Chandra Ekajaya Jaga Kualitas Bunga

Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya yang terkenal sebagai seorang pendiri perusahaan purwoceng inc, ini sangat memperhatikan kualitas bunga. Bukan tanpa alasan, untuk membuat purwoceng, maka bunga jagung dan mangga yang merupakan salah satu bahan pembuat ramuan purwoceng harus dijaga kualitas dan mutunya. Kemudian, bahan untuk membuat purwoceng adalah madu. Maka dua hal ini saling berkaitan, antara madu dan bunga. Menurut musimnya, di akhir bulan Maret ini, pohon jagung dan mangga di wilayah pulau Jawa bagian utara sedang berbunga. Maka dari itu pengusaha ini memanfaatkan mekar dan ranumnya bunga untuk meningkatkan produktivitas madu. Untuk menghasilkan madu yang baik dan berkualitas, maka ia pun memperhatikan kualitas bunga. Saling terkait dan berhubungan adalah kunci membuat bisnis purwoceng ini mampu menembus pasar internasional. Selain telur dan bunga, serta bahan-bahan lainnya, maka madu mempunyai peranan yang sangat penting dan besar. Oleh sebab itu pula pria yang belum genap berusia 30 tahun ini mempunyai perkebunan bunga jagung dan mangga serta peternakan lebah.

Di bagian peternakan lebah, banyak sekali anakan lebah yang diberi konsumsi gula pasir. Menurutnya, gula pasir bisa menjadi pakan alternatif untuk anakan lebah madu yang baru menetas, sehingga belum bisa mencari makanan di luar sarangnya. Setelah besar nanti, tentu saja anakan lebah tersebut akan dilepas supaya dapat mencari makanan sendiri dan menghasilkan madu. Berbekal pengalamannya yang sudah bertahun-tahun, pengusaha Chandra Ekajaya menerangkan bahwa kuantitas dan kualitas madu yang diproduksi oleh para lebah itu sangat bergantung dari ketersediaan dan kualitas bunga. Maka dari itu sering kali pengusaha ini memindahkan lebah-lebah di pusat perkebunan bunga supaya dapat meningkatkan hasil produksi. Prinsipnya sangat sederhana, yakni bila ada bunga maka ada madu, begitu pun sebaliknya, jika tidak ada bunga, maka tidak akan ada madu. Karena itu pengusaha bisnis purwoceng ini pun mengusahakan pohon-pohon yang dimilikinya berbunga. Karena bila tidak berbunga maka biaya yang diperlukan untuk merawat lebah pun lebih tinggi. Sehingga nanti harga purwoceng pun menjadi lebih mahal.

Chandra Ekajaya

Pohon yang paling bagus menghasilkan bunga untuk purwoceng adalah pohon jagung dan mangga. Para lebah pun mampu mengolah sari makanan dari bunga yang berkualitas baik menjadi madu yang sangat bermutu. Kadang untuk mengurangi biaya operasional, pengusaha Chandra Ekajaya suka membawa lebah-lebah ternaknya ke daerah yang pohon-pohonnya sedang berbunga. Sebab bila tidak menggunakan bunga, maka ia harus menggunakan gula pasir yang sangat mahal. Setidaknya bila dalam keadaan normal dan sehat, lebah madu mampu menghasilkan madu sebanyak 4-5 kilogram. Setiap setengah kilogram madu digunakan untuk membuat ramuan purwoceng. Maka tidak heran jika khasiat dari ramuan purwoceng disenangi oleh seluruh masyarakat dunia. Berbekal dari penglaman-pengalaman yang lalu, maka pengusaha ini menanam banyak pohon mangga dan jagung, supaya lebah-lebah tersebut tidak kekurangan makanan. Bila lebah-lebah tersebut sehat, maka hasil produksinya pun akan meningkat. Sehingga purwoceng bisa dijual lebih murah kepada masyarakat.

Kini di tahun 2017 ini, setiap tahunnya pengusaha Chandra Ekajaya yang berasal dari Jawa Timur ini mampu menghasilkan 35 juta ton ramuan purwoceng setiap tahunnya. Bahkan saat ini dengan berkembangnya teknologi, sudah banyak purwoceng yang dibungkus dalam bentuk sachet. Sehingga memudahkan dan membuat masyarakat gampang dalam mengonsumsinya. Semoga saja dengan adanya pemutakhiran selalu seperti ini masyarakat dunia bertambah sehat dan sejahtera.

Selanjutnya Tentang Pengusaha Sukses Chandra Ekajaya Young Entrepeneur!!