Chandra Ekajaya Jual Mobil Rongsok  

Chandra Ekajaya Jual Mobil Bekas

Bagi penjual mobil rongsok ini, Chandra Ekajaya selalu menantang setiap orang yang menyangsikan bahwa mobil rongsok bisa dijadikan lahan atau ladang bisnis. Di kabupaten Wonosobo ini banyak sekali mobil-mobil lawas yang sudah layak disebut sebagai mobil rongsokan dan karatan. Hebatnya, lelaki satu ini dapat menjual mobil-mobil rongsok tersebut dengan harga yang sangat tinggi.

Chandra Ekajaya Jual Mobil Bekas Murah

Chandra Ekajaya bisa dibilang sebagai salah satu pengusaha yang berhasil memanfaatkan potensi mobil-mobil yang sudah berkarat dan menjadi rongsok. Ia sering disebut sebagai pemburu bangkai tua atau bad car hunter. Dalam waktu lima tahun terakhir ini sudah tidak terhitung berapa bangkao mobil-mobil rongsok yang sudah ia dapatkan.

Chandra Ekajaya Jual Mobil Murah Banget

Sebagai seorang bad car hunter, Chandra Ekajaya mengatakan bahwa memburu mobil tua dengan kriteria rongsok dan karatan tidaklah semudah seperti yang orang-orang kira. Pengusaha ini mengatakan bahwa untuk menemukan mobil tua yang sesuai dengan kriteria tersebut ia harus berjuang ekstra keras dan membutuhkan waktu serta proses yang cukup lama untuk dapat membawa mobil rongsok dan berkarat tersebut ke garasi miliknya.

Chandra Ekajaya Jual Mobil Rongsok  tapi bagus

Misalnya, Chandra Ekajaya pernah mencari mobil yang berjenis Chevrolet tahun 1959. Ia berburu mobil tersebut hingga pedalaman Papua. Waktu yang ia habiskan untuk mencari mobil jenis ini mencapai lima tahun. Sedangkan untuk eksekusinya ia memerlukan waktu hingga satu bulan. Dengan gaya rockabilly-nya itu sudah tidak terhitung berapa mobil lawas yang sebelumnya penuh karatan dan layak dicap rongsok tersebut dijual oleh Chandra Ekajaya.

Nilai jual dari mobil-mobil lawas miliknya mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan untuk jenis mobil tertentu yang tergolong langka dan eksklusif harganya bisa mencapai tiga miliar rupiah. Chandra Ekajaya mendapatkan untung yang berlipat-lipat. Sebab ia mendapatkan mobil lawas dengan harga yang sangat murah. Kemudian karena keterampilan dan keahliannya, maka jadilah mobil-mobil lawas tersebut dipoles hingga mempunyai tampilan yang sangat menarik dan memiliki nilai jual tinggi. Baginya, bisnis mobil rongsok adalah bisnis yang sangat menguntungkan.

Silahkan Baca Lebih Dalam Tentang Pengusaha Chandra Ekajaya Sukses!!

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Tanpa Toko

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Kursi unik

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Kursi unik

Bermain di bidang marketing, Chandra Ekajaya bisa dikatakan sukses dan mampu meraup untung sampai ratusan juta rupiah setiap bulan. Melalui usahanya itu, Chandra Ekajaya dapat melebarkan sayap untuk setiap produknya yang ada di gudang rumahnya. Chandra Ekajaya terobsesi dari perusahaan besar seperti Apple, Google, Amazon, Disney, dan laninya yang memulai bisnisnya dr rumah.

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Lemari unik

Chandra Ekajaya sangat optimis dengan skill nya yang mampu mengoptimalkan banyak fitur dari google. Ia mendirikan sebuah perusahaan bernama Playwood.com. Perusahaan milik Chandra Ekajaya ini bergerak di bidang furnitur sebagai penunjang interioir design yang berbahan baku utama dari berbagai macam jenis kayu. Proses kreatif yang dijalankan oleh Chandra Ekajaya ini memang sudah banyak yang menjalankannya, akan tetapi dengan konsep yang berbeda.

