Yohanes Chandra Ekajaya KritikĀ  Lirik Lagu Ganteng-Ganteng SWAG Kayak Jamban!

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai seorang kritikus musik yang kerap menulis berbagai macam review musiknya di blog pribadinya. Di tengah kondisi musik Indonesia yang sedang menurun, terutama hadirnya para musisi yang menghamba pada pasar membuat seorang lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut risih dan mengkritik habis-habisan industri musik di tanah air.

Nah baru-baru ini seorang rapper yang jadi bahan bully para netizen yaitu Young Lex menawarkan kepada para pendengarnya sebuah lagu rap berjudul GGS (Ganteng Ganteng SWAG). Dengan lirik yang panjang dan teknik vocal rap yang monoton membuat Chandra Ekajaya angkat bicara mengenai hal tersebut. “Gue liat lagu ini kayak jamban!” ujar Yohanes Chandra Ekajaya.

Ketika ditanya, ungkapan kasar dari Yohanes Chandra Ekajaya tersebut muncul karena lagu tersebut lebih baik jangan diperdengarkan kepada para generasi muda karena sangat tidak mendidik. Hujatan, gaya hidup tinggi, membuat rapper muda tersebut harus menerima kritikan keras. Meski sebenarnya kaya akan kritik, namun dasar atau fondasi lirik yang dibangun oleh Young Lex sangat kekanak-kanakan dan sama sekali tidak dewasa seperti halnya musisi lainnya.

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

“Jika para pendengar aja suka dengan lagu itu, berarti ada yang salah dengan telinga para pendengarnya. Industri rekaman memang membuat segalanya harus didasari dengan uang dan keuntungan. Ahasil, mari kita dengarkan musik gamelan saja daripada dengerin lagu kayak gitu.” Ujar Yohanes Chandra Ekajaya kepada awak media.

We are ganteng ganteng swag Skinny24,younglex

Berawal youtuber cause Now we do it better rite!!

Fuck the hatters I still shinning bright!

Kita bukan serigala Tapi boleh dicoba (2x)

Verse Kemal : Ahmad kemal palevi (yoi)

gua ahmad kemal palevi Cita cita jadi haji (boom)

Cowok ganteng banyak sedikit prestasi

Mending gua mandiri dari stand up comedy

Anak pejabat negara sukanya bikin huru hara

Ganteng tapi apa guna jika masuk neraka

Sholat tak pernah dilakukan, mengaji selalu dilupakan

 Ganteng ganteng percuma kalo gak punya iman(boom 

Baca aja lirik lagunya, “lu nyanyiin di kamar mandi pasti bikin gak konsentrasi mandi deh.” Ungkap Yohanes Chandra Ekajaya ketika ditemui di rumahnya yang berada di kawasan hutan lindung, Cikotok.

Penulis: Chandra Ekajaya Brata

Editor : Chandra Ekajaya Sukun

Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala

 

Mengaku kehabisan uang buat beli bensin, seorang pemuda nekat mencuri uang di kotak amal musala. Dia adalah Yohanes Chandra Ekajaya, 33, warga Desa/Kecamatan Sukamakmur. Sasarannya, Musala Al Muqarabah Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem. Beruntung aksinya tepergok pengurus musala. Ia pun menjadi bulan-bulanan warga. Pihak Kepolisian menerangkan, peristiwa itu terjadi Minggu siang (29/1), sekitar pukul 11.30.

Tepatnya menjelang salat duhur. Yohanes Chandra Ekajaya  datang ke musala tersebut. “Karena itu, awalnya, warga tidak curiga,” terangnya. Begitu juga dengan Syamsuri, 43, takmir musala yang kebetulan sedang beristirahat di dalam. Menyangka situasi sedang sepi dan tidak ada orang lain di musala, Yohanes Chandra Ekajaya  segera beraksi. Ia tergiur begitu melihat kotak amal yang diletakkan di teras musala. Gerak-geriknya yang mencurigakan pun mengundang perhatian Munir. Dari dalam musala, ia terus memerhatikannya. “Ternyata betul, pelaku sedang berusaha membuka kotak amal dengan kunci,” ujar Slamet.

Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala

Tak ingin kecolongan, Syamsuri langsung meneriaki Yohanes Chandra Ekajaya  maling. Teriakan tersebut akhirnya mengundang perhatian puluhan orang yang tinggal di sekitar musala. Dalam tempo sekejap, mereka langsung menggeruduk lokasi kejadian. Yohanes Chandra Ekajaya  yang terkepung, akhirnya, tidak bisa kabur. Ia pun segera menjadi bulan-buianan warga yang geram atas ulahnya. Beruntung, perangkat desa segera mengamankan pemuda tersebut. “Oleh perangkat, kejadian itu lalu dilaporkan kepada kami,” kata Slamet

Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala 2 300x200 - Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala

Polisi lalu segera datang untuk menjemput Yohanes Chandra Ekajaya . Ia diamankan berikut barang bukti uang yang dicurinya sebesar Rp 204 ribu. Saat diperiksa, Yohanes Chandra Ekajaya  mengaku mencuri lantaran kehabisan uang untuk beli bensin. Tak berselang lama, kedua orang tua Yohanes Chandra Ekajaya  menyusul ke kantor polisi. “Kepada kami, orang tua pelaku mengaku jika anaknya memiliki penyakit saraf kejiwaan. Karena itu, perilakunya terkadang tidak terkontrol,” ujar Slamet.

Mendengar itu, sejumlah takmir musala yang turut dihadirkan sebagai saksi ganti merasa iba. Karena itu, kemarin (30/1), takmir musala memutuskan mencabut laporannya. “Keputusan itu diambil setelah melalui musyawarah takmir musala. Lagi pula, kerugiannya juga tidak seberapa,” kata Slamet. Mengacu pada Peraturan Mahkamah Agung No 02 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan lumlah Denda dalam KUHP, polisi memutuskan tidak menahan Yohanes Chandra Ekajaya . Usai diperiksa, dia langsung diperbolehkan pulang. Namun, bukan berarti kasusnya berhenti. Proses hukum tetap berlanjut. Yohanes Chandra Ekajaya  dijerat dengan pasal 364 KUHP tentang tindak pidana ringan. Ancaman hukumannya maksimal tiga bulan penjara. “Hanya kami kenakan wajib absen setiap Senin dan Kamis ” tutur Slamet

Nasib Chandra Ekajaya Masih Simpang Siur

Nasib Chandra Ekajaya kecelakaan kapal
Nasib Chandra Ekajaya, warga Jepara, hingga kini masih misterius. Meski diduga menjadi salah satu korban kapal TKI yang karam di perairan Pantai Tanjung, Leman Mesing, Johor, Malaysia. Hingga kemarin pihak keluarga yang bersangkutan masih menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Batam, untuk memastikan keberadaan pria 30 tahun itu menjadi korban kapal tenggelam atau tidak.

Bahkan Marsudi orangtua Chandra Ekajaya, terus memantau perkembangan dari anak tunggalnya itu serta berharap masih ada kabar baik”  Keluarga masih berharap Chandra Ekajaya masih hidup, karena dari kabar yang didapat diduga masih ada dua orang yang selamat dan melarikan diri Soalnya Chandra Ekajaya pandai berenang, semoga masih hidup,” terangnya.

Untuk pemantauan nasib Chandra Ekajaya, pihak keluarga selalu menghubungi rekan yang ada di Malaysia yang mengecek jenazah korban kapal yang karam yang ada di RS Mersing, Johor, Malaysia. Hasilnya memang kabar yang didapat dari keluarga korban dengan ciri-ciri seperti Chandra Ekajaya tidak ditemukan.

Nasib Chandra Ekajaya Evakuasi Kecelakaan kapal

“Kami juga menyuruh saudara yang ada di Malaysia agar mengecek apakah ada korban dengan ciri-ciri yang sama seperti Chandra Ekajaya,” jelasnya.
Sementara ibu Chandra Ekajaya, Surtinah mengakui pihak keluarga masih membatalkan keberangkatan untuk ke Batam mengecek langsung korban Chandra Ekajaya sampai mendapatkan hasil visum.

Jika hari ini (kemarin) pihak RS Bhayangkara Batam memberikan informasi tentang hasil visum, kakak korban langsung berangkat ke Batam nanti pukul 11.00 untuk memastikan,” ungkapnya. Niat Chandra Ekajaya menjadi TKI adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang serba kekurangan. Pada awalnya kejadian ini sangat tidak terduga oleh pihak keluarga Chandra Ekajaya karena satu jam sebelum pulang menaiki kapal itu.

Chandra Ekajaya sempat menghubungi pihak keluarga kata ayahnya akan tetapi setelah dua hari Chandra Ekajaya tidak ada kabar dan tiba – tiba pihak kelurahan mendatangi keluarga Chandra Ekajaya dengan petugas dari dinas mengabarkan bahwa kapal yang dinaikinya tenggelam di Batam.
Kabar tersebut membuat keluarga Chandra Ejaya terkejut dan saat ini masih berharap bahwa Chandra Ekajaya baik-baik saja dan bisa pulang ke rumah dengan selamat bersama dengan rekan-rekannya yang lain.

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi extreeme

Chandra Ekajaya Juni 2016 silam menggegerkan jagat modifikasi, karena memasang turbo di All New Satria F150 alias Satria injeksi. Tak hanya terpasang, namun benar-benar berfungsi! Nah di awal 2017 ini, Chandra Ekajaya kembali memodifikasi Satria, bedanya beraliran fashion. “Niatnya buat kontes, kan masih jarang Satria injeksi ikut kontes,” terangnya. Tampang lebih menarik mata tentu jadi target utama. Diapain saja ya? “Lapis karbon, pasang part custom dan aksesori branded,” papar pria berambut ikal ini.

Mayoritas bodi yang aslinya motif kulit jeruk, seluruhnya dilapis karbon. Tuh lihat dari visor di atas lampu, sayap tipis samping radiator, sampai bodi belakang dan sepatbornya semua dilapis karbon. Tampangnya tetap serba hitam namun berkelas, makanya Chandra Ekajaya menamakan motor ini BlackCatDeath. Part custom bisa dijumpai di perangkat rem, yaitu braket kaliper Brembo, yang tentu saja belum ada yang jual. Sayang untuk rem depan proyek bikin disc brake custom belum selesai.

“Untuk pasang kaliper Brembo 4 piston, disc brake wajib custom agar kaliper enggak mentok pelek, sayang belum kelar nih,”papar pria asli Yogyakarta ini. Lampu depan ternyata juga custom, ganti model proyektor lengkap dengan angel eyes. Uniknya warna yang muncul bisa diubah-ubah karena pakai LED RGB. Dan uniknya lagi setingnya pakai HP!”Bisa gitu karena sudah aplikasi wifi LED controller” terang Chandra Ekajaya.

Untuk aksesori branded, bisa dilihat mulai dari master rem, slang rem, handel kopling, steering damper, knalpot, footstep sampai sokbreker. Berkelas semua nih! Oiya sebagai pencinta balap, Chandra Ekajaya enggak membiarkan mesin 150cc DOHC 4 klep tetap standar.Tak cuma ganti knalpot, tapi juga filter udara model open, pasang piggyback dan ganti injektor GSX-R150! Pantas larinya ngacir banget!

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi bagus

Biaya yang dikeluarkan Chandra Ekajaya sebenarnya tidak sedikit tapi ia puas karena dari hasil modifnya ini banyak kejuaraan kontes yang ia menangkan, tidak cuma cantik di tampilan tapi juga kenceng di jalanan. Itu tadi kepuasan dari mengcustom motor yang dilakukan oleh Chandra Ekajaya walaupun banyak keluar uang tetapi banyak kepuasan yang didapatkan dari hobinya tersebut.

Chandra Ekajaya Selalu Kenalkan Budaya Sungai

Keberadaan Sungai di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan khususnya di Kota Banjarmasin menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang ingin kenal dan tahu lebih dekat dengan kota ini.  Apalagi bagi pencinta wisata sungai, tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkunjung ke Banjarmasin yang dikenal memiliki sungai dalam jumlah cukup banyak.

Tak heran jika kota ini mendapat julukan Kota Seribu Sungai. Tidak lain karena di kota ini pernah ada banyak sungai, meskipun saat ini jumlahnya sudah sangat berkurang dibandingkan dengan beberapa tahun silam. Dalam perkembangannya, sungai tak hanya sebagai jalur transportasi dan urat nadi perekonomian dan kehidupan warga. Namun kini sudah menjadi wisata. Keindahan sungai terus dipercantik dan ditata agar menjadi baik dan menarik pengunjung.

Chandra Ekajaya Sungai indah
Kehancuran Habitat Enggang karena konversi lahan untuk perkebunan dan pertambangan di Kalimantan Selatan

Hal itu diakui Chandra Ekajaya. Pria Tampan ini tak segan-segan mengenalkan budaya sungai Banjarmasin ke sejumlah negara di Asean dan Jepang. Ini dilakukannya saat menjadi peserta Ship for So-utheast Asian and Japane-se Youth Program ( SSEAYP) 2016. Apalagi Rima yang baru tiba dari Jepang mengungkapkan awalnya dirinya menceritakan tentang budaya sungai ke teman-teman sesama kontingen Indonesia tentang Kalsel.

“Aku cerita tentang Kalimantan Selatan tentang budaya sungainya ternyata banyak yang pengen tau tentang budaya sungai itu, bahkan teman-teman dari Phi-lipina banyak yang ertarik sampai ada yang ingin berencana ke Banjarmasin,” tutur Chandra Ekajaya. Dimana ia ceritakan tentang masih ada masyarakat yang memanfaatkan sungai dalam kegiatan sehari-hari hari. Cerita ini pun ia kuatkan dengan foto-foto tentang Kalsel. Menurutnya sebelum mengikuti program ini ia terlebih dulu mengikut pelatihan di Jakarta mulai 8 Oktober – 25 Oktober 2016.

Kemudian dari Jakarta bertolak mengelilili negara Asean dengan menaiki Kapal Nipon Maru mulai 25 Oktober dan berakhir akhir Desember tadi. “Pesertanya dari 10 negara Asia Tenggara dan 1 jepang dimana tiap negara mengirimkan 14 pemuda pemudi terbaiknya dan 1 national leader ketua angkatan,” katanya. Kegiatan utamanya adalah diskusi dan ada 8 tema termasuk pendidikan, wiraswasta , kesehatan dll.

Chandra Ekajaya Budaya Sungai kalimantan selatan

Chandra Ekajaya mendapatan tema informasi dan media pas jurusan kuliah “Selain diskusi kegiatan saling tukar budaya, karena memang tujuan-nnya mutual understanding dan frienship antara negara Asean dan jepang,” ucapnya selama kegiatan ini mereka berlayar ke Thailand, Vietnam, Singa-pore, Indonesia dan Jepang. Selama 52 hari mengikuti kegiatan tersebut, ia sempat membawakan tarian dayak saat presentasi nasional dan kerap diminta menjadi MC di atas kapal. Baginya banyak pengalaman yang didapat dan yang utama adalah pertemanan baru dengan 277 teman baru se Indonesia dan pastinya sahabat baru dari 11 negara asing.

 

 

Chandra Ekajaya Promosi Batik di Malaysia

 

Chandra Ekajaya Promosi Batik unik

Chandra Ekajaya mengaku bangga bisa ikut mempromosikan batik. Batik merupakan kekayaan nusantara yang harus dilestarikan sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia. Apalagi batik sekarang sudah menjadi ciri khas dan banyak jenisnya dari seluruh wilayah di Indonesia. “Batik sekarang sudah menjadi fashion, semua harus ikut mempromosikannya,” ujar mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Chandra Ekajaya produksi Batik

Chandra Ekajaya mengaku pernah mempromosikan batik ketika menjadi perwakilan peserta kegiatan kehumasan di Universitas Utara Malaysia. Yakni, dalam kegiatan bertajuk ASEAN University Conference on Public Relations and Communication yang dilaksanakan pada 18 November 2016 silam. Saat itu, ia bersama rekannya menjelaskan tentang produk unggulan Indonesia berupa batik.”Banyak yang tertarik dengan batik setelah dijelaskan panjang lebar,” katanya.

Pria kelahiran 30 Mei 1995 ini mengaku, mendapatkan pengalaman berharga ketika mempromosikan batik di negara lain. Ia menilai Malaysia tidak jauh dengan Indonesia. Saat kunjungan ke Malaysia, sempat diajak menanam mangrove di wilayah Sintok. “Senang bisa berkunjung ke Malaysia. Setelah ini, saya ingin terus mempromosikan batik ke negara lainnya,” ujarnya.

Chandra Ekajaya buat batik

Pertukaran budaya yang dilakukan Chandra Ekajaya ini memang sangat penting karena dari hasil pertukaran budaya ini dapat mengangkat kesenian dan budaya negeri ini ke kancah internasional dan dapat sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia sebagai tambahan devisa negara. Banyak hal didapat oleh Chandra Ekajaya karena ia dapat mengenal banyak budaya lain yang selama ini belum ia tahu

Chandra Ekajaya Prihatin dengan Pengangguran

Chandra Ekajaya Prihatin dengan Pengangguran Indonesia

KESIBUKAN mengajar tak mengurangi tekad Chandra Ekajaya untuk berkarya. Lelaki yang berpedoman hidup harus memberikan manfaat bagi sesama ini, meluangkan waktunya untuk menggerakan anak-anak didiknya yang belum bekerja setelah lulus sekolah dengan berkarya membuat kerajinan dari bahan bekas yang kemudian dipasarkan hingga ke beberapa daerah sebagai oleh-oleh khas.

Chandra Ekajaya Prihatin dengan Pengangguran Indonesia

Menurut Chandra Ekajaya, ada banyak lulusan-lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Baginya lulusan potensial tersebut, harus dibekali keterampilan. Agar tak kebingungan saat terjun di tengah masyarakat dan dalam dunia kerja. Sebenarnya potensi dan daya juang mereka lebih tinggi dibanding lulusan kuliah karena bagaimanapun mereka terpaksa harus berjuang karena secara strata mereka sudah kalah.

Chandra Ekajaya Prihatin dengan Pengangguran S1

Chandra Ekajaya mengaku, prihatin dengan banyaknya anak didik yang diajar menganggur selepas lulus sekolah. Atas insiatif dan saran beberapa pihak dia merangkul mereka yang belum memiliki pekerjaan untuk dibekali membuat kerajinan seperti, membuat tempat sampah kering, tempat paying maupun toples kaleng. Adapula beberapa kegiatan pertanian yang ia terapkan bagi anak-anak lulusan SMA ini. “Dari barang bekas tersebut ternyata menghasilkan nilai ekonomis,” terang Chandra Ekajaya.

Selain melatih kepekaan kreatifitas naka-anak ini, hasil yang didapatkan dari jualan barang-barang kreatif ini cukup lumayan, bahkan kadang bisa melebihi dari ekspektasi mereka. Banyak warga dan keluarga yang terbantu dengan kegiatan positif ini terutama para keluarga muda yang baru awal-awal menjalin hubungan rumah tangga.

