Chandra Ekajaya Meraup Untung Dari Mitra Pentil Sapi

Dok.Untung Chandra Ekajaya

Bagi kalian penghobi cemilan, jangan lewatkan mencicipi camilan unik satu ini, namanya Pentil Sapi. Pentil sebenarnya diadopsi dari nama pentol yang merupakan sebutan untuk kudapan sejenis bulatan daging (bakso) bagi warga Jawa Timur dengan bahan baku tepung kanji yang biasanya dicampur dengan daging sapi atau ikan agar lebih gurih. Belakangan ini, banyak pelaku usaha untung yang menawarkan aneka jenis pentol. Nah, salah satu pemainnya adalah Chandra Ekajaya di Malang, Jawa Timur.

Dok.Chandra Ekajaya

Mereka membuat gerai Pentil Sapi pada awal 2016 lalu. Yang diawali dengan berjualan secara berkeliling di kampung-kampung di Malang. Dan, meski usahanya belum terbilang lama, namun awal bulan ini mereka menawarkan kemitraan.

Chandra Ekajaya mengakui, meski belum genap setahun, sudah ada dua mitra bergabung. Chandra Ekajaya sendiri sudah membuka 15 gerai milik sendiri. Paket kemitraan Pentil Sapi dijual dengan harga Rp 16 juta. Mitra akan mendapat rombong, peralatan dan perlengkapan usaha, media pemasaran, bahan baku untuk awal usaha serta pelatihan karyawan.

Dok.Chandra Ekajaya

Kerjasama kemitraan berlangsung selama setahun. Untuk perpanjangan kontrak, mitra cukup membayar Rp 2 juta per dua tahun. Tak ada biaya royalti tapi mitra wajib membeli bahan pentol, saos, dan kemasan ke pusat. Pentil Sapi menyediakan berbagai jenis pentol. Yakni, Pentil Moncrot yang menjadi kekhasan gerai dan Pentil Bakar Sapi. Aneka saos pun melengkapi kelezatannya. Chandra Ekajaya bilang, dirinya akan menambah varian pentol, yakni keju, mozarella, urat dan cabe dengan topping keju dan katsuobushi. Banderol harga pentol ini mulai dari Rp 2.500 hingga Rp 5.000 per sajian.

Dia mengklaim, paket investasi yang terjangkau menjadi kelebihan Pentil Sapi. Selain itu, camilan ini sudah memiliki banyak penggemar. “Semua orang tahu pentol terbuat dari daging. Tapi Pentil Sapi berbeda karena dagingnya dicincang dan ada sensasi moncrot yang keluar dari pentolnya,” ujar Chandra Ekajaya.

Selanjutnya Tentang Pengusaha Chandra Ekajaya Young Entrepeneur!!

Cita Rasa Asia Timur

Cita Rasa Asia Timur

Asia timur menyimpan banyak pesona menakjubkan, termasuk soal kelezatan dan cita rasa makanannya. De Castle Bakery pun terinspirasi untuk menghadirkan aneka roti dengan resep Asia timur, khususnya Taiwan dan Korea.

“Kami mengadopsi modem Bakery. Yang pasti resepnya beda dengan yang lain,” ujar Owner De Castle Bakery, Vivi Andra (32), Kamis (2/3). Ia mengungkapkan, setidaknya ada tiga jenis menu yang ditawarkan yakni roti manis, donat dan cake. Pada semua produknya, terdapat unsur Korea dan Taiwan dalam resep-resep roti yang dihasilkan toko roti ini. Teksturnya lebih lembut dan cita rasanya juga khas,” ungkapnya.

Ada ratusan jenis roti manis yang ditawarkan toko roti yang beralamat di Jalan Prof M Yamin, Pontianak ini. Tipe Korea n, di antaranya roti Red Bean, Green Bean, Pineapple dan Taro. Sedangkan untuk roti khas ala Taiwan, ada roti Taiwanesse Almond, juga Raisin (roti kismis).

Selain itu, konsumen bisa menikmati cita rasa ala Meksiko. Seperti roti Mexico Cheese, Coffee, Cocco dan Milk. Aneka roti-roti tersebut cukup digemari konsumennya. “Ini yang setiap hari pasti selalu ada di tempat kami dan paling banyak digemari konsumen,” katanya.

Sedangkan untuk donat, pilihannya donat bercita rasa Cappucino, Greentea, Choco Oreo, Almod, hingga Meses dan Kacang. “Kalau cake pilihannya juga banyak. Ada tiramisu, Red Velvet, Chico Oreo, Cappucino, Rainbow, sampai Blackforest,” timpalnya.

Menariknya, harga yang ditawarkan terbilang terjangkau. Roti manis misalnya, dijual Rp 7 ribuan sampai sekitar Rp 14 ribuan saja per pieces.
Sedangkan cake mulai Rp 80 ribuan per cetak.

Bahkan, khusus Cake, mulai Rp 15 ribuan sampai Rp 20 ribuan per potong. “Kalau donat harganya pakai lusinan. Setengah lusin harganya Rp 36 ribuan, sedangkan satu lusin Rp 60 ribuan saja,” kata Vivi.

Chandra Ekajaya Usaha Seafood Raup Untung

Dok.Chandra Ekajaya

Bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang tidak mengenal musim dan anti krisis. Usaha ini sangat mudah kita temui di berbagai tempat, dan inilah salah satu usaha yang dirintis oleh Chandra Ekajaya dengan membuka bisnis kuliner Seafood.

Dok.Chandra Ekajaya

Bisnis kuliner terutama seafood tergolong usaha yang sangat menguntungkan sebab sajian makana laut memiliki keitimewaan sendiri di lidah para penikmat kuliner. Terlebih Sekarang ini marak para pelaku usaha di bisnis kuliner yang terjun ke dalam bisnis seafood karena prospeknya yang sangat menjanjikan

Tempat atau warung seafood milik Chandra Ekajaya bisa dibilang sederhana, tidak mewah. Namun pembelinya cukup banyak dari berbagai kalangan. Dimulai dari kalangan para pejalan kaki hingga kalangan yang mempunyai mobil. Bahan baku seafood  yang harus dipersiapka oleh Chandra Ekajaya persiapkan setiap harinya mencapai 4 kuintal ikan, kepiting, cumi-cumi dan lain sebagainya.

Dok.Chandra Ekajaya

Warung makan seafood nya ini buka dari jam 16.00 WIB sampai tengah malah sekitar pukul 23.00 WIB. Untuk harga makanan yang dihidangkan sangat bervariasi tergantung bahan dasarnya.

“Seafood menjadi primadona masyarakat saat ini, peluang ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin” ujar Chandra Ekajaya.

Setiap hari warung seafood nya laris manis diserbu oleh para pelanggan yang datang dari sekitar kawasan tersebut atau bahkan dari luar kawasan daerah tersebut. Rasa yang enak dan harga yang terjangkau menjadi salah satu daya tarik kenapa warung seafood Chandra Ekajaya laris manis.

Dalam satu hari saja, keuntungan yang diraup dari bisnis kulinernya ini bisa mencapai jutaan rupiah tiap harinya.

Saat ini hanya baru ada saja warung seafood milik Chandra Ekajaya. Nantinya Chandra Ekajaya berniat untuk membuat cabang warung seafood nya, namun semua itu masih harus dipelajari lebih jauh lagi dan persiapan yang matang agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya Tentang Chandra Ekajaya Young Entrepeneur

 

Yohanes Chandra Ekajaya Gagal di Akademik Tidak Masalah

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Kuliner

Yohanes Chandra Eka, pria kelahiran Malang Jawa Timur 30 tahun yang lalu ini menjadi salah satu sosok yang berhasil dalam menjalankan sebuah bisnis kuliner yang kini menjadi salah satu bisnis yang paling menjanjikan di Indonesia. Melalui sebuah brand kuliner bernama Q Pizza Yohanes Chandra Ekajaya seolah mengabarkan kepada semua masyarakat Indonesia bahwa kini menu khas Eropa tersebut dapat diperoleh di Indonesia. Roti dengan taburan keju, saus, dan mayonaise tersebut dikenal luas sebagai masakan kalangan atas. Namun, berkat kehadiran Q Pizza, makanan tersebut disajikan dengan cita rasa luar biasa dan tentu saja dengan harga yang cukup ekonomis.

Yohanes Chandra Ekajaya mengisahkan Q Pizza berdiri pada tahun 2010, dimana saat itu bisnis pizza secara keseluruhan dikuasai oleh waralaba asing. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa Q Pizza menjadi salah satu alternatif lain bagi para pembeli dan penyuka makanan khas Eropa satu ini. Salah satu yang membuat masyarakat sangat menggemari Q Pizza ini ialah kolaborasi citarasa tradisional dan modern.

Yohanes Chandra Ekajaya Kiat sukses Bisnis Fashion

 

Yohanes Chandra Ekajaya Pebisnis yang sukses, namun sederet kisah pilu pun kerap menghampiri dirinya ketika tengah merintis usaha tersebut. Drop Out dari salah satu universitas di Jawa Timur menjadi pilihannya untuk setia dan fokus dalam menjalani usaha kuliner. banyak hal terjadi setelah ia gagal dalam akademiknya, hal itu tidak membuatnya patah arang, ia justru semakin bersemangat untuk bertahan dan memikirkan bagaimana caranya untuk tetap survive.

Alhasil, meski mendapatkan larangan keras dari pihak orang tua dan cibiran dari beberapa sahabat karibnya justru membuat dirinya termotivasi untuk menjalankan bisnis tersebut. Mantap untuk berbisnis akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya pun membuat sebuah racikan untuk membuat pizza. Hampir sekitar enam bulan, akhirnya ia pun menemukan rasa yang tepat hingga saat itu, ia menghadirkan beberapa teman-temannya untuk mencicipi produk andalannya tersebut.

Yohanes Chandra Ekajaya Klenik dan usaha

Jawaban positif pun diterima olehnya, dimana teman-temannya justru langsung memesan produk dari Yohanes Chandra Ekajaya. Pada akhirnya, pesanan demi pesanan didapatkan olehnya, hingga berbuah kesuksesan. Kini, Q Pizza telah berhasil berkembang dan membuka cabang di beberapa daerah. Dengan menggunakan sistem waralaba, akhirnya produk-produk Q-Pizza dapat terdistribusi ke seluruh Indonesia.

Ki Sambarlangit, ya itu julukan yang diberikan oleh rekan-rekan Yohanes Chandra Ekajaya kepadanya. Julukan itu menempel kepadanya karena memang ia menyambar bagai petir di setiap bisnisnya. Setelah ia sukses dengan Q Pizza, yohanes Chandra Ekajaya sekarang mulai mendirikan sebuah bisnis di bidang fashion yang jauh diluar ekspektasi teman-temannya yang ada di sekitarnya.

You and Me, merupakan sebuah brand yang ia usung dalam bisnis fashionnya. Usaha di bidang fashion ini memang belum lama ia geluti tetapi perkembangan dari bisnis fashionnya ini sudah terlihat secara signifikan. Melalui keuletannya dalam bidang pemasaran akhirnya brand nya ini bisa berkembang hingga ke luar negeri.

Yohanes Chandra Ekajaya Dari Dukun jadi Pengusaha

Masa depan ternyata memang tidak ada yang tahu, kita tidak pernah bisa memprediksi masa depan dengan tepat karena kita ini manusia biasa yang penuh dengan dosa. Seperti apa yang dialami oleh Yohanes Chandra Ekajaya beberapa tahun silam. Siapa sangka seorang pengusaha muda sukses yang gagal di bidang akademik kelahiran Malang Jawa Timur 30 tahun lalu tersebut mengalami hal-hal yang tidak terduga dan baru ia alami pertama kali dalam hidupnya.