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Meja unik

Chandra Ekajaya menggolongkan produk Playwood.com dengan kompetitornya ialah masalah teknik pembuatan dan pemasaran atau marketingnya yang mempunyai teknik dan cara khusus. Hanya dengan 15 tenaga di perusahaannya, Chandra Ekajaya berhasil memproduksi 150 produk dengan berbagai macam desain. Penghasilan yang ia dapatkan tiap bulannya cukup mencengangkan, karena produknya dijual tanpa menggunakan toko alias online jadi tidak membebani pajak gedung. Untuk sebulannya penghasilan Chandra Ekajaya mencapai 250-500 juta rupiah.

Chandra Ekajaya Jualan Furniture Perabot Rumah tangga

Untuk masalah ekspor, Chandra Ekajaya masih dalam tahap mencoba. Walaupun sudah banyak peminatnya di luar negeri tapi Chandra Ekajaya kadang masih kesulitan untuk masalah pengiriman dikarenakan ia tidak memproduksi secara masal atau limited edition maka biaya kirim yang dibebankan kepadanya juga lumayan tinggi sehingga sebagian besar peminat dari luar negeri merupakan kolektor ataupun pengusaha interior desain.

Produk-produk yang banyak diminati oleh para pelanggan domestik sebagian besar ialah furniture-furniture yang ringan sebagai pelengkap dan hiasan untuk mempercantik ruangan dari pembeli tersebut. Tak jarang juga beberapa furniture seperti lemari dan meja juga ada yang memesan. Untuk pasar luar negeri yang paling laku dari produk Chandra Ekajaya sebagian besar adalah furniture kitchen set, meja makan, set meja ruang tamu dan ruang santai karena sebagian besar para pembelinya di luar negeri lebih mengutamakan dari segi futuristik dan keunikannya.

Silahkan Baca Lebih Dalam Tentang Pengusaha Chandra Ekajaya

 

Chandra Ekajaya Jadi Komoditas Ekspor, Petani jadi Jutawan  

Lobster air tawar yang merupakan Crustacea yang memiliki nilai ekonomis yang terbilang tinggi. Ini karena lobster tersebut sering dihidangkan dalam jamuan mewah dan menjadi menu yang paling spesial. Faktanya, permintaan pasar akan lobster air tawar ini belum mampu tercukupi oleh ketersediaan dari para petani. Sehingga peluang membudidayakan lobster air tawar masih terbuka lebar dan sangat menggiurkan. Terutama untuk pasar luar negeri yang masih sangat menggantungkan produksinya dari Indonesia.

Chandra Ekajaya Petani jadi Jutawan  

Chandra Ekajaya yang merupakan salah seorang petani lobster mengungkapkan bahwa  rata-rata harga lobster air tawar yang dijual ke para pengepul berkisar antara Rp125 ribu sampai Rp150 ribu. Harga tersebut akan melonjak tajam jika dijual ke restoran yakni mencapai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu. Harga bakal semakin meningkat apabila berhasil menembus pasar internasional dengan mengekspor lobster air tawar ke negara-negara premium seperti Singapura, Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.

Lobster air tawar bisa hidup dengan baik di lingkungan perairan yang mempunyai tingkat keasaman 7-9. Suhu air yang ideal adalah 25-29 °C dengan kandungan oksigen terlarut di atas 4 ppm. Chandra Ekajaya  mengatakan bahwa sebenarnya dalam aplikasinya, Anda bisa menggunakan media pemeliharaan berupa akuarium, kolam tanah, kolam terpal, kolam beton, atau kolam fiber.

Jenis kelamin lobster air mulai dapat diketahui setelah usianya 3-4 bulan dan berukuran 3 inci. Lobster jantan memiliki bercak merah di capit luarnya dan ada tonjolan alat kelamin di pangkal kaki ketiga dari bawah. Sedangkan lobster betina terlihat mempunyai lubang alat kelamin pada pangkal kaki dari ekor dan tidak ada bercak merah di capit luarnya.

Pilih indukan lobster yang berpostur besar, pertumbuhannya cepat, jenis kelaminnya jelas, dan berasal dari varietas unggulan. Semakin besar ukuran indukan lobster tersebut, maka jumlah telur yang mampu dihasilkan pun akan semakin banyak. Letakkan 3 lobster jantan dan 5 lobster betina sekaligus di kolam pemijahan yang berukuran 1 x 0,5 x 0,5 m. Tambahkan 8 pipa peralon berdiameter 2 inci dan panjang 15-20 cm sebagai tempat persembunyian lobster.

