Luncurkan Rasa Durian Dan Kesemek

Luncurkan Rasa Durian Dan Kesemek 2

PT Marimbak Yuk Mbak Indonesia telah meluncurkan dua varian rasa yang baru bagi masyarakat. Produk yang dikenal dengan Marimbak ini menghadirkan dua varian, yakni Marimbak rasa durian dan rasa kesemek. Merek dagang Marimbak telah dikenal luas oleh masyarakat. Selain terkenal dengan rasanya yang enak, produk ini terkenal dengan harganya yang terjangkau dan sangat murah meriah. Sebelumnya, perusahaan ini sudah mengeluarkan varian rasa yang lumayan banyak, diantaranya anggur, jambu, jeruk, apel, dan mangga. Kesuksesan ini membuat pengusaha sekaligus pemilik bisnis ini mendaftarkan dirinya ke asosiasi pengusaha makanan dan minuman seluruh Indonesia. Dengan kemasan yang sederhana dan menarik, air minum rasa dan beraroma ini dikemas dalam kemasan 200 mililiter. Diharapkan dengan munculnya varian rasa yang baru ini omzet dan produktivitas perusahaan ini akan semakin meningkat di tahun 2017. Selain itu minuman rasa dengan varian rasa yang baru ini dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia sehingga semua orang di negara ini hidup dengan kesegaran.

Luncurkan Rasa Durian Dan Kesemek

Ternyata yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah konsultan bisnis dari Perseroan Terbatas Marimbak merupakan pengusaha senior yang sangat terkenal, yaitu Chandra Ekajaya. Pebisnis ini merekomendasikan berbagai ide dan gagasan yang akhirnya diaplikasikan oleh perusahaan ini dengan meluncurkan rasa-rasa yang menjadi selera masyarakat Indonesia. Jadi keputusan mengeluarkan varian rasa tidaklah tanpa riset dan penelitian serta konsultasi kepada konsultan bisnis. Dengan menggabungkan beberapa fitur ini maka Marimbak berhasil menjadi pelopor sekaligus pemimpin air minum rasa di Indonesia. Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang mengekor konsep air kemasan ini. Tetapi bagi pengusaha sekelas Chandra Ekajaya, hal itu wajar. Baginya, dengan muncul banyak kompetitor maka akan semakin meningkatkan kualitas produk. Ini adalah konsekuensi dan risiko yang harus diterima. Bila tidak bisa meningkatkan kualitas dan pelayanan maka sudah dapat dipastikan bahwa omzet dari air minum rasa ini akan menurun. Tetapi bila ia bertindak sebaliknya, dan membuat masyarakat merasa puas dengan pelayanan dan kualitas produknya, maka bisa dipastikan akan menjadi produk yang ternama.

Niat Untung Malah Tekor

Niat Untung Malah Tekor

Pengusaha rental mobil harus cermat memilih kliennya yang menyewa. Sebab, praktik mobil rental digadaikan cukup mengkhawatirkan. Seperti dialami Suroso, 37, setelah mobil Ertiga miliknya digadaikan Wira Dwi Satria Pambudi, 28, warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi. Merasa mobilnya tak kembali, korban warga Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya itu melaporkannya ke kepolisian. Bahkan, terlapor ini sudah kedua kalinya berurusan dugaan menggadaikan mobil rental. Kasubbag Humas Polres AKP Suwarta mengatakan, semula, korban membawa Ertiga nopol S1256 JN pada 26 Maret lalu untuk menemui Mahfud, temannya. Oleh Mahfud, mobil disewakan kepada terlapor dengan kesepakatan 24 jam Rp 275.000. Penyewaan pertama selama seminggu biaya rental diberikan Rp 1,2 juta. luga membayar rental selama 10 hari Rp 1,3 juta. Semua uang diberikan melalui Mahfud. Setelah 20 April, korban meminta uang rental kepada Mahfud. Tetapi, terlapor belum memberikannya. Setelah ditunggu beberapa hari, terlapor juga tak mengirimkan biaya rental mobil. Korban pun mencari rumah terlapor. Hanya, ketika ditemui, terlapor tidak ada. Sebaliknya ditemui orang tua terlapor dan diberikan selembar kertas putih.

Niat Untung Malah Tekor 2

Chandra Ekajaya selaku teman pengusaha rental tersebut mengatakan bahwa kertas itu bertuliskan, mobil Ertiga putih nopol S 1256 JN telah dibawa salah seorang bernama Hanif, warga Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro. Serta, diberikan nomor handphone agar menghubungi orang tersebut. Korban pun berusaha menghubungi nomor tersebut. Korban menya-kanan Ertiga nopol S1256 JN, Hanif pun membenarkan ada. Tetapi meminta, tebusan Rp 30 juta, karena terlapor telah menggadaikan sekitar seminggu lalu. Merasa dirugikan, akhirnya korban melaporkan ke Polres Lamongan. Pada hari Jumat (21/4) lalu, Mardiyanto, warga Kelurahan Jetis Lamongan juga melaporkan dengan modus yang sama. Korban kali pertama merentalkan mobil, namun ujung-ujungnya digadaikan. Bisa saja korban lebih banyak lagi dan tak hanya ini. Pengusaha Chandra Ekajaya menyayangkan dengan masih adanya kegiatan penipuan semacam ini, padahal banyak orang yang sedang berusaha mengubah nasib. Maka dari itu pemerintah harus segera merevolusi paradigma dan mental manusia Indonesia supaya menjadi masyarakat yang mandiri.

Chandra Ekajaya Buka Gerai Warung Kopi Q Pizza di Malang

Gerai Kopi Chandra Ekajaya

Ramainya usaha kuliner di Kota Malang, membuat para pengusaha kuliner terutama Chandra Ekajaya berlomba untuk mencari terobosan baru demi memikat para konsumen. Hal ini dilakukan oleh Q Pizza Coffee yang ada Matos. Coffee Shop ini mengusung konsep Eropa yang membuat para konsumennya seakan-akan ada di Benua Eropa dan tidak menyadari bahwa mereka berada di dalam mall.

“Q Pizza Coffee ini masih satu grup dengan Java Dancer. Kami sengaja membuat konsep ala Eropa di sini untuk menarik minat para konsumen, mulai dari interior, suasana salah satunya dengan membuat air mancur yang menambah kesan suasana di Eropa,” ujar Manager Outlet Q Pizza Coffee Chandra Ekajaya.

Warung Kopi Chandra Ekajaya

Dengan mengusung dua brand yaitu Q Pizza untuk minuman kopi serta Swect Lucie untuk western food. menambah kesan yang berbeda untuk Q Pizza Coffee. “Kami buka Rabu (19/4) lalu untuk trial opening, sehingga kami belum dapat membuat target untuk ke depannya,” tukas Chandra Ekajaya.

Tak hanya menyajikan coffee shop di dalam mall dengan konsep yang berbeda. Q Pizza juga menghadirkan varian menu ala westem seperti pizza dan juga steak. “Selain membuat konsep yang berbeda, untuk makanan dan minumannya kami sajikan dengan kualitas yang istimewa.

Seperti steak. dagingnya kami langsung datangkan dari Jepang dan Australia. Begitu juga bahan-bahan makanan serta minuman lainnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Yoka ini.

Memberikan konsep yang berbeda, membuat Q Pizza Coffee membidik semua kalangan. Tak hanya untuk berkumpulnya anak muda, namun coffee shop ini juga menyasar keluarga yang ingin mencari tempat untuk berkumpul bersama. Yoka menambahkan, pembangunan yang masih 70 persen ini kc depannya akan lebih dilengkapi dengan nuansa Eropa yang lebih kental sehingga nantinya banyak spot spot selfie yang dapat digunakan oleh para konsumen. Untuk harga. Q Pizza Coffe membanderol harga mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 33 ribu untuk coffcc dan Rp 23 ribu hingga Rp 200 ribu untuk makanan. Kini, semua orang merasa tertolong berkat adanya outlet kopi milik Chandra Ekajaya ini.

Chandra Ekajaya Latih Pengusaha Cilik

Chandra Ekajaya Latih Pengusaha Cilik

Pada hari Sabtu (8/4) sore lalu, pengusaha Chandra Ekajaya menghadiri peresmian wahana rekreasi Mandi Bola di Jl. Suka Saya Suka Kamu, Wonosobo. Acara ini dihadiri sekitar 50 tamu undangan. Diresmikan oleh pengusaha senior Hary Tanoesoedibjo sekaligus selaku pendiri wahana rekreasi tersebut. Wahana ini dibangun berdampingan dengan gedung serbaguna Secret Secret. Luasnya 8 x 9 meter persegi. Untuk bolanya didatangkan langsung dari Kudus, Jawa Tengah, karena bola-bola yang diproduksi di wilayah tersebut terkenal dengan jaminan mutunya. Tetapi ada yang menarik dari acara ini yakni ketika sesi perkenalan terhadap para pengelolanya. Rupanya mereka masih berusia muda dan kanak-kanak. Mereka bergabung dalam tim ‘Pengusaha Cilik’. Mereka masih ada hubungan darah dengan Chandra Ekajaya. Berdasar keterangannya, tujuan didirikannya wahana mandi bola ini yakni untuk melatih para pengusaha cilik memahami dunia wirausaha dan sekaligus berlatih bertanggungjawab. Anak-anak yang hadir nampak sangat kegirangan dengan lahirnya wahana baru ini, terlebih kepada para pengelolanya yang memiliki usaha sekaligus tempat bermain baru.

Chandra Ekajaya Latih Pengusaha Cilik 2

Acara ini dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Ketua Yayasan Kids For Kids sebagai simbol telah dibukanya secara resmi wahana mandi bola ini. Acara ditutup dengan pembacaan doa disusul santap sore bersama dengan seluruh tamu undangan dan panitia pelaksana. Setelah selesai acara, pengusaha Chandra Ekajaya memberikan keterangan kepada kawan-kawan pengusaha dan media bahwa dirinya ingin bereksperimen dengan mengajarkan anak-anak berwirausaha sejak masih kecil. Meskipun banyak orang menganggap eksperimen yang dilakukannya ini tergolong berani dan di luar nalar, tetapi Chandra Ekajaya mempunyai dasar dan alasan yang kuat sehingga ia berani melakukannya. Anak-anak generasi milenial yang saat ini sudah menjelma menjadi pemuda sudah tidak bisa diharapkan lagi. Maka dari itu harus dilakukan pemotongan generasi, sehingga pendidikan harus melompat ke generasi berikutnya yakni anak-anak. Dengan upaya ini, pengusaha kelahiran Malang, Jawa Timur ini berharap perekonomian Indonesia ke depannya akan semakin baik. Selain itu kondisi kepribadian bangsa dan politik juga akan menjadi lebih baik lagi.

Retail Diserbu, Chandra Ekajaya Senang

Retail Diserbu Chandra Ekajaya Senang 2 - Retail Diserbu, Chandra Ekajaya Senang

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa regulasi harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas gula pasir, minyak goreng curah, dan daging beku berlaku pada hari Senin kemarin. Regulasi yang wajib diterapkan di toko retail modern ini dipatuhi. Harga murah membuat toko retail modern diserbu pembeli. Bahkan, ada pengelola toko retail modern yang membatasi pembelian agar barang murah itu benar-benar dinikmati konsumen, bukan untuk kulak pedagang. Sementara itu, harga gula pasir dan minyak goreng curah di pasar tradisional ada yang melebihi HET. Misalnya Store General Manager Hypermart Solo Grand Mall (SGM), Andrias Prasetya, mengatakan HET diterapkan sesuai surat edaran (SE) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Kebijakan yang efektif berlaku kemarin itu dikeluarkan setelah Dewan Pimpinan Pusat Aprindo menggelar pertemuan dengan Kementerian Perdagangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Dengan penerapan HET ini konsumen bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menekan inflasi menjelang Lebaran.

Retail Diserbu, Chandra Ekajaya Senang

Pengusaha Chandra Ekajaya tidak mempermasalahkan selisih harga lama dengan baru tersebut. Menurutnya, penerapan HET justru akan menarik pelanggan baru ke retail. Oleh sebab itu, retail miliknya menambah pasokan hingga 50% dibandingkan biasanya. Lebih lanjut, pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini menambahkan bahwa ia menerapkan batasan pembelian untuk produk gula. Setiap konsumen hanya bisa membeli maksimal 2 kg. Hal ini agar program ini tidak dimanfaatkan pedagang. Store Manager Lottemart The Park Mall Solo Baru, Siti Partimah, menyampaikan HET tiga komoditas sudah diterapkan. Meski ada penyesuaian harga sesuai HET, tidak ada perubahan supplier karena kebijakan pemerintah ini didukung oleh distributor. Chandra Ekajaya mendukung kebijakan ini karena regulasi ini akan sulit diterapkan di pasar tradisional. Maka para pengusaha retail wajib mendukung kebijakan dari pemerintah ini, sebab kebijakan ini justru menguntungkan, walaupun tidak secara langsung. Setidaknya para konsumen justru akan bertambah banyak. Semoga saja mereka akan membeli barang-barang selain kebutuhan yang masuk dalam HET. Dari sinilah pengusaha retail ingin memaksimalkan dan mengoptimalkan keuntungannya.

Pengusaha Organizer

Pengusaha Organizer

Bagi para pecinta fotografi, peluang untuk usaha fotografi selalu ada. Baik di zaman dahulu maupun zaman sekarang. Biasanya mereka terjun ke dunia Wedding Organizer atau Event Organizer. Apalagi di setiap kegiatan, seksi dokumentasi selalu dibutuhkan karena watak dari rakyat bangsa Indonesia senang berkumpul serta mengabadikan momen penting. Terlebih di era digital seperti saat ini, teknologi yang semakin berkembang dan canggih membuat pelaku usaha yang bergerak di ranah fotografi menjadi semakin dibutuhkan. Maka dari itu, para pelaku usaha fotografi, event organizer, dan wedding organizer mempunyai kepekaan dan kreativitas yang lebih bila dibandingkan dengan profesi lainnya. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab dunia organizer dan fotografi merupakan bisnis yang berbasiskan keahlian yang dilakukan oleh seseorang secara profesional sejak lama. Andy, selaku pemilik Andy Studio mengatakan bahwa masyarakat Indonesia masih membutuhkan cetak foto dan studio foto. Maka dari itu jika Event Organizer bekerjasama dengan fotografer maka mereka bisa membuat sebuah photobox atau photobooth.

Pengusaha Organizer 2

Menurut Andy, syarat untuk berkecimpung di dunia event organizer atau wedding organizer dan fotografi adalah mencintai kamera. Sebab kamera adalah senjata utama yang digunakan para fotografer untuk mengabadikan momentum. Untuk fotografi misalnya, per fotonya bisa dihargai 15 ribu rupiah. Bayangkan saja jika dikalikan 100 buah, maka pemasukan yang didapatkan bisa senilai 1,5 juta rupiah. Itu pun belum termasuk biaya cetaknya. Biasanya para pengusaha organizer menjadikan foto dan video ke dalam satu paket dalam sebuah event. Chandra Ekajaya adalah salah satu orang yang menggabungkan ketiga bisnis tersebut dengan mendirikan CE Jagat. Ia sering menangani pesta pernikahan dengan konsep megah dan meriah. Lalu beberapa gelaran acara seperti konser dan pentas dengan konsep populer pun pernah dilakoni pengusaha Chandra Ekajaya. Sebagai seorang pengusaha yang bergerak di sektor konsep, maka  ia harus terus menerus memberikan tawaran yang baru, unik, dan beda dari yang lainnya. Proses kreatif inilah yang membuatnya mampu bertahan selama satu dekade sehingga CE Jagat sudah dikenal oleh banyak orang.

Chandra Ekajaya Bikin Konsep Penjualan Baru

Chandra Ekajaya Konsep Penjualan - Chandra Ekajaya Bikin Konsep Penjualan Baru

Pengusaha Chandra Ekajaya menjelaskan kepada para wirausahawan muda tentang persiapan dan tips bila ingin memulai usaha. Menurutnya setiap pengusaha harus bisa memikirkan ide untuk menarik pelanggan datang. Selain menu-menu makanan yang menggugah selera, mungkin cara yang satu ini sedang jadi tren di kalangan para pengusaha kuliner di Republik Rakyat Tiongkok. Bahkan dilansir situs media terkenal fenomena ini disebut sebagai hoter. Konsep dari cafe ini adalah mempekerjakan wanita seksi dan menggunakan pakaian minim untuk menyajikan makanan. Hal ini bisa saja diterapkan di negara Indonesia dengan berbagai modifikasi. Bisa saja untuk di wilayah yang kuat pengaruh agama Islam, maka cafe atau restoran disajikan oleh para wanita yang mengenakan burqa ataupun lelaki yang menggunakan sarung. Cara ini jelas sekali bisa menarik perhatian customer. Menyajikan konsep makanan hot-pot daging, para wanita berpakaian seksi, ataupun pria yang menggunakan sarung yang jadi pelayan ini berjalan ke sana ke mari untuk membawakan daging yang akan dipanggang ke meja-meja pelanggan.

Chandra Ekajaya Bikin Konsep Penjualan

Pengusaha Chandra Ekajaya ingin menawarkan sebuah konsep yang baru untuk penjualan cafe dan restoran. Bila di kondisi masyarakat urban, maka siapa yang bisa menolak tawaran perempuan seksi. Meski memang paling banyak yang datang adalah customer pria, tak jarang juga yang datang bersama keluarga. Bila mengaca pada Tiongkok, hal ini sangat bagus dan perlu dicontoh, tetapi sayangnya, para model seksi ini hanya dibayar untuk grand opening. Setelah itu, restoran akan beroperasi seperti biasa, tanpa wanita berbusana seksi. Jadi intinya, cara ini hanya untuk sensasi saja, ajang promosi. Tetapi dalam konsep Chandra Ekajaya, ia ingin cafe dan restoran seterusnya menggunakan pakaian seksi. Bila di wilayah muslim yang taat, maka pelayan cafe tersebut wajib memakai sarung dan burqa. Bila ini berhasil maka akan menjadi percontohan bagi daerah-daerah yang lain. Masyarakat Indonesia sangat senang dengan sensasi. Maka sangat wajar jika menggunakan konsep ini maka pendapatan cafe atau restoran akan bertambah. Semoga saja dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Chandra Ekajaya Sukses Membuat Alas Kaki untuk Anak Muda

Chandra Ekajaya

Merintis bisnis dari nol, Chandra Ekajaya sukses mendirikan brand lokal Driji yang identik dengan produk footwear. Belakangan ia juga merambah produk fesyen lain dengan desain trendi. Sebulan ia bisa memasarkan 8.000 produk. Nama Driji mungkin sudah tak asing lagi bagi sebagian besar warga Malang. Maklumlah, merek fesyen ini sudah menjadi brand favorit, terutama bagi para remaja. Driji menawarkan aneka footwear serta beragam produk fesyen lainnya dengan desain yang unik dan trendi.

Tak disangka, usaha ini lahir dari seorang sarjana teknik lulusan Universitas Brawijaya. Dia adalah Chandra Ekajaya, pendiri dan pemilik Driji. Pria yang lahir dan besar di Malang ini, jatuh cinta dengan dunia wirausaha sejak ia masih duduk di bangku kuliah. Dirinya masih berstatus mahasiswa semester 3 ketika ia terjun langsung ke dunia usaha. Ia sendiri sudah mengenal dunia bisnis sejak kecil. “Ayah itu dulu punya bengkel sepeda, dan Ibu punya usaha kue,” tuturnya. Bisnis kedua orang tuanya inilah yang diakuinya menjadi cikal bakal kesenangannya pada dunia wirausaha.

Chandra Ekajaya

Sejak pertama kali mendirikan usaha di tahun 1999, Chandra Ekajaya memang sudah fokus pada produk fesyen. Ia mengaku senang membuat pernak-pernik aksesori fesyen. “Dulu di awal saya bikin kalung dan gelang,” tuturnya. Dari waktu ke waktu, usahanya mulai merambah ke produk tas dan dompet. Pada tahun 2010, Esther berfikir untuk memasarkan sandal. Bermula dari wholesaler, akhirnya Chandra Ekajaya sukses menjadi retailer dengan mendirikan toko miliknya sendiri.

Meski demikian, Chandra Ekajaya tidak menutup pengembangan produk usahanya ke pernakk-pernik fesyen lainnya seperti tas, dompet, dan scarft. Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa sasaran produknya adalah orang berusia 20-35 tahun. Karena itu, ia selalu menciptakan desain produk yang kasual dan modern. Saat ini, Driji memiliki 7 toko di Malang. Selain itu, Driji juga memasarkan produknya lewat toko online dan department store yang ada di Jawa Timur.