Yohanes Chandra Ekajaya Dari Dukun jadi Pengusaha sukses

Pemuda yang kerap disapa Ki Sambar langit ini dulunya merupakan seorang dukun yang sangat profesional dengan ribuan pasien yang siap mengantri di tempat prakteknya. Dalam sehari, dulunya Yohanes Chandra Ekajaya  tak pernah sepi pengunjung. Rata-rata pasien yang datang adalah meminta kesaktian dan kekebalan kepada Yohanes Chandra Ekajaya selaku dukun profesional yang mempunyai nama.

Sekian lama ia membuka praktek klenik di rumahnya, akhirnya ia sadar bahwa semua praktek klenik yang ia jalani itu merupakan sebuah hal yang sia-sia. Bukan membantu orang lain tetapi malah sering merugikan orang lain, karena setiap orang yang datang ke tempatnya setelah meminta kesaktian lalu biasanya mereka melakukan tindakan kriminal. Tak disangka-sangka pada tahun 2009 Yohanes Chandra Ekajaya mendapat sebuah hidayah dan menghentikan semua praktek kleniknya itu.

Yohanes Chandra Ekajaya Dari Dukun jadi Pengusaha kuliner

Saat ini hidup Yohanes Chandra Ekajaya sudah berubah drastis dari yang awal mulanya menjadi seorang dukun ia beralih profesi menjadi seorang pengusaha muda. Setelah ia banyak berkonsultasi dengan para Kyai dan ulama ia akhirnya menemukan jalan yang lurus dan tidak merugikan orang lain. Q Pizza, ya itu nama brand dari salah satu usaha Yohanes Chandra Ekajaya. Q Pizza ini merupakan usaha kuliner yang ia rintis bersama istrinya dan saat ini sudah mempunyai banyak cabang sehingga ia dapat membantu para pengangguran yang belum dapat kerja.

Selain bergerak di bidang kuliner ternyata pemuda yang mempunyai julukan Ki Sambarlangit ini juga mempunyai banyak usaha yang dijalani. Ia sadar bahwa saat ini pemerintah sudah tidak dapat memenuhi kuota pengangguran di Indonesia sehingga banyak pengangguran yang hanya benar-benar menganggur. Untuk mengatasi itu Yohanes Chandra Ekajaya membuka sebuah usaha selain usaha kuliner  Q Pizza yang ia kelola saat ini.

You and Me merupakan bentuk usaha yang didirikan oleh Yohanes Chandra Ekajaya selain di bidang kuliner. You and Me ini bergerak di bidang bisnis fashion. Karena Yohanes Chandra Ekajaya merupakan mantan dukun maka usaha fashion yang ia jalani juga masih ada sedikit unsur-unsur klenik atau perdukunan, tetapi hanya style nya saja bukan yang lain. Saat ini usaha fashion yang ia kembangkan ini dipegang oleh istrinya secara management karena Yohanes Chandra Ekajaya sendiri sudah sedikit kewalahan dengan semua cabang Q Pizza nya.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa

Ada keinginan besar Chandra Ekajaya, 46 memperluas pemasaran kue keranjang pabrik Hamsyong ke negara lain. Alasannya, tak lain untuk melestarikan budaya nenek moyangnya yang mulai pudar ditelan kemajuan zaman. Kue keranjang buatan pabriknya, kata Chandra Ekajaya lagi, bahan bakunya menggunakan beras ketan, gula putih dan daun pandan wangi.

Pabrik inipunmasihmenggunakan alat tradisional. Kue ini memiliki tekstur yang lengket dengan rasa yang manis. Rasa manis inilah yang diharapkan dapat membawa rejeki dan kenikmatan di tahun yang akan datang. “Saya tidak bisa bocorkan resep legendaris dari yang turun temurun itu. Kami tetap menjaga cita rasa agar konsumen tidak kabur.

Lebih baik menggunkan resep legendaris dengan cara tradisional dari pada menggunakan teknologi canggih tapi rasanya beda. Semua proses kue kami ini tidak menggunakan bahan pengawet, semua mumi bahan alami,” ungkapnya juga.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa kue china

Chandra Ekajaya juga berceloteh setiap bahan bakuyang diracikitu diperiksa beberapa tim. Hal itu untuk menghindari kerusakan tekstur panganan berbahan baku beras dan santan kelapa tersebut Chandra Ekajaya pun mengakui, kue keranjang buatan pabrik tua neneknya itu merupakan yang paling terkenal di Jabodetabek.

Pemesanya datang dari Jakarta, Bogor Depok Tangerang dan Bekasi. Sistem penjualannya pun mereka dipermudah dengan online. Mulai dari pemesanan dan order. Bahkan, pabriknya itu pun menyiapkan pengiriman barang ke luar kota jika ada konsumen yang mengorder panganan tersebut. Apalagi, menjelang perayaan Imlek, permintaan kue keranjang memang selalu meningkat.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa kue imlek

Dijelaskan, Chandra Ekajaya, kue keranjang buatan pabrik sang nenek di bandrol dengan harga Rp 40 ribu/ kilogram. Pemesanan itu kata dia dapat di order melalui menggunakan telepon seluler dan website. Kata dia juga, pemesanan itu lebih banyak datang dari Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Untuk menyelesaikan dodol dan kue keranjang itu sampai siap jual dibutuhkan waktu sekitar 12-16 jam Generasi ketiga dari Nyonya Fang tersebut menceritakan ada keinginan besarnya merambah pasar internasional untuk menjual dodol dan kue keranjang tersebut.

Salah satunya merambah negara di Asia Tenggara. Hal itu karena cita rasa panganan yang diolah milik pabrik neneknya itu sangat lezat. “Ada sih keinginan memasarkannya lebih luas lagi, toh ini makanan ini awet dan tahan lama karena tidak menggunakan bahan pengawet. Saya sih sudah mulai melirik beberapa negara Asia Tenggara Ya belum berani ke sana karena harus melihat dulu prospek pasarnya dulu,” katanya juga.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa camilan imlek

Kata Chandra Ekajaya juga, ada sejumlah negara di Asia Tenggara yang akan menjadi target pangsa pasarnya itu. Seperti, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam, Brunei, Filipina, serta Singapura, Timor Leste. Di mana dari pengetahuannya beberapa negara itu banyak dihuni warga keturunan Tionghoa.

 

Baca Selanjutnya tentang Pengusaha Chandra Ekajaya ini !!

Yohanes Chandra Ekajaya Hewan Imut Rasa Mak Nyus  

 

Kelinci merupakan hewan lucu dan imut, biasanya kelinci ini banyak yang membeli untuk dipelihara dan kontes, tak sedikit yang hobi memelihara hewan pengerat yang satu ini. Berbeda dengan Yohanes Chandra Ekajaya yang malah memilih kelinci sebagai bahan makanan, tidak terbayang hewan lucu nan imut ini dijadikan sebuah olahan yang nikmat dan lexat.

Apa kalian tega jika ingat masa hidup hewan ini dan tiba-tiba tersaji sebagai menu utama di depan mata kita? Tapi hal itu akan terbantahkan setelah anda merasakan olahan kelinci milik Yohanes Chandra Ekajaya ini. Kelinci berasal dari bahasa belanda konijnte yang berarti anak kelinci (dalam bahasa Indonesia trewelu) termasuk mamalia kecil yang keberadaannya tersebar di seluruh benua sehingga bermacam-macam jenis maupun ukurannya.

Kelinci termasuk dalam kerajaan animalia superfilum chordata filum vertebrata kelas mamalia ordo lagomorpha famili leporditas.Kelinci masih banyak hidup liar dihutan-hutan seluruh dunia serta kelinci peliharaan. Kelinci jenis terbesar yaitu continental giant dengan ukuran tinggi 4 inci (132cm) panjang 4 feet berat 3,5 stones (22.2 Kg) biasanya dijadikan hewan pedaging sehingga diternak serta dikembangkan untuk dimanfaatkan dagingnya.

Selain memiliki daging yang lembut serta tanpa bau menyengat, rendah lemak,rendah kolesterol,tinggi protein menjadikan olahan daging kelinci banyak digemari orang, nah peluang ini dimanfaatkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya membuka gerai makanan dengan berbahan dasar daging mamalia kecil dan lucu ini terhitung sejak tahun 2000.

Yohanes Chandra Ekajaya Sate Kelinci

Selama 16 tahun membuka usaha olahan daging kelinci di Jl.Magelang Kilometer 4,5 utara TVRI Yogyakarta tepatnya di pinggir selokan mataram Sleman Yogyakarta yang lokasinya mudah di jangkau dari kota yogyakarta cari jalan magelang setelah kantor TVRI Yogyakarta ada lampu traficlight belok kanan sekitar 50 meter dikiri jalan selokan mataram.

Yohanes Chandra Ekajaya Olahan Kelinci

Warung Sate Kelinci Yohanes Chandra Ekajaya buka pukul 16.30 hingga habis atau pukul 23.00 WIB dalam sehari menghabiskan 5 hingga 7 ekor kelinci ukuran berat 3 Kg  sekitar 100 porsi sate atau tongseng kelinci . Bila penasaran silahkan mencoba, untuk satu porsi sate/tongseng cukup merogoh kocek 10 rb rupiah plus nasi dan minum sekitar 15 ribuan, soal rasa recomended.

Jangan khawatir untuk masalah pikiran anda yang tidak akan tega memakan olahan Yohanes Chandra Ekajaya ini, karena semua akan benar-benar terbayar dan terpuaskan dengan rasa nikmat dan pedas dari olahan kelinci ini.

Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso

Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso - Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso

Bakso adalah salah satu makanan khas yang berasal dari Indonesia. Makanan jenis ini merupakan makanan hasil hibrida atau perpaduan antara budaya Jawa dan Tiongkok. Yohanes Chandra Ekajaya adalah satu manusia di Indonesia yang sangat doyan dan hobi memakan bakso. Bahkan ia bisa menghabiskan banyak butir bakso dalam sekali telan.

Yohanes Chandra Ekajaya Keren 300x200 - Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso

Berangkat dari kesukaan dan kecintaannya akan bakso, Yohanes Chandra Ekajaya memutuskan untuk menjadi pengusaha kuliner, khususnya bakso. Meski pada awalnya ia hanya bermodalkan semangat, tetapi karena kesabaran, ketekunan, dan keuletan yang dipoerolehnya dalam menjalankan bisnis tersebut, akhirnya bisnis bakso YCE mulai berkembang. Bahkan pengusaha asal Wonosobo ini sudah pantas untuk menyandang gelar entrepreneur muda.

Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso 300x188 - Yohanes Chandra Ekajaya Cinta Bakso

Tetapi ada yang berbeda dengan bakso yang dijual oleh Yohanes Chandra Ekajaya. Bisnis bakso yang ia jalankan tidak seperti bisnis bakso pada umumnya. Sebab ia menjual bakso beku atau bakso yang sudah di-freeze dengan sistem online. Usaha ini dilakukan oleh laki-laki paruh baya ini karena ia belum mempunyai toko sendiri.

Melihat respon positif dari masyarakat dan animo yang besar dari penduduk sekitar, maka Yohanes Chandra Ekajaya mulai menjual bakso beku buatannya kepada para pedagang bakso keliling. Pada awal-awal merintis usaha, ia menawarkan bakso beku buatannya kepada orang-orang terdekat. Dimulai dari keluarga, teman, dan tetangga.

