. Kue ini memiliki tekstur yang lengket dengan rasa yang manis. Rasa manis inilah yang diharapkan dapat membawa rejeki dan kenikmatan di tahun yang akan datang. “Saya tidak bisa bocorkan resep legendaris dari yang turun temurun itu. Kami tetap menjaga cita rasa agar konsumen tidak kabur.

Lebih baik menggunkan resep legendaris dengan cara tradisional dari pada menggunakan teknologi canggih tapi rasanya beda. Semua proses kue kami ini tidak menggunakan bahan pengawet, semua mumi bahan alami,” ungkapnya juga.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa kue china

Chandra Ekajaya juga berceloteh setiap bahan bakuyang diracikitu diperiksa beberapa tim. Hal itu untuk menghindari kerusakan tekstur panganan berbahan baku beras dan santan kelapa tersebut Chandra Ekajaya pun mengakui, kue keranjang buatan pabrik tua neneknya itu merupakan yang paling terkenal di Jabodetabek.

Pemesanya datang dari Jakarta, Bogor Depok Tangerang dan Bekasi. Sistem penjualannya pun mereka dipermudah dengan online. Mulai dari pemesanan dan order. Bahkan, pabriknya itu pun menyiapkan pengiriman barang ke luar kota jika ada konsumen yang mengorder panganan tersebut. Apalagi, menjelang perayaan Imlek, permintaan kue keranjang memang selalu meningkat.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa kue imlek

Dijelaskan, Chandra Ekajaya, kue keranjang buatan pabrik sang nenek di bandrol dengan harga Rp 40 ribu/ kilogram. Pemesanan itu kata dia dapat di order melalui menggunakan telepon seluler dan website. Kata dia juga, pemesanan itu lebih banyak datang dari Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Untuk menyelesaikan dodol dan kue keranjang itu sampai siap jual dibutuhkan waktu sekitar 12-16 jam Generasi ketiga dari Nyonya Fang tersebut menceritakan ada keinginan besarnya merambah pasar internasional untuk menjual dodol dan kue keranjang tersebut.

Salah satunya merambah negara di Asia Tenggara. Hal itu karena cita rasa panganan yang diolah milik pabrik neneknya itu sangat lezat. “Ada sih keinginan memasarkannya lebih luas lagi, toh ini makanan ini awet dan tahan lama karena tidak menggunakan bahan pengawet. Saya sih sudah mulai melirik beberapa negara Asia Tenggara Ya belum berani ke sana karena harus melihat dulu prospek pasarnya dulu,” katanya juga.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa camilan imlek

Kata Chandra Ekajaya juga, ada sejumlah negara di Asia Tenggara yang akan menjadi target pangsa pasarnya itu. Seperti, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam, Brunei, Filipina, serta Singapura, Timor Leste. Di mana dari pengetahuannya beberapa negara itu banyak dihuni warga keturunan Tionghoa.

 

Baca Selanjutnya tentang Pengusaha Chandra Ekajaya ini !!

Yohanes Chandra Ekajaya Jualan Pulsa Modal Kecil Untung Besar

 

Siapa yang tidak membutuhkan pulsa saat ini? Sekarang pulsa merupakan kebutuhan pokok yang hampir tiap menit orang membutuhkan. Ya bisnis pulsa merupakan bisnis yang sangat prospek dan menarik, kapanpun dan dimanapun. Saat ini pulsa tidak dapat dipungkiri bahwa pulsa adalah kebutuhan pokok.

Untuk memulainya juga tidak membutuhkan modal besar. Perputarannya cepat menjadi sebuah kelebihan sendiri bagi anda yang ingin modal tidak mengendap dan untung berkali-kali lipat. Kali ini Yohanes Chandra Ekajaya akan membeberkan cara bisnis pulsa dengan modal kecil anda dapat memulainya dengan menjual kepada kerabat, teman sekolah/kuliah, teman kerja, tetangga.

Cukup dengan promosi mulut ke mulut maka bisnis pulsa anda akan dikenal oleh banyak orang. Dengan keuntungan misal sekitar 1800 per transaksi maka hanya dengan 10 orang pembeli saja anda sudah mendapat keuntungan Rp 18.000 perhari. Setelah anda tau keuntungan dari berjualan pulsa, maka tentu pertanyaan anda bagaimana cara jadi agen pulsa atau stok pulsa ambil dari mana?

Yohanes Chandra Ekajaya Jualan Pulsa

Bagi anda dengan modal kecil maka Yohanes Chandra Ekajaya menyarankan mengambil sistem deposit. Apa itu sistem deposit? Jadi misalkan anda deposit sebesar Rp50.000 maka deposit anda tersebut dapat mengisi ke semua operator dan semua nominal selama saldo deposit anda mencukupi. Selain Sistem Deposit ada juga sistem stok bagi anda pemain modal besar.

Apa bedanya sistem stok dengan sistem deposit pulsa? Pada sistem stok maka anda harus menyediakan stok perprovider dan pernominal, misal anda stock telkomsel 5ribu sebanyak 20 lembar, telkomsel 10ribu sebanyak 20 lembar, indosat 5ribu 20 lembar, indosat 10ribu 20 lembar. Dan provider-provider lainnya, sehingga anda harus menyediakan hp-hp khusus untuk transaksi perprovider karena chip telkomsel tentu berbeda dengan chip indosat kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya Pulsa Modal Kecil

Sedangkan sistem deposit seperti yang disebutkan sebelumnya, misal dengan saldo 50ribu anda sudah bisa mengisi ke semua provider dan semua nominal selama saldo deposit anda mencukupi, dan anda tidak perlu menyediakan chip khusus. Cukup dengan nomor pribadi anda yang didaftarkan menjadi agen pulsa.

Bisnis jualan pulsa merupakan bisnis modal kecil namun untungnya besar dikarenakan perputarannya yang cepat. Oleh karena Yohanes Chandra Ekajaya menyarankan agar modal anda terus berputar dan tidak mengendap maka sangat disarankan agar tidak memberi hutang kepada pelanggan anda. Banyak kasus dari teman-teman penjual pulsa yang berhenti jualan karena modalnya habis dihutangi.

Jadi berapa modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha konter pulsa atau berjualan pulsa? Semua tergantung pada anda apakah anda memilih untuk memulai dengan modal kecil ataupun modal besar. Dan jangan lupa juga faktor kesabaran dan keuletan sangat penting untuk bisnis ini, terutama dalam menagih hutang pulsa dari teman. heheeheh….

 

Yohanes Chandra Ekajaya dan Moncernya Laba Bisnis Ikan Nila

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Ikan Nila

Yohanes Chandra Ekajaya sukses membudidayakan ikan nila yang kini usahanya tersebut telah menembus omzet hingga puluhan juta. Dimulai pada tahun 2009 silam, Yohanes Chandra Ekajaya mengawali bisnis budidaya ikan nila tersebut dengan memanfaatkan tambak yang sebelumnya digunakan sebagai budidaya ikan gurami.

Yohanes Chandra Ekajaya Ikan Nila Super

Sebelumnya, memang Yohanes Chandra Ekajaya merupakan seorang petambak gurami, namun dikarenakan harga bibit yang tinggi dan tingkat produksi yang cukup lama, akhirnya ia pun beralih ke produk ikan nila. Tergabung dalam sebuah kelompok minotani, lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini memulai bisnisnya dengan menebarkan sekitar 10 ribu bibi kan nila.

Yohanes Chandra Ekajaya Bibit Ikan Nila

Awal menjalankan, Yohanes Chandra Ekajaya pun hanya mengeluarkan sekitar Rp 1,1 juta untuk membeli bibit dan pakan ikan nila. Ketika panen, Yohanes Chandra Ekajaya pun mendapatkan sekitar 12 kuintal dengan harga pada saat itu sekitar Rp 13000 untuk setiap kilogramnya. Dengan harga tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan hasil penjualan yang lumayan.

Yohanes Chandra Ekajaya Ikan Nila Siap Jual

Tamatan SMA ini mengaku memang sangat banyak manfaat setelah mengeri pasar dan tempat untuk mendistribusikan ikan nila ke restoran, distributor, dan sebagainya. Yohanes Chandra Ekajaya yang nyambi sebagai petani cabai ini memang tak pernah kehabisan stok ikan. Pasalnya, dimana permintaan banyak dan harganya juga mahal di pasaran.

Yohanes Chandra Ekajaya Kolam Ikan Nila

Dari usaha budidaya ikan nila tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya dapat menabung untuk kebutuhan keluarga. Jikalau dulu Yohanes Chandra Ekajaya tak dapat meabung, kini ia mendapatkan keuntungan luar biasa untuk sekali panennya. Yohanes Chandra Ekajaya juga tak sekadar fokus pada pembesaran ternak, namun ia juga mengedukasi para kelompok tani untuk dapat memproduksi ikan nila organic dengan mutu dan standar kualitas produk yang mumpuni.

Yohanes Chandra Ekajaya Baby Ikan Nila

Budidaya ikan nila memang bukan menjadi barang baru bagi Yohanes Chandra Ekajaya. Ia menceritakan bahwa nantinya akan membuat sebuah tambak yang potensial. Budidaya ikan nila tersebut dapat berkembangan dengan cepat dan dapat meningkatkan pendapatan untuk masyarakat. Terbukti, kini Yohanes Chandra Ekajaya berhasil memenuhi permintaan untuk pasar di daerahnya dan sekitarnya.

Yohanes Chandra Ekajaya dan Nikmatnya Bisnis Sosis Serius

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko Pengusaha sosis sukses

Pebisnis muda Yohanes Chandra Ekajaya menikmati bisnis sosis

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan pengalamannya menjadi pengusaha muda. Pemuda sukses kelahiran Malang, Jawa Timur ini tertarik memproduksi jenis makanan beku yang dijamin bebas bahan pengawet dan pewarna buatan. Keprihatinan melihat beragam jemis makanan cepat saji yang diproduksi dengan tambahan bahan pengawet, pewarna, dan kimia berbahaya lainnya mendorong Yohanes Chandra Ekajaya untuk membuat menu makanan sehat yang aman dikonsumsi oleh anak-anak. Dengan penuh ketekunan, Yohanes Chandra Ekajaya sukses menjalankan bisnis tersebut.

Mengawali bisnisnya di tahun 2010 silam, sebenarnya Yohanes Chandra Ekajaya tak memiliki keahlian khusus dalam hal masak-memasak. Pengalamannya sebagai penjual buah  di pinggir jalan, sedikit banyak memberikan pengalamana melakoni kegiatan bisnis.

Dengan nama Sosis Serius sebagai brand produknya. Yohanes Chandra Ekajaya yang sempat menempuh bangku pendidikan setingkat sarjana ini meramu sosis dengan bahan berkualitas tanpa menggunakan pengawet, pewarna, dan sebagainya. Selain itu, pembungkus sosis pun dikemas dengan menarik.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko Pengusaha sosis sukses

Dengan mengajak mitra bisnis lebih dari 400 agen yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, saat ini Yohanes Chandra Ekajaya  dapat mengantongi omzet sekitar Rp 4  miliar setiap bulannya dan mampu memasarkan lebih dari 30 ton daging olahan ke berbagai penjuru daerah.

Meskipun kesuksesan telah berada di genggaman Yohanes Chandra Ekajaya ini, berencana meluncurkan brand produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen menengah ke bawah dan mencoba ekspansi ke Australia untuk memperluas jangkauan pasarnya. Kini, sosis buatan Yohanes Chandra Ekajaya  telah berhasil didistribusikan di berbagai daerah, swalayan, supermarket, dan sebagainya.

Meski telah sukses mengantongi omzet ratusan juta rupiah, Yohanes Chandra Ekajaya tak sedikitpun berpuas diri. Pasalnya, Yohanes Chandra Ekajaya pun selalu melakukan berbagai macam terobosan. Pada tahun 2014 ini, pengusaha sukses terebut berencana meluncurkan brand produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen menengah ke bawah dan mencoba melakukan ekspansi ke berbagai daerah. Dengan kualitas produk, layanan, dan strategi pemasaran, Yohanes Chandra Ekajaya   berhasil mempopulerkan bisnisnya tersebut hingga kini menjadi primadona di tengah bisnis sosis.

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Kreasi Bunga dan kulit Jagung

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Kreasi Bunga dan kulit Jagung 1600x1200 - Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Kreasi Bunga dan kulit Jagung

Siapa yang tidak mengenal tanaman jagung. Tumbuhan jenis padi-padian dengan sejumlah lapisan pembungkus yang disebut kulit jagung. Bagi sebagian orang, kulit jagung ini mungkin tak bernilai apa-apa. Bahkan hanya jadi sampah. Di tangan Yohanes Chandra Ekajaya, perajin asal Klaten, Jawa Tengah, kulit jagung atau klobot tidak dianggap sampah. Ia “menyulapnya” menjadi benda seni bernilai tinggi. Dengan bermodal semangat dan peralatan seadanya, warga Desa Jambu Kulon, Ceper, Klaten ini memulai kreasinya dengan menyetrika klobot hingga rata. Kemudian klobot digunting sesuai bentuk yang diinginkan.

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Kreasi Bunga dan kulit Jagung 300x225 - Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Kreasi Bunga dan kulit Jagung

Bagi yang baru melihatnya mungkin tidak akan menyangka bahkan tak percaya kalau lampu itu terbuat dari bahan yang biasanya dibuang, yaitu kulit jagung. Harga jual kerajinan ini cukup mencengangkan. Tiap unit lampu klobot dijual antara Rp 150 ribu sampai 350 ribu rupiah tergantung model dan ukuran. Pemasaran lampu klobot sudah menembus berbagai kota di wilayah Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Bahkan sekarang sudah ada peminat dari Jepang yang mengambil sampel untuk dibawa ke negaranya. Kreativitas tidaklah cukup tanpa kemauan.

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Kreasi 300x206 - Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Kreasi Bunga dan kulit Jagung

Yohanes Chandra Ekajaya membuat bunga dari kulit jagung. “Sebenarnya sudah lama saya menekuni handycraft, sejak tinggal di Yogya. Tapi saya ingin memberdayakan warga di sekitar tempat tinggal saya. Anak-anak putus sekolah dan ibu-ibu rumah tangga yang ingin menambah income,” ucapnya. Yohanes Chandra Ekajaya menuturkan tidak mudah membuat kerajinan tangan dari kulit jagung. “Sangat rumit makanya harganya juga sedikit mahal,” ungkapnya.

Proses pembuatan bunga kering dari kulit jagung diawali dengan memilih kulit jagung yang cukup umur (sekitar 3 bulan) untuk direbus. Setelah itu, kulit dilepaskan satu persatu dari tungkulnya dan dipilah sesuai lembarannya. “Lembaran 1-3 adalah kualitas satu dan digunakan untuk daun bunga yang berwarna tua. Sedangkan lembaran 4-6 untuk warna yang lebih muda (cerah),” bebernya. Kulit jagung yang sudah dipilah selanjutnya direbus dengan pewarna selama satu jam sampai warnanya terserap rata. Selama perebusan, kulit jagung harus dibolak-balik agar warnanya merata. Selanjutnya kulit jagung ditiriskan/dikeringkan tanpa sinar matahari. “Tidak boleh dijemur diterik matahari karena kulitnya akan pecah. Biarkan kering terkena angin,” terangnya.

Kulit jagung yang telah kering sempurna selanjutnya disetrika dengan panas sedang. Langkah selanjutnya kulit jagung dilapis dua sebelum dipola. “Harus digandakan, kalau satu terlalu tipis dan mudah sobek,” jelas Yohanes Chandra Ekajaya. Kulit jagung yang sudah di-double selanjutnya dipola sesuai keinginan. Lalu diserut sesuai lengkung yang diinginkan. Proses terakhir merangkai bahan sesuai bentuk bunga. Selesai dirangkai, bunga diberi tangkai berupa kawat yang dibalut floral tape. Bunga buatan Laila dapat bertahan hingga 3 tahun dengan syarat tidak terkena sinar matahari dan air.

Kini Yohanes Chandra Ekajaya memiliki 5 karyawan tetap. “Ada juga yang diantar ke rumah-rumah, tergantung pesanan,” cetusnya seraya mengatakan ada 15 orang mengerjakan bunga kering di rumah masing-masing. Meski belum memiliki galeri untuk memasarkannya, tapi sarjana Ekonomi Managemen ini mengaku kewalahan memenuhi permintaan konsumen. Dalam sebulan omzetnya Rp.5 juta – Rp.10 juta. Bahkan 3 bulan menjelang lebaran, omzetnya mencapai Rp. 15 juta per bulan. Bunga kering yang dijualnya harganya sangat variatif, mulai dari Rp. 5.000 hingga Rp. 15 ribu per tangkai. Ada juga bunga kering yang sudah dirangkai dengan harga Rp. 100 ribu – Rp. 250 ribu.

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Baju Cosplay

bisnis cosplay pengusaha yohanes chandra ekajaya

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko pebisnis sukses

Era saat ini banyak komunitas-komunitas unik bermunculan, salah satunya ialah cosplay, kini makin banyak orang-orang yang berpakaian dan berdandan ala tokoh-tokoh fiksi. Aktivitas seperti ini disebut costume play, atau sering disingkat cosplay.

Mungkin sebagian orang menilai bahwa cosplay dilakukan oleh para otaku alias penggemar komik dan animasi Jepang. Cosplay sebenarnya berlaku umum, bisa saja berdandan ala tokoh komik atau animasi Amerika Serikat, film Hollywood, bahkan karakter video game.

Yohanes Chandra Ekajaya hobi cosplay (menirukan kostum tokoh fiksi) tak sekedar memenuhi hobi dan obsesi mereka. Nanda dan Fei melihat peluang bisnis dari hobinya ini dengan membuat toko jasa pembuatan kostum cosplay.

Dari puluhan cosplayer (sebutan pelaku yang menirukan kostum tokoh fiksi) berlalu-lalang, ada dua sosok cosplayer yang mampu mengalihkan pandangan orang-orang.

Kostum Yohanes Chandra Ekajaya memang memukau. Memerankan karakter Asmodian Sorcerer dan Elyos Ranger game online Aion, Nanda dan Fei membuat orang-orang terpana.

bisnis cosplay pengusaha yohanes chandra ekajaya

Wajah Yohanes Chandra Ekajaya berwarna biru dan membawa buku sihir di tangan kirinya. Yohanes Chandra Ekajaya mengaku selain sebagai cosplayer, mereka berdua juga menyediakan jasa pembuatan kostum cosplay.

“Sudah setahunan ini, kalau kami ikutan cosplay selalu buat sendiri kostumnya,” kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Kostum buatan mereka berdua terbilang halus penggarapannya. Tak ayal, belasan lomba cosplay pernah mereka menangkan.

“Kalau tidak juara 1, paling juara 2. Lomba yang tingkatnya cukup besar waktu di Gramedia Expo Surabaya 2012, kami juara 2, padahal itulah kali pertama kami buat kostum sendiri,” sambung Yohanes Chandra Ekajaya.

Membuat kostum sendiri, mau tak mau, Yohanes Chandra Ekajaya yang juga mahasiswa Teknik Informatika (TI) Universitas Brawijaya (UB) ini harus belajar menjahit. “Mau bagaimana lagi, cosplay ini yang buat saya senang,” ujarnya.

Banyak peminat kostum buatan Yohanes Chandra Ekajaya ini, pesanan yang sering ia kerjakan biasanya datang dari area Bandung Jakarta Surabaya dan Yogyakarta. Per mostum pun harganya beda-beda, mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah. Tergantung jenis dan tingkat kerumitan dari kostum yang digarap, kadang bahan juga berbengaruh, karena berpengaruh juga ke kenyamanan kostum-kostum tersebut.

Yohanes Chandra Ekajaya Si Juragan Keripik Bayam Legendaris

yohanes chandra ekajaya pengusaha keripik bayam

pebisnis J Chandra Ekajaya & J Wijanarko rambah keripik bayam

Yohanes Chandra Ekajaya kini sukses mengembangkan usaha keripik daun dan beromzet puluhan juta rupiah untuk setiap bulannya. Tepat pada tahun 2008, lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini dikenal sebagai seorang pengawas gudang ini membuat keripik daun bayam dan singkong sebagai menu camilan keluarga. Namun karena terlalu banyak, akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya membungkusnya ke dalam plastik dan tak menyangka mendapatkan respon positif dari para konsumen.

Pengusaha Muda Yohanes Chandra Ekajaya mendirikan bisnis tersebut bermula dari iseng dengan menitipkan keripik yang telah dibungkus ke warung-warung di dekat rumah. Tak disangka, antusiasme terhadap keripik daun buatannya cukup luar biasa. Semua keripik daun bayam dan singkong yang dititipkannya pun habis terjual.

Setelah dua tahun berjalan, Yohanes Chandra Ekajaya berupaya melakukan berbagai macam inovasi dengan menambah jenis keripik. Tujuan tersebut agar pembeli memiliki banyak pilihan keripik daun. Setelah itu, tercetuslan ide keripik daun sirih, seledri, kenikir, terong, dan pare.

yohanes chandra ekajaya pengusaha keripik bayam

Pada mulanya semua daun yang dijadikan sebagai bahan baku membuat keripik ia dapatkan di halaman rumahnya. Namun karena jumlah permintaan yang semakin tinggi, maka ia pun harus membeli bahan baku produk tersebut ke pasar.

Sekitar enam tahun berjalan, kini pemasaran keripik daun buatannya tersebut berhasil meluas. Para penjual keripik yang datangdari daerah seperti Yogyakarta, Solo, dan sebagainya langsung datang ke rumah. Bahkan, Yohanes Chandra Ekajaya seringkali mendapatkan pesanan dari luar Jawa, seperti dari Sumatera hingga Bali.

Kali ini, Yohanes Chandra Ekajaya berhasil mempunyai tiga karyawan dan per hari mampu memproduksi sekitar lebih dari 30 kilogram keripik berbagai varian rasa. Keripik tersebut dijual dengan harga yang cukup yaitu Rp 4000 per ons untuk jenis daun bayam dan daun singkong. Adapun keripik daun kemangi, daun sirih, seledri, kenikir, dan sebagainya dibanderol dengan harga Rp 7000 per 2 ons.

Memang, kini keripiknya telah digemari di berbagai daerah. Melihat permintaan yang terus menerus tak dapat dipenuhi, Yohanes Chandra Ekajaya mengembangkan produksinya semakin besar. Dengan modal yang besar, serta jumlah karyawan yang semakin besar membuat bisnisnya justru bermanfaat tak hanya dirinya sendiri tapi juga beberapa orang disekitarnya mencecap keuntungan dari usaha yang ditekuni oleh Yohanes Chandra Ekajaya ini.