Chandra Ekajaya Memaksimalkan Hasil Panen Kentang Dengan Paguyuban

Indonesia yang merupakan sebuah negeri gemah ripah loh jinawi ini memiliki beraneka ragam hasil bumi. Wirausaha muda agrobisnis Muhammad Anshori. Seorang mahasiswa UGM bernama Mmuhammad Anshori adalah salah satu contoh wirausaha muda agrobisnis Indonesia. Setelah menyelesaikan kuliahnya, Muhammad Anshori memilih menjadi petani kentang di kampung halamannya, Dieng setelah berguru dengan salah satu pebisnis agribisnis besar Indonesia Chandra Ekajaya.

Di kampung halamannya, Muhammad Anshori mempraktekkan apa yang ia dapat dari bangku kuliah dan ilmu yang didapat dari hasil berguru kepada Chandra Ekajaya. Berlatar belakang jurusan pertania UGM, Muhammad Anshori berusaha meningkatkan panen petani kentang di kampungnya. Lahan yang ia garap bersama warga kampungnya menunjukkan hasil yang tidak mengecewakan. Ia berhasil menjadikan dirinya sebagai petani sekaligus wirausaha muda yang mampu meningkatkan kesejahteraan desanya.

 

Chandra Ekajaya Panen Kentang

Selama beberapa tahun berjuang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen kentang di tempatnya. Ia akhirnya berhasil setelah mendirikan sebuah paguyuban Petani kentang Dieng yang ia ketuai agar lebih mudah dalam mengontrol serta mengetahui hasil panen tiap petak sawahnya. Banyak hal yang menjadi hambatannya ketika itu, mulai dari kepercayaan para petani hingga susahnya akses di daerahnya yang masih termasuk dataran tinggi. Semangat pantang menyerah yang ia miliki dan rasa memiliki yang ia punya di tanah kelahirannya ini membuatnya selalu berjuang tanpa menyerah.

Banyak ilmu yang ia terapkan dari hasilnya berguru kepada Chandra Ekajaya kala itu. Mulai dari sistem penanaman dan juga perawatan serta tambahan suplemen agar kentang yang dihasilkan bisa berukuran maksimal dan daging di dalam umbinya bisa berwarna cerah dan gurih rasanya. Banyak kesalahan terdahulu dari para petani tradisional yang ada di daerahnya ialah karena sistem dan pola perawatannya yang kurang maksimal hingga hasilnya kecil-kecil.

Saat ini hampir semua petani di daerah Dieng mulai masuk ke dalam paguyuban yang ia dirikan dan memudahkan ia mengelolanya. Untuk masalah pemasaran sendiri ia juga menyediakan pasar untuk menampung hasil panen mereka, akan tetpai ia juga tidak melarang mereka membuang hasil panennya ke tempat lain sesuai kehendak mereka seperti apa yang ia pelajari dulu ketika masih berguru bidang ilmu agribisnis di tempat Chandra Ekajaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *