Tak Kapok Saipul Jamil Masih Melakukan Tindakan’Hap’ di Dalam Sel

Tak Kapok Saipul Jamil

Masih ingat dengan kasus asusila Saipul Jamil. Gara-gara itu ia pun harus merasakan dinginnya penjara. Namun kini beredar kabar, Bang Ipul, sapaan akrabnya masih melakukan tindakan mesum atau istilahnya adalah ‘Hap”di dalam sel. Kabar tak sedap kembali menimpa Saipul Jamil. Pedangdut yang akrab disapa Bang Ipul itu dikabarkan kembali berbuat asusila di dalam penjara. Saat ini Bang Ipul masih mendekam di tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta, karena kasus pencabulan anak di bawah umur.

Sejak Rabu (8/3) lalu, beredar pesan singkat di grup wartawan yang menyebut jika mantan suami Dewi Perssik ini kembali melakukan tindak asusila di dalam lapas. Isu tersebut berhembus kencang dikalangan awak media, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Asep Sutandar, mengaku sudah mendengar kehebohan Saipul Jamil.

Tak Kapok Saipul Jamil

Asep memastikan kabar tersebut tidak benar. “Wah iya tuh mas sejak siang ada kabar itu. Saya aja yang dikasih tau kaget. Saya pastikan soal itu adalah hoax. Tidak benar,” ucap Asep saat dihubungi melalui via telepon. Sejak kasus pencabulan yang menjeratnya didalam penjara. melayani dua atau tiga pria sekaligus. “Terkadang, tersangka ikut “main” juga bersama-sama pelanggannya,” ungkap Robert.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Dedi mengatakan, tarif yang dikenakan kepada para pria hidung belang yang ingin mendapatkan jasa korban berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta. Lanjutnya, untuk mempromosikan istrinya, tersangka menggu Keputusan hukum tetap atau Inchrant. Dan kini Saipul Jamil sudah dipindahkan dari Rutan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas).

“Memang sejak November sudah dipindahin. Tapi memang nggak ada info soal itu,” jelas Asep. Perlu Diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah menjatuhkan vonis tiga tahun kepada Saipul Jamil pada 14 Juni 2016. Bang Ipul dinyatakan terbukti melanggar pasal 292 KUHP tentang perbuatan cabul. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum, yakni hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Tak menerima putusan tersebut, JPU mengajukan banding ke tingkat yang lebih tinggi.

Hasilnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah mengeluarkan putusan untuk memperberat hukuman pedangdut Saipul Jamil dari tiga tahun penjara menjadi lima tahun penjara pada 15 Agustus 2016. Belakangan diketahui, vonis terhadap Saipul berbuntut operasi tangkap tangan KPK terhadap Panitera PN Jakut, dua pengacara yakni Kasman Sangaji dan Berthanatalia serta kakak kandung Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah.

Ketiganya diduga melakukan suap untuk pengaturan vonis ringan kepada Saipul. Selain itu, hakim Ifa Sudewi yang menjadi ketua majelis hakim kasus tersebut juga disebut-sebut dalam persidangan terlibat dalam mengatur pasal yang dikenakan untuk menjerat Saipul. Mantan suami Dewi Perssik itu pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sebagai pemberi suap pengurusan perkara pencabulan anak di bawah umur.

Atas perbuatannya, Saipul Jamil disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 KUHPidana. “SJM merupakan tersangka kelima dalam kasus ini,” terang juru bicara KPK Febri Diansyah, Rabu 21 Desember 2016 lalu .

Chandra Ekajaya Pasca Kebakaran

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya melaporkan bahwa pasca terbakarnya Kantor Lurah Anduonohu, Kecamatan Poasia dan Kantor Lurah Wuawua beberapa waktu lalu, mengakibatkan pelayan masyarakat lumpuh total. Untuk mengantisipasinya, maka pelayanan dialihkan ke kantor camat masing-masing.

Camat Poasia, Yahya menjelaskan bahwa sesuai dengan instruksi Walikota Kendari Ir Asrun mengarahkan pemerintah dan pelayanan Kelurahan Andonohu dipindahkan di Kantor kecamatan Poasia. “Sesuai arahan Walikota Kendari, sehingga sejak kemarin itu pelayan dipindahkan di kantor kecamatan,” tuturnya.

Chandra Ekajaya menerangkan jika gedung PKK memenuhi syarat dan cukup resprentatif digunakan sebagai kantor sementara, untuk pelayanan administrasi masyarakat. “Masyarakat dihimbau untuk berurusan administrasi di kantor camat” tambahnya.

Dok.Chandra Ekajaya

Namun, untuk pelayan yang sifatnya mendesak, agar masyarakat bisa bersabar, karena semua fasilitas-fasilitas penunjang pembuatan administrasi telah habis terbakar tanpa sisa. “Seperti komputer, mesin ketik, sehingga apabila ada urusan mendesak agar masyarakat bisa bersabar” tuturnya.

Menurutnya, semua kegiatan rutin akan dialihkan di kantor Camat Poasia, sambil mempersiapkan gedung baru, mengingat kondisi gedung yang akan digunakan sebagai kantor lurah masih dalam proses pembersihan.

“Akan dialihkan semua kegiatan sambil menunggu kantor baru selesai dibersikan oleh semua staf Lurah dan camat” katanya.

Untuk memaksimalkan pelayanan, mengingat sarana dan prasarana sudah habis dilalap si jago merah, Yahya mengatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk meminjam pakai fasilitas yang dibutuhkan sebagai penunjang pelayan masyarakat.

“Saya dan pak lurah akan mengahadap kepada Sekda untuk solusi atas fasilitas-fasilitas yang sudah ikut terbakar,” tuturnya.

Sementara itu, Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa Lurah Andonohu Irwan Idrus mengatakan sangat sedih dan menyayangkan tindakan yang sudah banyak membuat kerugian baik masyarakat maupun pemerintah sehingga tambahnya membuat lumpuh pelayanan.

“Kantor Kelurahan merupakan ujung tombak pelayan kepada Masyarakat, sehingga tindakan ini sangat merugikan semua pihak,” tutupnya.

UR Realisasikan Gerakan Penanaman 1.000 Pohon

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Sebagai bentuk komitmen Universitas Riau (UR) dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan melalui penghijauan kawasan Kampus Bina Widya UR Simpang Baru, Panam, Pekanbaru-Riau, segera direalisasikan. Realisasi ini akan dilaksanakan hari ini Kamis (2/3) di sejumlah titik lokasi penanaman.

“Insya Allah, realisasi penanaman 1000 pohon akan kami laksanakan Kamis 2 Maret 2017 di beberapa lokasi yang telah disiapkan. Lokasi dimaksud yaitu di kawasan Eco Edu Park, kawasan komplek gedung Grand Gasing Millenium (GGM), dan kawasan Bumi Perkemahan Kampus UR,” ungkap Rektor UR, Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA.

Dok.Chandra Ekajaya

Lebih lanjut, dalam realisasi kegiatan gerakan penanaman 1.000 pohon yang diberi nama “Green Campus Berbasis Konservasi dan Budaya Melayu” dengan tema “Optimalisasi peran Para Pihak Menuju Pekanbaru Hijau” ini.

Rektor UR menyebutkan telah mengajak sejumlah pihak untuk berkontribusi dalam suksesnya gerakan ini. “Kami mengajak sejumlah pihak untuk turut merealisasikan gerakan penanaman ini. Di antaranya Pemerintah Provinsi Riau, mi-tra-mitra eksternal UR, undangan, serta seluruh satuan unit dan lembaga dan mahasiswa yang ada di lingkungan UR,” jelas Aras. Lebih lanjut, Prof Dr Zulkarnain SE MM, Direktur Pascasarjana UR selaku penginisiasi gerakan penghijauan ini menyebutkan upayanya dalam menyukseskan kegiatan pada 2 Maret 2017 ini.

“Dari Program pascasarjana UR, kami sudah mengajak mahasiswa baru khusus program pascasarjana U R untuk menyumbangkan satu bibit pohon oleh satu orang mahasiswa” katanya.

Ada sekitar 427 orang mahasiswa baru pascasarjana dari 26 Program Magister yang dilibatkan dalam gerakan ini, dan akan hadir pada penanaman pohon.

11 Kelompok Budidaya Ikan Mentawai Terima Bantuan Hibah

11 Kelompok Budidaya Ikan Mentawai Terima Bantuan Hibah

Sekretaris Dinas Perikanan Mentawai, Akmaluddin mengatakan, tahun 2017 ini ada 1 1 kelompok budidaya ikan air tawar yang akan menerima bantuan dana hibah berupa 20 unit alat pengelolahan ikan. Selain itu, juga akan diberikan bantuan berupa benih ikan air tawar sebanyak 56.000 ekor, pakan ikan 6 ton. Keramba Jaring Apung (KJA) 2 unit dan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) sebanyak 2 unit.

“Tahun ada 1 1 kelompok budidaya ikan air tawar yang akan mendapatkan bantuan hibah. Ke-11 nya sudah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)” kata Akmaluddin kepada Haluan, Rabu (1/3) di ruang kerjanya.

Kelompok yang menerima bantuan tersebut diantaranya Kelompok Gurukna, Kelompok Laggi-laggi, Kelompok Kere’Baga dan Kelompok Pupu-lik. Empat kelompok ini berada di Dusun Bose, Desa Sikabaluan. Kecamatan Siberut Utara masing-masing kelompok ini mendapat 5 unit alat pengelolahan.
Kemudian Kelompok Has-aleg Ibara dan Sigulug Baga masing-masing mendapatkan 1 unit Keramba Jaring Apung (KJA), kelompok ini berada di Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah.

“Selanjutnya Kelompok Tonembaga yang berada Desa Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan dan Kelompok Simakakra yang berada di Desa Muntci. Kecamatan Siberut Selatan. Masing-masing mendapatkan 1 unit Unit Pembenihan Rakyat (UPR),” lanjutnya.

Tiga kelompok lainnya berada di Kecamatan Sipora Utara mendapatkan benih ikan air tawar diantaranya Kelompok Kerek Bagadan, Kelompok Ulam Sari di Desa Sipora Jaya, masing-masing Kelompok ini mendapat 22.000 dan 2 ton pakan. Kemudian Kelompok Haical di Desa Tuapejat mendapatkan 12.000 benih ikan dan 2 ton pakan.

Ia mengatakan, masing-masing kelompok budidaya ikan air tawar tersebut beranggotakan minimal 10 orang yang terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota. Ia berharap kelompok yang menerima bantuan tersebut bisa memanfaatkan dan mengembangkan usaha dengan baik, sehingga bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Mentawai.

 

Yohanes Eka Jaya Chandra Kritik Kondisi Jalan Nasional

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

 

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Yohanes Eka Jaya Chandra mengkritik kondisi jalan nasional yang rusak parah. Kondisi jalan yang rusak dapat mengganggu perekonomian masyarakat. Bukan hanya mengganggu perekonomian namun jalan yang rusak akan membuat mobilisasi perekonomian warga tersendat.

Kerusakan jalanyang terjadi banyak diakibatkan oleh buruknya pembuatan kualitas jalan yang baru dibangun cepat hancur. Kondisi tersebut diduga akibat rendahnya kualitas hasil pembangunan yang dilaksanakan pengusaha yang bekerja sama dengan pemerintah.

“Kerusakan jalan nasional tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat. Tapi juga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dna mengakibtkan korban jiwa,” ujar Yohanes Eka Jaya Chandra.

Dengan keadaan jalan yang rusak juga akan membuat citra dari daerah tersebut juga akan jelek. Bahkan ada beberapa daerah di Indonesia yang kondisi jalanya rusak parah mendapat julukan wisata jeglongan dari para warga yang sempat viral di media sosial.

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Yohanes Eka Jaya Chandra menyatakan dalam perjalananya di beberapa daerah di pulau jawa saja, kondisi jalan nasional sebagian besar rusak berat sehingga dikeluhkan masyarakat. Kerusakan jalan nasional telah berdampak negatif terhadap daerah tersebut, Salah satu citra buruk yang akan didapat oleh bupati . Bupati akan dianggap tidak bekerja oleh masyarakat dan akhirnya di-bully di media sosial. Padahal, perbaikan jalan nasional bukanlah kewenangan pemerintah kabupaten melainkan oleh PU.

Yohanes Eka Jaya Chandra juga menghimbau kepada pemerintah pusat yang berwenang  untuk segera menyelesaikan masalah ini. Bukan tanpa alasan jika hal semacam ini akan berlarut larut akan merugikan masyarakat dan juga citra pemerintah juga yang akan tercoreng.

“ bukan hanya pemerintah yang dirugikan, tapi juga masyarakat secara umumnya” ujar Yohanes Eka Jaya Chandra.