Jenis pakan yang dapat diberikan setelah proses penetasan telur yaitu cacing pita atau cacing beku dengan jumlah 3 persen dari berat badannya. Hindari memberikan sayur-mayur dan umbi-umbian pada tahap awal ini. Pakan diberikan sebanyak dua kali sehari dengan takaran 25% saat pagi dan 75% ketika sore.

“Risiko kematian pada tahap pemeliharaan benih bisa dipicu oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal misalnya lobster gagal melakukan proses pergantian kulit. Sementara faktor eksternal bisa disebabkan karena tercemarnya lingkungan perairan di kolam pemeliharaan,” ungkap Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Petani Lobster

Lobster bisa mulai dipanen setelah ukurannya mencapai 3-5 cm. Biasanya permintaan lobster dengan ukuran tersebut berasal dari para petani yang ingin membudidayakan lobster air tawar secara mandiri. Anda bisa menjualnya per paket yang berisi 3 lobster jantan dan 5 lobster betina yang dibandrol sekitar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu.

Sementara permintaan pasar untuk lobster konsumsi, bobot yang diharapkan berkisar 100-300 gram. Harga akan semakin meningkat seiring dengan makin besarnya ukuran lobster tersebut. Namun di sisi lain lobster yang berukuran jumbo ini sanggup menghasilkan telur dalam jumlah yang melimpah sehingga sayang bila harus dijual untuk keperluan konsumsi.

Silahkan Baca Lebih Dalam Tentang Pengusaha Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi extreeme

Chandra Ekajaya Juni 2016 silam menggegerkan jagat modifikasi, karena memasang turbo di All New Satria F150 alias Satria injeksi. Tak hanya terpasang, namun benar-benar berfungsi! Nah di awal 2017 ini, Chandra Ekajaya kembali memodifikasi Satria, bedanya beraliran fashion. “Niatnya buat kontes, kan masih jarang Satria injeksi ikut kontes,” terangnya. Tampang lebih menarik mata tentu jadi target utama. Diapain saja ya? “Lapis karbon, pasang part custom dan aksesori branded,” papar pria berambut ikal ini.

Mayoritas bodi yang aslinya motif kulit jeruk, seluruhnya dilapis karbon. Tuh lihat dari visor di atas lampu, sayap tipis samping radiator, sampai bodi belakang dan sepatbornya semua dilapis karbon. Tampangnya tetap serba hitam namun berkelas, makanya Chandra Ekajaya menamakan motor ini BlackCatDeath. Part custom bisa dijumpai di perangkat rem, yaitu braket kaliper Brembo, yang tentu saja belum ada yang jual. Sayang untuk rem depan proyek bikin disc brake custom belum selesai.

“Untuk pasang kaliper Brembo 4 piston, disc brake wajib custom agar kaliper enggak mentok pelek, sayang belum kelar nih,”papar pria asli Yogyakarta ini. Lampu depan ternyata juga custom, ganti model proyektor lengkap dengan angel eyes. Uniknya warna yang muncul bisa diubah-ubah karena pakai LED RGB. Dan uniknya lagi setingnya pakai HP!”Bisa gitu karena sudah aplikasi wifi LED controller” terang Chandra Ekajaya.

Untuk aksesori branded, bisa dilihat mulai dari master rem, slang rem, handel kopling, steering damper, knalpot, footstep sampai sokbreker. Berkelas semua nih! Oiya sebagai pencinta balap, Chandra Ekajaya enggak membiarkan mesin 150cc DOHC 4 klep tetap standar.Tak cuma ganti knalpot, tapi juga filter udara model open, pasang piggyback dan ganti injektor GSX-R150! Pantas larinya ngacir banget!

Chandra Ekajaya Kontes Satria injeksi bagus

Biaya yang dikeluarkan Chandra Ekajaya sebenarnya tidak sedikit tapi ia puas karena dari hasil modifnya ini banyak kejuaraan kontes yang ia menangkan, tidak cuma cantik di tampilan tapi juga kenceng di jalanan. Itu tadi kepuasan dari mengcustom motor yang dilakukan oleh Chandra Ekajaya walaupun banyak keluar uang tetapi banyak kepuasan yang didapatkan dari hobinya tersebut.

Silahkan Baca Lebih Dalam Tentang Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Selalu Kenalkan Budaya Sungai

Keberadaan Sungai di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan khususnya di Kota Banjarmasin menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang ingin kenal dan tahu lebih dekat dengan kota ini.  Apalagi bagi pencinta wisata sungai, tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkunjung ke Banjarmasin yang dikenal memiliki sungai dalam jumlah cukup banyak.