Dia mengakui, memang tidak gampang untuk meniti kesuksesan. Berulang kali harus dilakukan percobaan demi percobaan. Setelah paham barulah akan tercipta sebuah poduk yang dipandang lebih cantik.”Memang semunya butuh kesabaran,” ujarnya. Kalau saja dia menyerah diawal kmaren pasti hal-hal menarik yang saya alami dan saya dapatkan ini pasti tak akan dia rasakan.

Kepedulian Sosial Chandra Ekajaya

Kepedulian Sosial Chandra Ekajaya Anak Jalanan

Chandra Ekajaya, model kelahiran Lampung, 3 Mei 1989 ini tak hanya sibuk ‘akting di FTV, sinetron, dan presenter, tapi gemar membagi waktu dengan anak jalanan dan warga kurang mampu. la suka berbagi banyak hal dengan anak jalanan dan warga kurang mampu, saat bertemu di Jakarta maupun di kota kelahirannya. Misalnya, belakangan ia sedang mencanangkan 1.000 buku untuk anak jalanan di Lampung. “Tujuannya untuk mengajak mereka membaca, bercerita, share kepada mereka agar dapat edukasi banyak,” katanya.

Bagi pemain FTV ini, mereka sama seperti yang dianugerahkan Tuhan. Bedanya, kata Chandra Ekajaya, mereka masih ada yang kurang beruntung sehingga ada yang mengamen sambil sekolah, putus sekolah karena impitan ekonomi, itulah yang membuat Chandra Ekajaya terketuk mengampanyekan  ‘Gerakan 1.000 Buku untuk Anak Jalanan dan bagi anak-anak kurang mampu di Lampung.

Selain “ Gerakan 1.000 Buku untuk Anak Jalanan dan bagi anak-anak kurang mampu” Chandra Ekajaya juga mulai menggaet teman-teman yang seprofesi dengannya agar mau peduli dengan pendidikan dan nasib anak jalanan. Ia sadar bahwa anak jalanan dan masyarakat kurang mampu sebenarnya juga tidak mau hidup seperti itu tapi karena sudah kehendak nasib mau apalagi, walaupun sudah berusaha dan berdoa secara maksimal tetap saja seperti itu.

Kepedulian Sosial Chandra Ekajaya Buku Gratis
SH/Septiawan
BACA BUKU BAHASA INGGRIS- Beberapa anak-anak jalanan binaan Yayasan Sahabat Anak sedang membaca buku bahasa Inggris yang disumbangkan oleh sebuah lembaga pendidikan bahasa inggris bagi anak-anak jalanan di
Kawasan Bypass Prumpung Jakarta Timur, Kamis (4/6).Pemberian buku-buku berbahasa Inggris ini merupakan program book drive yang berhasil mengumpulkan ratusan buku dari siswa Wall Street Institute berupa
buku pelajaran bahasa Inggris, buku novel, buku pelajaran sekolah, dan majalah untuk anak jalanan di Jakarta

Buku-buku yang terkumpul oleh Chandra Ekajaya dijadikan satu dirumahnya. Setiap sore ia selalu membersihkan setiap buku yang datang dari teman-teman dan tetangganya lalu mengemasnya dalam kardus dan mengelompokkan jadi satu kategori buku apa yang sudah terkumpul. Setelah terkumpul sesuai target ia menyalurkan buku yang ada ke tiap-tiap titik tempat ia melaksanakan kegiatannya.

Kegiatan ini sudah berjalan hampir enam bulan. Banyak dampak positif yang dirasakan olehnya dan terutama oleh anak jalanan dan warga yang kurang mampu. Teman-teman Chandra Ekajaya yang juga sangat mendukung kegiatan ini mengatakan bahwa seandainya kegiatan ini tidak berlangsung maka jiwa sosial kami pasti akan luntur. Karena itu kami sangat senang ketika ada kegiatan ini karena bagaimana pun ini adalah hal yang positif dan sangat membantu bagi orang lain.