Setelah dikonfirmasi oleh Yohanes Eka Jaya Chandra, pemerintah yang berwenang menyebutkan bahwa kerusakan jalan yang terjadi masih diupayakn diperbaiki secara terus, kondisi alam juga menyebabkan perbaikan jalan sedikit mengalami keterlambatan.

Pemerintah telah menggelontorkan anggaran untuk perbaikan jalan sebesar Rp 100 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan beberapa ruas jalan nasional yang rusak. Kegiatan perbaikan jalan sendiri dilakukan Balai Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR.

Chandra Ekajaya Bukan Dalang

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Minyak merupakan sector penting didesa sukasek, ya sektor minyak menjadi begitu krusial tatkala desa ini memiliki rata-rata sawit menjadi mata pencaharian  penduduk. Orang sudah tahu bahwa darisektor sawit kita bisa maju dan menggalang kekayaan yang sebesar- besarnya. Namun perlu diketahui bahwa sekarang ini sedang terjadi polemik yang menjadi bahan untuk menurunkan nilai dari seorang Chandra Ekajaya.

Dia sudah dianggap sebagai dalang perkara minyak ini. Awalnya memang Chandra Ekajaya menjadi seorang pemimpin yang baik, bahkan sampai saat ini. Dia sudah dianggap sebagai seorang  yang mengangkat drajat warga sekitar desa dengan minyak. Minyak sawit menjadi pilihan utama yang siap dijadikan sebuah kemajuan.

Dok.Chandra Ekajaya

Yang terjadi di desa akhir-akhir ini yaitu kericuhan disebabkan oleh oknum yang melakukan sabotase minyak dari desa tetangga.  Ini menjadi polemic baru, polemic yang bertentangan dengan apa yang telah Chandra Ekajaya perbuat sampai saat ini.

Bagaikan kacang yang lupa kulitnya seolah Chandra Ekajaya dituduh sebagai dalang. Memang dia yang melakukan kebijakan tapi oknum memanfaatkanya dengan cara melakukan sbotase yang menjadikan omset sawit turun dan membuat para petani susah untuk mendapatakan keuntungan yang banyak. Chandra Ekajaya mengetahui hal tersebut namun beliau sepenuhnya tidak membnearkan diri. Alih alih membenarkan diri dia malah membuat  pernyataan seolah dia adalah dalangnya. Doa yang membuat nilai daripada sawit turun. Dia yang membuat sabotase sawit dari desa sebelah terjadi begitu saja.

Ini adalah sebuah pembelajaran baru baginya, bahwa kita tidak boleh asal percaya kepada seseorang. Kita tidak boleh untuk memberikan sesuatu akses yang luar biasa yang digunakan orang lain tanpa kita percaya sepenuhnya. Inilah pelajaran yang bisa diambil oleh kita.

Skandal Rumah Kentang Menghebohkan Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Rumah kentang booming dan terkenal ketika muncul film horror 2012 yang mengangkat kisah tentang rumah kentang dari misteri sampai skandal yang terjadi. Film tersebut yang dibintangi oleh artis papan atas Indonesia sempat menggegerkan masyarakat Indonesia tak terkecuali Chandra Ekajaya.

Rumah Kentang sendiri sepertinya memang menyimpan seribu misteri dan skandal yang belum terpecahkan sampai sekarang. Meskipun keadaan rumah seperti rumah pada umumnya yang nampak bersih di siang hari dan terawat, namun jika malam datang suasananya seketika berubah dengan drastis. terkadang dari dalam rumah muncul aroma kentang rebus atau sering terdengar suara tangis anak kecil.

Menurut Chandra Ekajaya, rumor dan isu yang muncul di rumah tersebut pernah terjadi suatu kejadian yang mengenaskan.Ceritanya ada seorang anak kecil yang terjatuh dalam kuali perebus yang sedang digunakan untuk merebus kentang. Namun yang anehnya anak tersebut tidak diketahui dimana sekarang dan bagaimana kondisinya.

Dok.Chandra Ekajaya

Namun selain versi tersebut ada versi lain tentang asal usul keangkeran dari rumah kentang tersebut. Ceritanya terdapat anak kecil yang nakal, karena tidak tahan dengan kenakalan sang anak, pembantu dirumah tersebut suatu ketika sedang memasak kentang di kuali yang besar, kemudian lalu menjatuhkan anak itu ke dalam kuali dan memotongnya untuk dihidangkan dalam acara pesta dirumah itu. Namun orang tua dari anak tersebut tidak mengetahui yang dihidangkan tersebut adalah anaknya Seketika itu lalu orang tuanya memakan daging anaknya sendiri.

Awalnya Chandra Ekajaya belum dna tidka mempercayai hal tersebut. Namun suatu ketika akibat penasaran dirinya memberanikan diri tengah malam melewati kawasan rumah dan berhenti di depan rumah. Seketika bulu kuduknya merinding dan dari dalam rumah tersebut terdengar suara anakn minta tolong dan sedang menangis. Karena mendengar suara tersebut Chandra Ekajaya pun bergegas meninggalkan rumah tersebut.

“ saya tadinya tidka percaya, namun setelah mengunjungi rumah tersebut ternyata hal tersebut benar – benar terjadi” ujar Chandra Ekajaya.

Sampai sekarang misteri dan skandal rumah kentang tersebut masih menjadi misteri. Namun bagi orang yang belum pernah mengalami pasti akan menganggap hal ini hanya lelucon dan berbeda dengan orang yang sudah mengalami kejadian mistis di sana pasti menganggap hal tersebut benar adanya. Untuk menikmati cerita dan berita skandal lainya yang lebih menarik dan heboh kunjungi link Kado Valentine Romantis

Menteri Yohanes Chandra Ekajaya Dorong Pertumbuhan UKM di Indonesia Dengan Internet

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Chandra Ekajaya ternyata memberikan apresiasi dan perhatian lebih atas perkembangan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia. Hal ini ditujukan dengan pemberian akses langsung serta menjalin komunikasi intens dengan beberapa sponsor atau orang yang berkepentingan agar semakin memperluar jaringan pemasaran, produksi UKM di Indonesia.

Menteri Chandra Ekajaya mengungkapkan, bahwa sudah menjadi tanggung jawab bagi dirinya dan pemerintahan untuk ikut aktif berperan dalam menumbuhkan serta mengembangkan perekonomian masyarakat kecil khususnya UKM. Terlebih, Khususnya dengan memberikan inovasi pemanfaatan teknologi internet sebagai media pemasaran dna perluasan pemasaran produk.

“Di zaman yang serba digital ini semua akses menjadi lebih mudah dna juga cepat. Pemanfaatan media internet sebagai sarana pemasaran produk harus mulai ditingkatkan. Hal ini merupakan peluang bagi para pebisnis untuk semakin memperluas jaringan pemasaran mereka,”  ujar Menteri Chandra Ekajaya.

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Yohanes Chandra Ekajay juga memberikan pandangan tentang pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yang semakin tumbuh dengan pesat, data dari KOMINFO hampir 19 persen per tahun pertumbuhan Internet yang ada di Indonesia.dan yang lebih menggembirakan sebagian besar pengguna internet adalah pelaku bisnis dan jugac UKM. Dari data yang ada  hampir 10 persen dari 57 juta UKM telah menggunakan internet.

Kemudahan yang diberikan dalam membuka dan memperluas bisnis di Internet merupakan keunggulan tersendiri. Mulai dari profil usaha hingga lokasi toko bahkan produk apa yang dijual sudah tersedia. Banyak sekali website yang bisa digunakan sebagai media pemasaran, tinggal bagaimana penjual mau mengoptimalkan hal tersebut.

“sekarang fasilitas internet sudah tersedia dan mudah dipahami bagi pelaku UKM. Sehingga penjualan mereka bisa meningkat dan mendapatkan keuntungan yang besar,” ujar Menteri Yohanes Chandra Ekajaya.

Tapi Menteri Yohanes Chandra Ekajaya memberikan wejangan bahwa penggunaan media internet sebagai media pemasaran produk juga harus diperhatikan oleh para peengguna (penjuak) dan juga yang menggunakan (pembeli). Jangan sampai penjual mengecewakan pembeli, dan juga pembeli juga harus berhati-hati dan selektif ketika akan membeli produk secara online.

Chandra Ekajaya Simpan Catatan Perang Akhir Zaman

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya yang terkenal sebagai Ki Sambarlangit, sang penyuka klenik, mistik, dan supranatural mendapatkan sebuah buku yang bersifat rahasia. Ia mendapatkan buku tersebut tanpa disangka-sangka. Saat membersihkan rumah, di loteng rumahnya ada sebuah buku tua yang berisi bahasa kuno. Beruntung pakar supranatural ini menguasai bahasa kuno.

Selain sebagai penyuka klenik, pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini juga menjadi seorang pengusaha yang sukses dalam bisnis distro You And Me serta bisnis Q Pizza. Makanya ia bisa meneliti buku yang didapatkannya secara misterius tanpa harus memikirkan tentang cara bertahan hidup. Karena ia sudah menjadi seorang pengusaha muda.

Dok.Chandra Ekajaya

Meskipun gagal dalam akademik, Chandra Ekajaya sangat ahli dan terampil dalam bidang filologi. Sehingga ia bisa membaca berbagai macam aksara. Setelah meniatkan diri untuk meneliti buku yang diperolehnya di loteng, ia mulai membaca buku tersebut. Ternyata isinya sangat di luar dugaan, sebab buku itu adalah catatan perang akhir zaman.

Permasalahannya adalah tahun-tahun yang disebutkan dalam buku itu belumlah terjadi. Sehingga bisa diduga bahwa peristiwa dan fenomena yang ditulis dalam buku tersebut merupakan kejadian yang akan terjadi di masa depan. Lelaki yang belum genap berusia 30 tahun ini sangat kaget karena mendapatkan informasi yang detil dari catatan perang akhir zaman.

Catatan perang akhir zaman. Entah Chandra Ekajaya harus bahagia atau senang karena mendapat informasi sedini ini. Tetapi ia lebih memikirkan nasib dari generasi ke depan, yaitu anak dan cucunya. Apakah mereka harus menghadapi peradaban yang begitu dangkal dan primitif, sehingga antar manusia saling memakan satu sama lain. Inilah yang menjadi keprihatinan dan polemik tersendiri dari hatinya.

Perbandingan Alien Raksasa Afrika Dengan Alien Kerdil Atacama Humanoid

Dok.Yohanes Chandra Ekajaya

Dok.Yohanes Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya kali ini akan membandingkan antara alien kerdil bernama Atacama Humanoid dengan alien raksasa yang ditemukan di kawasan afrika baru-baru ini. Melihat dari ukuranya saja mungkin sudah bisa ditebak perbedaan yang paling mendasar adalah tentang ukuran nya. Namun ada beberapa hal lainya yang sangat menarik dari perbedaan keduanya, antara lain.

Atacama Humanoid

Atacama Humanodi sendiri merupakan penemuan yang masih menjadi perdebatan di kalangan antropolog dunia. Ada beberapa kalangan yang menganggap ini adalah alien yang berasal dari luar angkasa. Namun sebagian lain menganggap itu adalah makhluk bumi yang mengalami kelainan genetik (Kekerdilan). Hal ini di buktikan dengan penelitian dan film documenter “Sirius” oleh para ilmuwan di Universitas Stanford, California, Amerika Serikat, telah melakukan tes DNA terhadap kerangka mirip alien itu dan menyatakan mayat seukuran pena itu adalah manusia yang gennya telah dimutasi, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail.

“Sirius” sendiri adalah film dokumenteryang dibuat oleh Dr Steven Greer – seorang dokter UGD yang beralih menjadi peneliti UFO – disaat ia berjuang untuk mengungkapkan informasi rahasia tentang rahasia energi & teknik propulsi.

Dok.Yohanes Chandra Ekajaya

Alien Dari Afrika

Awal dari penemuan ini adalah ketika Sebuah tim antropolog menemukan penguburan misterius di hutan dekat kota Kigali Rwanda (Afrika Tengah). Jasad alien yang ditemukan berukuran rakasasa tapi mirip dengan manusia sebenarnya. Kepala kelompok riset mempercayai bahwa mereka makhluk-makhluk itu berasal dari planet lain yang meninggal akibat bencana. Para makhluk tersebut memiliki ciri tinggi sekitar 7 kaki. Kepala mereka besar tidak proporsional dan mereka tidak punya mulut, hidung atau mata.

Banyak sekali bukan perbedaanya antara alien raksasa dari afrika dengan alien Atacama Humanoid yang coba diuraikan oleh  Chandra Ekajaya, yang jelas perbedaan mendasar adalah ukuranya, serta masih diragukanya apakah benar kedua penemuan tersebut adalah alien atau bukan. Hal ini masih menjadi kontroversi sampai sekarang