Tak heran jika kota ini mendapat julukan Kota Seribu Sungai. Tidak lain karena di kota ini pernah ada banyak sungai, meskipun saat ini jumlahnya sudah sangat berkurang dibandingkan dengan beberapa tahun silam. Dalam perkembangannya, sungai tak hanya sebagai jalur transportasi dan urat nadi perekonomian dan kehidupan warga. Namun kini sudah menjadi wisata. Keindahan sungai terus dipercantik dan ditata agar menjadi baik dan menarik pengunjung.

Chandra Ekajaya Sungai indah
Kehancuran Habitat Enggang karena konversi lahan untuk perkebunan dan pertambangan di Kalimantan Selatan

Hal itu diakui Chandra Ekajaya. Pria Tampan ini tak segan-segan mengenalkan budaya sungai Banjarmasin ke sejumlah negara di Asean dan Jepang. Ini dilakukannya saat menjadi peserta Ship for So-utheast Asian and Japane-se Youth Program ( SSEAYP) 2016. Apalagi Rima yang baru tiba dari Jepang mengungkapkan awalnya dirinya menceritakan tentang budaya sungai ke teman-teman sesama kontingen Indonesia tentang Kalsel.

“Aku cerita tentang Kalimantan Selatan tentang budaya sungainya ternyata banyak yang pengen tau tentang budaya sungai itu, bahkan teman-teman dari Phi-lipina banyak yang ertarik sampai ada yang ingin berencana ke Banjarmasin,” tutur Chandra Ekajaya. Dimana ia ceritakan tentang masih ada masyarakat yang memanfaatkan sungai dalam kegiatan sehari-hari hari. Cerita ini pun ia kuatkan dengan foto-foto tentang Kalsel. Menurutnya sebelum mengikuti program ini ia terlebih dulu mengikut pelatihan di Jakarta mulai 8 Oktober – 25 Oktober 2016.

Kemudian dari Jakarta bertolak mengelilili negara Asean dengan menaiki Kapal Nipon Maru mulai 25 Oktober dan berakhir akhir Desember tadi. “Pesertanya dari 10 negara Asia Tenggara dan 1 jepang dimana tiap negara mengirimkan 14 pemuda pemudi terbaiknya dan 1 national leader ketua angkatan,” katanya. Kegiatan utamanya adalah diskusi dan ada 8 tema termasuk pendidikan, wiraswasta , kesehatan dll.

Chandra Ekajaya Budaya Sungai kalimantan selatan

Chandra Ekajaya mendapatan tema informasi dan media pas jurusan kuliah “Selain diskusi kegiatan saling tukar budaya, karena memang tujuan-nnya mutual understanding dan frienship antara negara Asean dan jepang,” ucapnya selama kegiatan ini mereka berlayar ke Thailand, Vietnam, Singa-pore, Indonesia dan Jepang. Selama 52 hari mengikuti kegiatan tersebut, ia sempat membawakan tarian dayak saat presentasi nasional dan kerap diminta menjadi MC di atas kapal. Baginya banyak pengalaman yang didapat dan yang utama adalah pertemanan baru dengan 277 teman baru se Indonesia dan pastinya sahabat baru dari 11 negara asing.

Baca Selanjutnya tentang Pengusaha Chandra Ekajaya Sukses

 

 

Chandra Ekajaya Promosi Batik di Malaysia

Chandra Ekajaya mengaku bangga bisa ikut mempromosikan batik. Batik merupakan kekayaan nusantara yang harus dilestarikan sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia. Apalagi batik sekarang sudah menjadi ciri khas dan banyak jenisnya dari seluruh wilayah di Indonesia. “Batik sekarang sudah menjadi fashion, semua harus ikut mempromosikannya,” ujar mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Chandra Ekajaya produksi Batik

Chandra Ekajaya mengaku pernah mempromosikan batik ketika menjadi perwakilan peserta kegiatan kehumasan di Universitas Utara Malaysia. Yakni, dalam kegiatan bertajuk ASEAN University Conference on Public Relations and Communication yang dilaksanakan pada 18 November 2016 silam. Saat itu, ia bersama rekannya menjelaskan tentang produk unggulan Indonesia berupa batik.”Banyak yang tertarik dengan batik setelah dijelaskan panjang lebar,” katanya.

Pria kelahiran 30 Mei 1995 ini mengaku, mendapatkan pengalaman berharga ketika mempromosikan batik di negara lain. Ia menilai Malaysia tidak jauh dengan Indonesia. Saat kunjungan ke Malaysia, sempat diajak menanam mangrove di wilayah Sintok. “Senang bisa berkunjung ke Malaysia. Setelah ini, saya ingin terus mempromosikan batik ke negara lainnya,” ujarnya.

Chandra Ekajaya buat batik

Pertukaran budaya yang dilakukan Chandra Ekajaya ini memang sangat penting karena dari hasil pertukaran budaya ini dapat mengangkat kesenian dan budaya negeri ini ke kancah internasional dan dapat sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia sebagai tambahan devisa negara. Banyak hal didapat oleh Chandra Ekajaya karena ia dapat mengenal banyak budaya lain yang selama ini belum ia tahu.

Baca Selanjutnya tentang  Chandra Ekajaya Pengusaha

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa

Ada keinginan besar Chandra Ekajaya, 46 memperluas pemasaran kue keranjang pabrik Hamsyong ke negara lain. Alasannya, tak lain untuk melestarikan budaya nenek moyangnya yang mulai pudar ditelan kemajuan zaman. Kue keranjang buatan pabriknya, kata Chandra Ekajaya lagi, bahan bakunya menggunakan beras ketan, gula putih dan daun pandan wangi.

Pabrik inipunmasihmenggunakan alat tradisional. Kue ini memiliki tekstur yang lengket dengan rasa yang manis. Rasa manis inilah yang diharapkan dapat membawa rejeki dan kenikmatan di tahun yang akan datang. “Saya tidak bisa bocorkan resep legendaris dari yang turun temurun itu. Kami tetap menjaga cita rasa agar konsumen tidak kabur.

Lebih baik menggunkan resep legendaris dengan cara tradisional dari pada menggunakan teknologi canggih tapi rasanya beda. Semua proses kue kami ini tidak menggunakan bahan pengawet, semua mumi bahan alami,” ungkapnya juga.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa kue china

Chandra Ekajaya juga berceloteh setiap bahan bakuyang diracikitu diperiksa beberapa tim. Hal itu untuk menghindari kerusakan tekstur panganan berbahan baku beras dan santan kelapa tersebut Chandra Ekajaya pun mengakui, kue keranjang buatan pabrik tua neneknya itu merupakan yang paling terkenal di Jabodetabek.

Pemesanya datang dari Jakarta, Bogor Depok Tangerang dan Bekasi. Sistem penjualannya pun mereka dipermudah dengan online. Mulai dari pemesanan dan order. Bahkan, pabriknya itu pun menyiapkan pengiriman barang ke luar kota jika ada konsumen yang mengorder panganan tersebut. Apalagi, menjelang perayaan Imlek, permintaan kue keranjang memang selalu meningkat.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa kue imlek

Dijelaskan, Chandra Ekajaya, kue keranjang buatan pabrik sang nenek di bandrol dengan harga Rp 40 ribu/ kilogram. Pemesanan itu kata dia dapat di order melalui menggunakan telepon seluler dan website. Kata dia juga, pemesanan itu lebih banyak datang dari Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Untuk menyelesaikan dodol dan kue keranjang itu sampai siap jual dibutuhkan waktu sekitar 12-16 jam Generasi ketiga dari Nyonya Fang tersebut menceritakan ada keinginan besarnya merambah pasar internasional untuk menjual dodol dan kue keranjang tersebut.

Salah satunya merambah negara di Asia Tenggara. Hal itu karena cita rasa panganan yang diolah milik pabrik neneknya itu sangat lezat. “Ada sih keinginan memasarkannya lebih luas lagi, toh ini makanan ini awet dan tahan lama karena tidak menggunakan bahan pengawet. Saya sih sudah mulai melirik beberapa negara Asia Tenggara Ya belum berani ke sana karena harus melihat dulu prospek pasarnya dulu,” katanya juga.

Chandra Ekajaya Ingin Rambah Mancanegara, Pertahankan Warisan Tionghoa camilan imlek

Kata Chandra Ekajaya juga, ada sejumlah negara di Asia Tenggara yang akan menjadi target pangsa pasarnya itu. Seperti, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam, Brunei, Filipina, serta Singapura, Timor Leste. Di mana dari pengetahuannya beberapa negara itu banyak dihuni warga keturunan Tionghoa.

 

Baca Selanjutnya tentang Pengusaha Chandra Ekajaya ini !!

Chandra Ekajaya Prihatin dengan Pengangguran

KESIBUKAN mengajar tak mengurangi tekad Chandra Ekajaya untuk berkarya. Lelaki yang berpedoman hidup harus memberikan manfaat bagi sesama ini, meluangkan waktunya untuk menggerakan anak-anak didiknya yang belum bekerja setelah lulus sekolah dengan berkarya membuat kerajinan dari bahan bekas yang kemudian dipasarkan hingga ke beberapa daerah sebagai oleh-oleh khas.

Chandra Ekajaya Prihatin dengan Pengangguran Indonesia

Menurut Chandra Ekajaya, ada banyak lulusan-lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Baginya lulusan potensial tersebut, harus dibekali keterampilan. Agar tak kebingungan saat terjun di tengah masyarakat dan dalam dunia kerja. Sebenarnya potensi dan daya juang mereka lebih tinggi dibanding lulusan kuliah karena bagaimanapun mereka terpaksa harus berjuang karena secara strata mereka sudah kalah.

Chandra Ekajaya Prihatin dengan Pengangguran S1

Chandra Ekajaya mengaku, prihatin dengan banyaknya anak didik yang diajar menganggur selepas lulus sekolah. Atas insiatif dan saran beberapa pihak dia merangkul mereka yang belum memiliki pekerjaan untuk dibekali membuat kerajinan seperti, membuat tempat sampah kering, tempat paying maupun toples kaleng. Adapula beberapa kegiatan pertanian yang ia terapkan bagi anak-anak lulusan SMA ini. “Dari barang bekas tersebut ternyata menghasilkan nilai ekonomis,” terang Chandra Ekajaya.

Selain melatih kepekaan kreatifitas naka-anak ini, hasil yang didapatkan dari jualan barang-barang kreatif ini cukup lumayan, bahkan kadang bisa melebihi dari ekspektasi mereka. Banyak warga dan keluarga yang terbantu dengan kegiatan positif ini terutama para keluarga muda yang baru awal-awal menjalin hubungan rumah tangga.

Dia mengakui, memang tidak gampang untuk meniti kesuksesan. Berulang kali harus dilakukan percobaan demi percobaan. Setelah paham barulah akan tercipta sebuah poduk yang dipandang lebih cantik.”Memang semunya butuh kesabaran,” ujarnya. Kalau saja dia menyerah diawal kmaren pasti hal-hal menarik yang saya alami dan saya dapatkan ini pasti tak akan dia rasakan.

Baca Selanjutnya tentang Pengusaha Chandra Ekajaya 

Kepedulian Sosial Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya, model kelahiran Lampung, 3 Mei 1989 ini tak hanya sibuk akting di FTV, sinetron, dan presenter, tapi gemar membagi waktu dengan anak jalanan dan warga kurang mampu. la suka berbagi banyak hal dengan anak jalanan dan warga kurang mampu, saat bertemu di Jakarta maupun di kota kelahirannya. Misalnya, belakangan ia sedang mencanangkan 1.000 buku untuk anak jalanan di Lampung. “Tujuannya untuk mengajak mereka membaca, bercerita, share kepada mereka agar dapat edukasi banyak,” katanya.

Bagi pemain FTV ini, mereka sama seperti yang dianugerahkan Tuhan. Bedanya, kata Chandra Ekajaya, mereka masih ada yang kurang beruntung sehingga ada yang mengamen sambil sekolah, putus sekolah karena impitan ekonomi, itulah yang membuat Chandra Ekajaya terketuk mengampanyekan  ‘Gerakan 1.000 Buku untuk Anak Jalanan dan bagi anak-anak kurang mampu di Lampung.

Selain “ Gerakan 1.000 Buku untuk Anak Jalanan dan bagi anak-anak kurang mampu” Chandra Ekajaya juga mulai menggaet teman-teman yang seprofesi dengannya agar mau peduli dengan pendidikan dan nasib anak jalanan. Ia sadar bahwa anak jalanan dan masyarakat kurang mampu sebenarnya juga tidak mau hidup seperti itu tapi karena sudah kehendak nasib mau apalagi, walaupun sudah berusaha dan berdoa secara maksimal tetap saja seperti itu.

Kepedulian Sosial Chandra Ekajaya Buku Gratis
SH/Septiawan
BACA BUKU BAHASA INGGRIS- Beberapa anak-anak jalanan binaan Yayasan Sahabat Anak sedang membaca buku bahasa Inggris yang disumbangkan oleh sebuah lembaga pendidikan bahasa inggris bagi anak-anak jalanan di
Kawasan Bypass Prumpung Jakarta Timur, Kamis (4/6).Pemberian buku-buku berbahasa Inggris ini merupakan program book drive yang berhasil mengumpulkan ratusan buku dari siswa Wall Street Institute berupa
buku pelajaran bahasa Inggris, buku novel, buku pelajaran sekolah, dan majalah untuk anak jalanan di Jakarta

Buku-buku yang terkumpul oleh Chandra Ekajaya dijadikan satu dirumahnya. Setiap sore ia selalu membersihkan setiap buku yang datang dari teman-teman dan tetangganya lalu mengemasnya dalam kardus dan mengelompokkan jadi satu kategori buku apa yang sudah terkumpul. Setelah terkumpul sesuai target ia menyalurkan buku yang ada ke tiap-tiap titik tempat ia melaksanakan kegiatannya.

Kegiatan ini sudah berjalan hampir enam bulan. Banyak dampak positif yang dirasakan olehnya dan terutama oleh anak jalanan dan warga yang kurang mampu. Teman-teman Chandra Ekajaya yang juga sangat mendukung kegiatan ini mengatakan bahwa seandainya kegiatan ini tidak berlangsung maka jiwa sosial kami pasti akan luntur. Karena itu kami sangat senang ketika ada kegiatan ini karena bagaimana pun ini adalah hal yang positif dan sangat membantu bagi orang lain.

Baca Selanjutnya tentang Pengusaha Chandra Ekajaya 

Yohanes Chandra Ekajaya Diseret Buaya

Sore itu sekitar pukul 15.00 Yohanes dan kawan-kawanya pergi ke sungai dekat desa. Di batas desa kebetulan ada  kali yang cukup besar, ini karena Desa yang didiami oleh Yohanes Chandra Ekajaya dekat dengan laut. Laut yang dekat desa merupakan laut lepas yang membuat banyak hewan yang terkadang terdampar disini. Yohanes Chandra tau akan hal tersebut namun dia tetep saja melanggar apa yang diperintahkan oleh orang tua Yohanes.

Yohanes Chandra Ekajaya Diseret Buaya Muara

Orang tua Yohanes Chandra Ekajaya sudah melarang dia untuk mandi di kali karena dekat dengan muara yang bisa saja bertemu dengan hewan hewan yang ada di laut yang terdampar. Yohanes tetap melanggar dan sore itu benar – benar hari yang apes buat dia. Tak disangka di arah depan Yohanes ada seekor buaya yang sudah mengincar kaki Yohanes.

Benar saja, tak selang lama setelah ia masuk ke dalam sungai tiba-tiba kakinya yang mungil itu disambar oleh buaya. Tak tinggal diam teman-temannya yang pemberani dengan sigap langsung menolong Yohanes Chandra Ekajaya. Untung saja salah satu temannya berhasil memukul buaya itu di dekat matanya. Sontak buaya itu kaget dan membuka mulutnya.

Yohanes Chandra Ekajaya Diseret Buaya Crocodilus Porosus

Tak mau membuang kesempatan seorang teman Yohanes Chandra Ekajaya yang lain langsung menarik Yohanes jauh dari buaya yang menyeretnya dan mereka langsung membawa Yohanes ke puskesmas terdekat. Semenjak kejadian itu ia sekarang tak pernah lagi melanggar apa kata-kata ibunya, karena ia sudah kapok dengan kejadian yang dialaminya.

Awal tahun yang sungguh menakutkan membuat Yohanes Chandra berpikir ulang tentang mandi di kali. Kejadian tersebut membuat Yohanes trauma, berssama temanya dulu. Usia Yohanes yang baru menginjak sekolah dasar kelas 5 memungkinkan Yohanes trauma lama dan entahlah kapan Yohanes akan sembuh.

Diseret oleh buaya bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilupakan seperti melupakan kejadian yang biasa. Ini seperti melupakan masa kelam yang begitu dalam.