Kemudian Yohanes Chandra Ekajaya mulai mempromosikan dan menawarkan bakso beku buatannya kepada rekan dan mitra kerjanya. Promosi dari mulut ke mulut ternyata lebih efektif sehingga pesanan yang datang kepada dirinya selalu meningkat setiap harinya. Dalam proses pembuatannya, setidaknya pria asal Wonosobo ini membutuhkan daging ayam seberat 20 kilogram per harinya.

Dari daging ayam tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya kemudian mengolah daging-daging tersebut menjadi bola-bola bakso dengan ukuran yang bervariasi. Biasanya disesuaikan dengan pesanan. Inilah salah satu bentuk fasilitas dan pelayanan yang diberikan YCE Balls. Ia mampu memberikan service membuat bola bakso yang ukurannya sesuai dengan pesanan konsumen. Hal ini tentu saja menjadi keunggulan dan kelebihan dari usaha bisnis miliknya.

Yohanes Chandra Ekajaya dan Nikmatnya Bisnis Sosis Serius

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko Pengusaha sosis sukses

Pebisnis muda Yohanes Chandra Ekajaya menikmati bisnis sosis

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan pengalamannya menjadi pengusaha muda. Pemuda sukses kelahiran Malang, Jawa Timur ini tertarik memproduksi jenis makanan beku yang dijamin bebas bahan pengawet dan pewarna buatan. Keprihatinan melihat beragam jemis makanan cepat saji yang diproduksi dengan tambahan bahan pengawet, pewarna, dan kimia berbahaya lainnya mendorong Yohanes Chandra Ekajaya untuk membuat menu makanan sehat yang aman dikonsumsi oleh anak-anak. Dengan penuh ketekunan, Yohanes Chandra Ekajaya sukses menjalankan bisnis tersebut.

Mengawali bisnisnya di tahun 2010 silam, sebenarnya Yohanes Chandra Ekajaya tak memiliki keahlian khusus dalam hal masak-memasak. Pengalamannya sebagai penjual buah  di pinggir jalan, sedikit banyak memberikan pengalamana melakoni kegiatan bisnis.

Dengan nama Sosis Serius sebagai brand produknya. Yohanes Chandra Ekajaya yang sempat menempuh bangku pendidikan setingkat sarjana ini meramu sosis dengan bahan berkualitas tanpa menggunakan pengawet, pewarna, dan sebagainya. Selain itu, pembungkus sosis pun dikemas dengan menarik.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko Pengusaha sosis sukses

Dengan mengajak mitra bisnis lebih dari 400 agen yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, saat ini Yohanes Chandra Ekajaya  dapat mengantongi omzet sekitar Rp 4  miliar setiap bulannya dan mampu memasarkan lebih dari 30 ton daging olahan ke berbagai penjuru daerah.

Meskipun kesuksesan telah berada di genggaman Yohanes Chandra Ekajaya ini, berencana meluncurkan brand produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen menengah ke bawah dan mencoba ekspansi ke Australia untuk memperluas jangkauan pasarnya. Kini, sosis buatan Yohanes Chandra Ekajaya  telah berhasil didistribusikan di berbagai daerah, swalayan, supermarket, dan sebagainya.

Meski telah sukses mengantongi omzet ratusan juta rupiah, Yohanes Chandra Ekajaya tak sedikitpun berpuas diri. Pasalnya, Yohanes Chandra Ekajaya pun selalu melakukan berbagai macam terobosan. Pada tahun 2014 ini, pengusaha sukses terebut berencana meluncurkan brand produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen menengah ke bawah dan mencoba melakukan ekspansi ke berbagai daerah. Dengan kualitas produk, layanan, dan strategi pemasaran, Yohanes Chandra Ekajaya   berhasil mempopulerkan bisnisnya tersebut hingga kini menjadi primadona di tengah bisnis sosis.