Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa

Ada keinginan besar Chandra Ekajaya, 46 memperluas pemasaran kue keranjang pabrik Hamsyong ke negara lain. Alasannya, tak lain untuk melestarikan budaya nenek moyangnya yang mulai pudar ditelan kemajuan zaman. Kue keranjang buatan pabriknya, kata Chandra Ekajaya lagi, bahan bakunya menggunakan beras ketan, gula putih dan daun pandan wangi.

Pabrik inipunmasihmenggunakan alat tradisional. Kue ini memiliki tekstur yang lengket dengan rasa yang manis. Rasa manis inilah yang diharapkan dapat membawa rejeki dan kenikmatan di tahun yang akan datang. “Saya tidak bisa bocorkan resep legendaris dari yang turun temurun itu. Kami tetap menjaga cita rasa agar konsumen tidak kabur.

Lebih baik menggunkan resep legendaris dengan cara tradisional dari pada menggunakan teknologi canggih tapi rasanya beda. Semua proses kue kami ini tidak menggunakan bahan pengawet, semua mumi bahan alami,” ungkapnya juga.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa kue china

Chandra Ekajaya juga berceloteh setiap bahan bakuyang diracikitu diperiksa beberapa tim. Hal itu untuk menghindari kerusakan tekstur panganan berbahan baku beras dan santan kelapa tersebut Chandra Ekajaya pun mengakui, kue keranjang buatan pabrik tua neneknya itu merupakan yang paling terkenal di Jabodetabek.

Pemesanya datang dari Jakarta, Bogor Depok Tangerang dan Bekasi. Sistem penjualannya pun mereka dipermudah dengan online. Mulai dari pemesanan dan order. Bahkan, pabriknya itu pun menyiapkan pengiriman barang ke luar kota jika ada konsumen yang mengorder panganan tersebut. Apalagi, menjelang perayaan Imlek, permintaan kue keranjang memang selalu meningkat.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa kue imlek

Dijelaskan, Chandra Ekajaya, kue keranjang buatan pabrik sang nenek di bandrol dengan harga Rp 40 ribu/ kilogram. Pemesanan itu kata dia dapat di order melalui menggunakan telepon seluler dan website. Kata dia juga, pemesanan itu lebih banyak datang dari Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Untuk menyelesaikan dodol dan kue keranjang itu sampai siap jual dibutuhkan waktu sekitar 12-16 jam Generasi ketiga dari Nyonya Fang tersebut menceritakan ada keinginan besarnya merambah pasar internasional untuk menjual dodol dan kue keranjang tersebut.

Salah satunya merambah negara di Asia Tenggara. Hal itu karena cita rasa panganan yang diolah milik pabrik neneknya itu sangat lezat. “Ada sih keinginan memasarkannya lebih luas lagi, toh ini makanan ini awet dan tahan lama karena tidak menggunakan bahan pengawet. Saya sih sudah mulai melirik beberapa negara Asia Tenggara Ya belum berani ke sana karena harus melihat dulu prospek pasarnya dulu,” katanya juga.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa camilan imlek

Kata Chandra Ekajaya juga, ada sejumlah negara di Asia Tenggara yang akan menjadi target pangsa pasarnya itu. Seperti, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam, Brunei, Filipina, serta Singapura, Timor Leste. Di mana dari pengetahuannya beberapa negara itu banyak dihuni warga keturunan Tionghoa.

 

Baca Selanjutnya tentang Pengusaha Chandra Ekajaya ini !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *