Chandra Ekajaya Latih Pengusaha Cilik

Chandra Ekajaya Latih Pengusaha Cilik

Pada hari Sabtu (8/4) sore lalu, pengusaha Chandra Ekajaya menghadiri peresmian wahana rekreasi Mandi Bola di Jl. Suka Saya Suka Kamu, Wonosobo. Acara ini dihadiri sekitar 50 tamu undangan. Diresmikan oleh pengusaha senior Hary Tanoesoedibjo sekaligus selaku pendiri wahana rekreasi tersebut. Wahana ini dibangun berdampingan dengan gedung serbaguna Secret Secret. Luasnya 8 x 9 meter persegi. Untuk bolanya didatangkan langsung dari Kudus, Jawa Tengah, karena bola-bola yang diproduksi di wilayah tersebut terkenal dengan jaminan mutunya. Tetapi ada yang menarik dari acara ini yakni ketika sesi perkenalan terhadap para pengelolanya. Rupanya mereka masih berusia muda dan kanak-kanak. Mereka bergabung dalam tim ‘Pengusaha Cilik’. Mereka masih ada hubungan darah dengan Chandra Ekajaya. Berdasar keterangannya, tujuan didirikannya wahana mandi bola ini yakni untuk melatih para pengusaha cilik memahami dunia wirausaha dan sekaligus berlatih bertanggungjawab. Anak-anak yang hadir nampak sangat kegirangan dengan lahirnya wahana baru ini, terlebih kepada para pengelolanya yang memiliki usaha sekaligus tempat bermain baru.

Chandra Ekajaya Latih Pengusaha Cilik 2

Acara ini dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Ketua Yayasan Kids For Kids sebagai simbol telah dibukanya secara resmi wahana mandi bola ini. Acara ditutup dengan pembacaan doa disusul santap sore bersama dengan seluruh tamu undangan dan panitia pelaksana. Setelah selesai acara, pengusaha Chandra Ekajaya memberikan keterangan kepada kawan-kawan pengusaha dan media bahwa dirinya ingin bereksperimen dengan mengajarkan anak-anak berwirausaha sejak masih kecil. Meskipun banyak orang menganggap eksperimen yang dilakukannya ini tergolong berani dan di luar nalar, tetapi Chandra Ekajaya mempunyai dasar dan alasan yang kuat sehingga ia berani melakukannya. Anak-anak generasi milenial yang saat ini sudah menjelma menjadi pemuda sudah tidak bisa diharapkan lagi. Maka dari itu harus dilakukan pemotongan generasi, sehingga pendidikan harus melompat ke generasi berikutnya yakni anak-anak. Dengan upaya ini, pengusaha kelahiran Malang, Jawa Timur ini berharap perekonomian Indonesia ke depannya akan semakin baik. Selain itu kondisi kepribadian bangsa dan politik juga akan menjadi lebih baik lagi.