Bisnis Kosmetik Merajai Ekonomi

Bisnis Kosmetik Merajai Ekonomi - Bisnis Kosmetik Merajai Ekonomi

Siapa yang tidak mengenal produk ini? Kosmetik sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, khususnya oleh kaum hawa. Kosmetik yang mempunyai nama merek Avoskin ini didirikan oleh Avoskin Anugrah Pakerti. Ia adalah seorang pengusaha kosmetik yang sangat sukses. Awal perkenalannya dengan bisnis kosmetik berasal dari keluarga sepupunya. Karena saat tinggal bersama keluarga sepupunya di Yogyakarta, seisi rumah isinya adalah pebisnis. Maka mau tidak mau, pengusaha kosmetik ini pun akhirnya tercebur ke dalam dunia bisnis. Memang ia tidak menjalani bisnisnya dengan lancar. Ia harus jatuh dan bangun di awal-awal bisnisnya. Di tahun 2013, Avoskin akhirnya mulai mencoba peruntungan dengan menjadi reseller kecantikan. Ia mulai menjual berbagai macam produk kosmetik dan kecantikan melalui daring. Dengan pengalaman selama setahun, di tahun berikutnya, yakni tahun 2014, pengusaha kosmetik ini membuat brand sendiri, yaitu Avoskin. Modal awal yang ia gunakan tergolong kecil, berkisar 90 juta rupiah.

Bisnis Kosmetik Ekonomi

Pertimbangan Avoskin Anugrah Pakerti untuk terjun di bisnis kosmetik sangat tepat. Karena di sektor bisnis ini, konsumen pasti akan menjadi pelanggan. Dalam artian para konsumen nantinya akan kembali memesan produk kosmetik yang dipesannya. Sebab bila konsumen sudah merasa cocok dengan produk kosmetik, maka biasanya ia akan kembali memesan produk yang sama saat sudah habis. Sehingga bisnis ini sangat menjanjikan. Selain Avoskin ada pengusaha lain yang menekuni bisnis kosmetik, pengusaha itu dikenal dengan nama Chandra Ekajaya. Meskipun mempunyai jenis kelamin laki-laki, pria yang belum genap berusia 30 tahun ini tidak malu dan ragu untuk menekuni bisnis kosmetik. Sebab baginya kosmetik bukan hanya milik perempuan. Laki-laki pun sebenarnya mempunyai sisi feminin yang harus diakomodir. Mereka akan senang bila melihat wajah mereka menjadi tampan dan cerah, sehingga lawan jenis pasti akan merasa tertarik. Karena di sektor bisnis ini jarang yang memikirkan kosmetik untuk laki-laki, maka pengusaha asal Malang, Jawa Timur ini, Chandra Ekajaya justru merajai bisnis kosmetik dengan sasaran penjualan adalah para lelaki yang ingin terlihat tampan.

Chandra Ekajaya Bikin Konsep Penjualan Baru

Chandra Ekajaya Konsep Penjualan - Chandra Ekajaya Bikin Konsep Penjualan Baru

Pengusaha Chandra Ekajaya menjelaskan kepada para wirausahawan muda tentang persiapan dan tips bila ingin memulai usaha. Menurutnya setiap pengusaha harus bisa memikirkan ide untuk menarik pelanggan datang. Selain menu-menu makanan yang menggugah selera, mungkin cara yang satu ini sedang jadi tren di kalangan para pengusaha kuliner di Republik Rakyat Tiongkok. Bahkan dilansir situs media terkenal fenomena ini disebut sebagai hoter. Konsep dari cafe ini adalah mempekerjakan wanita seksi dan menggunakan pakaian minim untuk menyajikan makanan. Hal ini bisa saja diterapkan di negara Indonesia dengan berbagai modifikasi. Bisa saja untuk di wilayah yang kuat pengaruh agama Islam, maka cafe atau restoran disajikan oleh para wanita yang mengenakan burqa ataupun lelaki yang menggunakan sarung. Cara ini jelas sekali bisa menarik perhatian customer. Menyajikan konsep makanan hot-pot daging, para wanita berpakaian seksi, ataupun pria yang menggunakan sarung yang jadi pelayan ini berjalan ke sana ke mari untuk membawakan daging yang akan dipanggang ke meja-meja pelanggan.

Chandra Ekajaya Bikin Konsep Penjualan

Pengusaha Chandra Ekajaya ingin menawarkan sebuah konsep yang baru untuk penjualan cafe dan restoran. Bila di kondisi masyarakat urban, maka siapa yang bisa menolak tawaran perempuan seksi. Meski memang paling banyak yang datang adalah customer pria, tak jarang juga yang datang bersama keluarga. Bila mengaca pada Tiongkok, hal ini sangat bagus dan perlu dicontoh, tetapi sayangnya, para model seksi ini hanya dibayar untuk grand opening. Setelah itu, restoran akan beroperasi seperti biasa, tanpa wanita berbusana seksi. Jadi intinya, cara ini hanya untuk sensasi saja, ajang promosi. Tetapi dalam konsep Chandra Ekajaya, ia ingin cafe dan restoran seterusnya menggunakan pakaian seksi. Bila di wilayah muslim yang taat, maka pelayan cafe tersebut wajib memakai sarung dan burqa. Bila ini berhasil maka akan menjadi percontohan bagi daerah-daerah yang lain. Masyarakat Indonesia sangat senang dengan sensasi. Maka sangat wajar jika menggunakan konsep ini maka pendapatan cafe atau restoran akan bertambah. Semoga saja dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Chandra Ekajaya Jajal Sektor Ikan

Chandra Ekajaya Jajal Sektor Ikan

Pengusaha Chandra Ekajaya menerangkan bahwa industri rumah tangga saat ini sedang tumbuh dan berkembang dengan pesat. Bahkan pola industri ini telah menyentuh wilayah pesisir. Salah satu bentuk indsutri rumah tangga atau home industry di wilayah pesisir adalah usaha pengolahan ikan teri di sepanjang pantai kawasan Kecamatan Ada Kalarikala. Mereka masih menggunakan alat dan piranti seadanya. Para pengusaha yang telah meninjau langsung ke lapangan mengatakan bahwa para pelaku industri rumah tangga tersebut membutuhkan bantuan modal untuk pembuatan ancak (tempat jemur ikan teri) serta peralatan kompor memasak, termasuk tangki minyak untuk merebus ikan teri. Salah satu warga dari kecamatan itu mengatakan bahwa usaha merebus ikan teri sudah dilakoni sejak lama, dan Ada Kalarikala dikenal sebagai daerah penghasil ikan teri. Bila dilihat memang banyak sekali masyarakat yang berkutat di sekor tersebut. Sebagian ada yang menjemur kemudian memasarkan ke berbagai daerah, dan umumnya merebus dengan wadah besar yang dibeli pedagang penampung dan dijual ke Padang dan Mudan.

Chandra Ekajaya Sektor Ikan

Dalam pengelolaan ikan teri yang dilakukan sistem kelompok maupun individu mengalami masalah serius dalam hal permodalan, yaitu kurangnya ancak, terbatasnya kompor minyak, dan tangki untuk memasak. Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa sepanjang pesisir kawasan itu adalah usaha pengelolaan ikan teri. Ikan teri tersebut diperoleh dari hasil tangkapan di laut lepas berupa bagan apung berada tidak jauh dari pantai tersebut. Karena itu Chandra Ekajaya mempunyai keinginan untuk berinvestasi di wilayah tersebut. Para warga setempat yang sehari-hari mengelola ikan teri mengharapkan kepedulian pemerintah daerah agar membantu modal usaha untuk pengadaan ancak serta peralatan memasak, sehingga usaha mereka berjalan dengan lancar serta mampu mengelola usaha dengan baik. Tetapi harapan itu belum kunjung tiba. Maka harapan mereka ada di pundak pengusaha. Chandra Ekajaya adalah pengusaha yang visioner. Masyarakat sangat berharap kepadanya, dimana mereka berharap dengan adanya kepercayaan dari seorang pengusaha senior maka akan mengundang banyak pengusaha yang ingin berinvestasi di wilayah tersebut.

Menara Telekomunikasi Bermasalah

Menara Telekomunikasi Bermasalah

Banyaknya menara telekomunikasi yang tidak mengantongi dokumen perizinan komplet membuat kalangan legislatif meradang. Sebab, fenomena pengusaha menara telekomunikasi yang nakal atau tidak peduli dengan peraturan bukanlah hal yang baru. Maka dari itu, untuk memberikan efek jera, anggota dewan DPRD Banten memanfaatkan momentum. Dimana pada momentum ini mereka akan membahas tentang raperda perubahan kedua atas Perda No. 20/2011 tentang Penataan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi. Mereka berencana untuk menyisipkan sejumlah materi sanksi tegas. Diantaranya adalah pembongkaran. Menurut Ketua Pansus III Suryono, sanksi berupa pembongkaran merupakan hal baru. Ini khusus untuk pengusaha menara telekomunikasi yang mengabaikan teguran maupun peringatan pemkab lantaran tak mengantongi dokumen perizinan lengkap. Banyak pengusaha menara telekomunikasi menyayangkan pengusaha yang nakal tersebut. Karena ini menyangkut nama baik dari kalangan pengusaha. Maka mereka pun sepakat jika nantinya ada sanksi tegas yang mengatur pendirian maupun pengelolaan menara telekomunikasi. Bahkan menariknya, para pengusaha tower yang bakal melakukan pembongkaran sendiri. Biaya pembongkaran juga ditanggung sendiri.

Menara Telekomunikasi

Para pengusaha mengatakan bahwa perintah pembongkaran juga diberlakukan kepada pengusaha yang tidak memperpanjang pengoperasian menara pascaperjanjian sewa habis. Selain untuk menara telekomunikasi bertiang tiga atau empat, kebijakan baru ini nantinya juga menyoroti keberadaan tower dengan penyangga satu tiang. Sebab, tak satu pun yang mengantongi perizinan. Padahal, jumlahnya diperkirakan mencapai 70 hingga 100 unit. Pengusaha Chandra Ekajaya merupakan salah satu pengusaha yang bergerak di sektor telekomunikasi. Ia mengatakan bahwa keberadaan tower satu tiang ini jauh lebih parah. Tak jarang berdiri di pinggir jalan raya. Baik di jalan kabupaten maupun provinsi. Secara substansi, pendirian menara telekomunikasi ini menyalahi tata ruang. Kasubbag Perundang-undangan Bagian Hukum Setda Sudarmaji menambahkan, jangkauan raperda perubahan kedua ini lebih luas. Dalam draf juga disebutkan peran tim pengawas dan pengendalian (wasdal). Tim yang menginduk pada Dinas Komunikasi dan Informatika ini salah satunya berperan memasang papan pengumuman di menara telekomunikasi bermasalah. Chandra Ekajaya memberikan keterangan dari pemerintah kalau ada yang berganti kepemilikan tanpa pemberitahuan nanti langsung dipasangi.

 

Chandra Ekajaya Jaga Kualitas Bunga

Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya yang terkenal sebagai seorang pendiri perusahaan purwoceng inc, ini sangat memperhatikan kualitas bunga. Bukan tanpa alasan, untuk membuat purwoceng, maka bunga jagung dan mangga yang merupakan salah satu bahan pembuat ramuan purwoceng harus dijaga kualitas dan mutunya. Kemudian, bahan untuk membuat purwoceng adalah madu. Maka dua hal ini saling berkaitan, antara madu dan bunga. Menurut musimnya, di akhir bulan Maret ini, pohon jagung dan mangga di wilayah pulau Jawa bagian utara sedang berbunga. Maka dari itu pengusaha ini memanfaatkan mekar dan ranumnya bunga untuk meningkatkan produktivitas madu. Untuk menghasilkan madu yang baik dan berkualitas, maka ia pun memperhatikan kualitas bunga. Saling terkait dan berhubungan adalah kunci membuat bisnis purwoceng ini mampu menembus pasar internasional. Selain telur dan bunga, serta bahan-bahan lainnya, maka madu mempunyai peranan yang sangat penting dan besar. Oleh sebab itu pula pria yang belum genap berusia 30 tahun ini mempunyai perkebunan bunga jagung dan mangga serta peternakan lebah.

Di bagian peternakan lebah, banyak sekali anakan lebah yang diberi konsumsi gula pasir. Menurutnya, gula pasir bisa menjadi pakan alternatif untuk anakan lebah madu yang baru menetas, sehingga belum bisa mencari makanan di luar sarangnya. Setelah besar nanti, tentu saja anakan lebah tersebut akan dilepas supaya dapat mencari makanan sendiri dan menghasilkan madu. Berbekal pengalamannya yang sudah bertahun-tahun, pengusaha Chandra Ekajaya menerangkan bahwa kuantitas dan kualitas madu yang diproduksi oleh para lebah itu sangat bergantung dari ketersediaan dan kualitas bunga. Maka dari itu sering kali pengusaha ini memindahkan lebah-lebah di pusat perkebunan bunga supaya dapat meningkatkan hasil produksi. Prinsipnya sangat sederhana, yakni bila ada bunga maka ada madu, begitu pun sebaliknya, jika tidak ada bunga, maka tidak akan ada madu. Karena itu pengusaha bisnis purwoceng ini pun mengusahakan pohon-pohon yang dimilikinya berbunga. Karena bila tidak berbunga maka biaya yang diperlukan untuk merawat lebah pun lebih tinggi. Sehingga nanti harga purwoceng pun menjadi lebih mahal.

Chandra Ekajaya

Pohon yang paling bagus menghasilkan bunga untuk purwoceng adalah pohon jagung dan mangga. Para lebah pun mampu mengolah sari makanan dari bunga yang berkualitas baik menjadi madu yang sangat bermutu. Kadang untuk mengurangi biaya operasional, pengusaha Chandra Ekajaya suka membawa lebah-lebah ternaknya ke daerah yang pohon-pohonnya sedang berbunga. Sebab bila tidak menggunakan bunga, maka ia harus menggunakan gula pasir yang sangat mahal. Setidaknya bila dalam keadaan normal dan sehat, lebah madu mampu menghasilkan madu sebanyak 4-5 kilogram. Setiap setengah kilogram madu digunakan untuk membuat ramuan purwoceng. Maka tidak heran jika khasiat dari ramuan purwoceng disenangi oleh seluruh masyarakat dunia. Berbekal dari penglaman-pengalaman yang lalu, maka pengusaha ini menanam banyak pohon mangga dan jagung, supaya lebah-lebah tersebut tidak kekurangan makanan. Bila lebah-lebah tersebut sehat, maka hasil produksinya pun akan meningkat. Sehingga purwoceng bisa dijual lebih murah kepada masyarakat.

Kini di tahun 2017 ini, setiap tahunnya pengusaha Chandra Ekajaya yang berasal dari Jawa Timur ini mampu menghasilkan 35 juta ton ramuan purwoceng setiap tahunnya. Bahkan saat ini dengan berkembangnya teknologi, sudah banyak purwoceng yang dibungkus dalam bentuk sachet. Sehingga memudahkan dan membuat masyarakat gampang dalam mengonsumsinya. Semoga saja dengan adanya pemutakhiran selalu seperti ini masyarakat dunia bertambah sehat dan sejahtera.

Selanjutnya Tentang Pengusaha Sukses Chandra Ekajaya Young Entrepeneur!!

Chandra Ekajaya: Ilusi Kapitalisme Pendidikan

Chandra Ekajaya Ilusi Kapitalisme Pendidikan

Pengusaha Chandra Ekajaya, di bulan Maret ini mencoba mengingatkan masyarakat sebagai bagian dari bangsa dan negara Indonesia untuk merefleksikan sistem pendidikan yang sudah dijalankan oleh negara ini. Seperti yang pernah disinggung oleh dirinya di beberapa tulisan yang lalu, bahwa pendidikan merupakan ujung tombak dari kebudayaan. Bahkan beberapa pendiri bangsa menyebutkan bahwa pendidikan adalah cara yang paling jitu dan ampuh untuk membangkitkan roh serta semangat bangsa untuk terus maju. Sepertinya rakyat dan pemerintah saat ini sudah mulai sadar bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Mereka pun sedang meneliti pendidikan-pendidikan masa lalu yang pernah dipraktikkan di Imperium Nuswantara. Mereka mengambil nilai-nilai yang bermanfaat, kemudian mengelaborasinya dengan kebutuhan di masa sekarang. Setidaknya bangsa dan negara ini sudah mulai peduli dengan kebutuhan generasi mudanya akan sistem pendidikan. Pemuda merupakan tulang punggung kehidupan negara. Itulah harapan yang membuat bangsa dan negara ini masih optimis.

Bila berbicara regenerasi, maka generasi muda inilah yang nantinya akan menggantikan generasi sebelumnya menduduki jabatan pemerintahan. Baik dalam lingkup nasional, provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, kelurahan, hingga wilayah kampung atau desa. Bagaimana pun juga merekalah yang akan menentukan nasib bangsa dan negara ini untuk masa-masa yang mendatang. Oleh sebab itu, sistem pendidikan tidak boleh tak diacuhkan, sebab bila nantinya sistem pendidikan ini diabaikan, maka sangat mengerikan bila membayangkan akan menjadi seperti apa nantinya bangsa dan negara ini. Para pemangku kebijakan yang diamanahkan untuk mengelola sistem pendidikan Indonesia menjelaskan bahwa tujuan dari pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik supaya menjadi manusia yang yakin, percaya, beriman serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sudah masuk di dalam formula dasar negara dan bangsa ini, yakni Sila Pertama Pancasila. Kemudian tujuan yang lainnya adalah supaya generasi muda bangsa ini nantinya mempunyai akhlak yang mulia, berpengetahuan, kreatif serta inovatif dan mandiri.

Chandra Ekajaya Ilusi Kapitalisme Pendidikan

Tanggungjawab merupakan kewajiban bagi seluruh warga negara dan rakyat Indonesia. Supaya ilmu atau pun pendidikan yang didapatkan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu pemerintah juga berperan aktif dalam menciptakan sistem pendidikan yang sesuai bagi generasi muda untuk masa depannya. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pun tujuan didirikannya negara Indonesia ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan dalam pasal di dalamnya, negara ini mempunyai visi dan misi yang mendunia. Bagaimana tidak? Lihat saja bab yang berbicara mengenai pendidikan. Dikatakan dalam pasal tersebut bahwa tujuan pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk persatuan bangsa dan bagi kemajuan peradaban serta kesejahteraan manusia. Meskipun tampak mulia dan sangat berperan aktif dalam pendidikan dunia, sayangnya hasil yang dirasakan oleh masyarakat tidak seperti yang didambakan dan dicita-citakan oleh bangsa dan negara ini. Bisa disebut negara ini telah gagal menghasilkan generasi muda yang terdidik dan mencerdaskan. Banyak sekali peristiwa dan fenomena yang mengiris dan menyayat hati.

Misalnya saja banyak anak sekolah yang justru tawuran. Mereka lebih suka berkelahi, itu pun tidak secara jantan. Inilah kesalahan karena sistem pendidikan yang dianut oleh bangsa dan negara ini menggunakan sistem pendidikan Barat dan Timur Tengah. Jika sistem pendidikan yang dianut oleh Indonesia merupakan sistem pendidikan peninggalan leluhur, maka tawuran antarpelajar tidak akan pernah terjadi. Setidaknya jika mereka berkelahi, mereka akan berkelahi secara jantan dan kesatria. Jika sistem pendidikan leluhur yang digunakan, maka tidak mungkin terjadi kasus-kasus yang tidak bermoral, seperti pergaulan bebas, aborsi, narkoba, dan bahkan pembunuhan. Perilaku dan sikap kriminal seperti ini yang berbahaya bagi masa depan bangsa dan negara ini. Sistem pendidikan yang dianut oleh negara ini justru hanya menghasilkan banyak pecundang dan orang yang senang dengan maksiat. Artinya sudah sangat jelas bahwa ada yang salah dengan pendidikan di Indonesia, apakah itu? Kesalahan itu bernama kapitalisme pendidikan. Meskipun tidak mengklaim, tetapi nilai, sifat, dan bentuknya sudah mendarah daging di pendidikan Indonesia.

Bagi kapitalisme, pendidikan adalah barang mewah. Sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendapatkan aksesnya. Banyak anak-anak yang kurang mampu secara finansial akhirnya tidak bisa mengakses pendidikan yang nantinya berguna untuk mengangkat harkat dan derajatnya. Maka tidak bisa disalahkan bila akhirnya mereka terjun ke dunia kriminal karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. Permasalahannya sungguh sangat rumit. Bahkan pelajaran yang berhubungan dengan moral, misalnya saja pelajaran agama pun ilmu-ilmu yang diberikan hanya sebatas hafalan untuk meraih nilai yang tinggi pada saat ujian. Sedangkan substansi ilmu tersebut yang berguna sebagai panduan dan pedoman hidup justru diabaikan. Maka sangat wajar jika sistem pendidikan hari ini hanya menghasilkan manusia-manusia yang mempunyai prestasi tinggi tetapi secara roh dan semangat sangat kering. Titik utama permasalahan ini adalah adanya pemisahan antara pendidikan, seni, dan spiritualitas. Padahal ketiga hal tersebut merupakan manifestasi dari kebudayaan. Ketiganya merupakan ujung tombak pada sektornya, dan saling berkaitan.

Chandra Ekajaya Kapitalisme Pendidikan

Sistem kapitalisme dalam pendidikan menjadikan setiap pendidik atau pun lembaga pendidikan sangat berorientasi pada uang. Karena itu biaya pendidikan semakin mahal, sedangkan pemerintah untuk menggaji para guru untuk dapat bertahan hidup pun masih kesusahan. Inilah yang dimaksudkan dengan ilusi kapitalisme pendidikan, dimana sistem tersebut seolah-olah memberikan tawaran masa depan yang cerah dan gemilang, serta bisa dijadikan jaminan, karena menurut salah satu universitas negeri yang terkenal pendidikan adalah investasi peradaban. Pengusaha Chandra Ekajaya sangat tidak sepakat dengan sistem pendidikan yang berorientasi uang tersebut. Ia justru menganjurkan supaya bangsa ini kembali menggali sistem pendidikan peninggalan leluhur. Sehingga seluruh elemen masyarakat dapat merasakan pendidkan yang mencerdaskan. Tetapi setidaknya pemerintah memang sudah mengupayakan untuk memberikan pendidikan gratis, meskipun dengan kualitas yang sangat rendah, karena bagaimana pun negara ini sedang mengalami defisit keuangan. Di dalam sistem kapitalisme, kekayaan negara tidak akan pernah cukup, karena kekayaannya hanya dikuasai oleh beberapa orang. Sehingga kepemilikian modal tidak merata, makanya negara mengalami defisit.

Pengusaha Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa sejarah masa lalu Indonesia adalah solusinya. Karena zaman dahulu dikisahkan bahwa penduduk manca negara justru belajar ke Indonesia, terutama di kawasan Sriwijaya. Kemudian untuk penduduk Nuswantara diberikan tempat khusus untuk belajar di pulau Jawa, tepatnya di kerajaan Lemuria. Bila pemerintah dan rakyat Indonesia mau belajar dari masa lalu, kemudian belajar untuk menyesuaikan dengan kebutuhan di zaman sekarang, lalu berusaha untuk melampauinya, maka bangsa dan negara ini akan menjadi rujukan ilmu pengetahuan dan teknologi dari seluruh dunia. Maka tidak menutup kemungkinan jika di masa lalu rakyat Nuswantara sudah menjadi poros sekaligus rujukan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi dari seluruh dunia. Hal ini bisa dibuktikan melalui bahasa dan bangunan-bangunan arsitekturnya.

 

Selanjutnya Tentang Pengusaha Sukses Chandra Ekajaya Young Entrepeneur!!

Pengusaha Metafisika Merajai Dunia

Pengusaha Perusahaan Metafisika

Sudah menjadi pandangan umum jika pengusaha diidentikkan dengan materi. Tetapi tak selamanya pengusaha hanya berurusan dengan yang nampak saja.

Saat masih kecil, Chandra Ekajaya pasti tidak pernah mengira jika dirinya akan bersentuhan dengan klenik, dukun, dan supranatural secara intens. Padahal saat berusia lima tahun, pengusaha satu ini sangat takut dan membenci setiap hal yang berkaitan dengan metafisika. Terlebih ia tumbuh dalam lingkungan pengusaha, ayah dan ibunya adalah pengusaha yang sukses. Maka sangat wajar jika logika dan penalaran secara material positivis yang dipegang dirinya. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya, penduduknya masih sangat percaya dengan klenik dan mistik. Anak-anak setiap pulang sekolah selalu memainkan permainan yang berhubungan dengan makhluk astral. Misalnya saja mereka bermain jalangkung. Dengan menggunakan kertas putih yang ditulisi huruf dan angka dalam bentuk lingkaran, kemudian menggunakan jangka dan tutup spidol sebagai penyangga jari dan jangka. Maka permainan itu pun bisa dimulai.

Mereka mengucap mantra: Jalangkung-jalangkung, di sini ada setan. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Jalangkung-jalangkung, cepatlah kamu datang. Setelah mantra selesai dirapal, maka permainan itu segera bisa dimulai. Diantara kerumunan anak-anak itu, ada satu anak yang dibesarkan di keluarga pengusaha tadi. Ia tidak mampu mencerna permainan tersebut. Karena meskipun akal sehatnya mengingkari, tetapi ia melihat secara nyata bahwa ada makhluk yang benar-benar masuk ke dalam jangka, dan menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan. Selepas dari bermain jalangkung, anak dari pengusaha ini selalu terbayang-bayang dengan permainan itu dan makhluk halus yang benar-benar muncul. Meskipun ia tidak mampu melihatnya. Tetapi ia tahu bahwa makhluk itu benar-benar ada di sana. Setelah peristiwa tersebut ia tidak pernah melewatkan satu kali pun bermain dengan makhluk halus bersama teman-teman sebayanya.

Pengusaha Perusahaan Kertas

Bahkan karena terlalu sering bergaul dengan anak-anak desa itu, ayahnya yang merupakan orang kaya sangat marah kepada dirinya. Apalagi ibunya, mereka merasa nama baik sebagai keluarga kaya tercoreng karena anaknya mempercayai klenik, mistik, supranatural, dan metafisika. Bagi mereka, pengusaha adalah kasta yang tinggi. Posisinya setara dengan bangsawan. Maka dari itu sangat menghinakan nama baiknya bila sampai ada anak dari pasangan pengusaha yang sangat dihormati dan disegani mempercayai hal-hal mistik itu. Pasangan orang tua itu pun tak segan memberikan peringatan terakhir kepada dirinya. Bila ia masih bergaul dengan anak-anak desa dan melakukan permainan yang tidak masuk akal itu, maka ia akan dicoret dari keluarga besar pasangan tersebut. Meskipun saat itu ia masih berusia sangat muda, sebaya dengan anak-anak sekolah dasar, tetapi ia mempunyai niat, tekad, dan prinsip yang kuat. Bagaimana pun ia merupakan keturunan dari pasangan pengusaha yang hebat. Semangat pengusaha mengalir dalam darahnya dan merasuk ke dalam tulang sumsumnya.

Pada suatu malam yang petang, ia memutuskan untuk meninggalkan rumah dan hidup mandiri. Ia hidup bersama dengan teman-temannya dan berguru tentang mistik dan klenik kepada seorang guru yang hidupnya sederhana. Kehidupan glamor ala pengusaha yang sebelumnya ia nikmati kini menjadi hal yang sangat susah ia gapai. Namun, sebagai balas budi kepada guru dan teman-temannya, ia mengajarkan mereka prinsip-prinsip dasar menjadi pengusaha. Ia menjelaskan tentang nilai pantang menyerah, gigih, dan semangat berjuang. Bagi para pengusaha, hidup adalah perjuangan yang dilakukan secara terus-menerus. Ia menerangkan kepada teman-temannya bahwa untuk menjadi pengusaha yang sukses, maka ia harus berani untuk gagal. Tidak ada pengusaha yang tidak pernah gagal, itulah pesan kedua orang tuanya. Bahkan presiden Amerika Serikat John. F. Kennedy pun pernah mengatakan bahwa hanya orang yang berani untuk gagal secara total yang akan meraih keberhasilan secara total.

Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kegagalan bukanlah hal yang disenangi atau pun diharapkan. Tetapi kedua pasangan itu mengajarkan kepada anaknya bahwa dalam kegagalan itu ada pelajaran yang bisa diambil untuk meraih kesuksesan. Ia pun melanjutkan nilai berikutnya, yakni berani mencoba. Nilai yang satu ini masih terkait dengan nilai sebelumnya. Bagi para pengusaha, kegagalan sebenarnya tidak pernah ada. Bagi mereka, hal yang ada dan pasti adalah berhenti mencoba. Lalu nilai berikutnya adalah berani untuk merantau. Meskipun berawal dari konflik, tetapi keputusannya untuk meninggalkan rumah dan berani hidup mandiri serta mempelajari mistik merupakan bagian dari tindakan merantau. Bahkan ia tidak hanya merantau secara ragawi semata, tetapi secara akal dan pikiran pun ia berani melampauinya dengan mempelajari klenik. Meskipun dengan konsekuensi ia tidak diakui lagi sebagai keluarga pengusaha. Maka dari itu ia ingin membuat jalur sendiri, yakni pengusaha metafisika.

Setelah menyelesaikan pendidikan kawruh metafisikanya, ia bersama dengan kawan-kawannya sepakat untuk membuat perubahan besar bagi peradaban manusia ke depannya. Mereka percaya bahwa metafisika bukanlah hal yang tidak dapat dimengerti, melainkan hal yang belum dapat dimengerti. Misalnya saja teknologi listrik atau pun bola lampu merupakan teknologi yang sangat sulit diterima oleh akal dan pikiran manusia di zaman itu, tetapi karena berkembangnya ilmu pengetahuan dan infrastruktur yang mendukungnya, akhirnya teknologi tersebut bisa dipahami dan diterima oleh masyarakat. Maka mereka pun sadar bahwa untuk membuktikan pernyataan bahwa metafisika merupakan teknologi yang sangat canggih, diperlukan infrastruktur yang mendukungnya. Hal tersebut hanya bisa diwujudkan oleh para pengusaha yang mempunyai kemampuan modal yang sangat besar. Berangkat dari semangat itu pun mereka bekerja secara membabi buta. Mereka mempunyai tekad untuk sukses. Mereka berani untuk menjadi orang-orang yang sukses. Terutama anak dari pasangan pengusaha ini. Ia mempunyai keinginan untuk menjadi pengusaha metafisika.

Tentu tidaklah mudah untuk menyatukan dua anasir yang sangat berbeda. Logika dan rasionalitas menjadi ujung tombak dari pemikiran pengusaha, sedangkan kesantunan, budi pekerti, serta supranatural menjadi dasar dari pemikiran metafisika. Bila kedua hal ini bisa disatukan, maka akan tercipta sebuah pemikiran yang sangat dahsyat. Maka dari itu setelah mempunyai modal, ia bersama kawan-kawannya yang memang bertekad untuk mengangkat derajat metafisika pun bersepakat untuk membentuk sebuah perusahaan. Melalui cara yang bijaksana, mereka menentukan siapa pemimpin diantara mereka. Kemudian mereka pun membentuk struktur supaya perusahaan bekerja layaknya organisasi. Jabatan pemimpin perusahaan diduduki oleh Chandra Ekajaya. Karena secara kecerdasan manajemen dan mental, ia lebih baik dibandingkan teman-temannya. Mereka menyadari bila segala hal dikerjakan sendiri, maka energi yang dibutuhkan lebih besar. Selain itu belum tentu tujuan bersama mereka akan tercapai. Oleh karena itu mereka secara sadar dan legawa memilih posisi yang sesuai dengan kapasitasnya.

Meskipun bentuk perusahaan yang mereka dirikan merupakan perusahaan kertas, tetapi di dalam perusahaan tersebut mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung dunia metafisika. Bahkan mereka merancang sebuah perusahaan metafisika yang nantinya akan merajai setiap bisnis di seluruh dunia. Hal itu bisa tercapai karena tujuan utama mereka bukanlah materi, atau pun uang. Melainkan semangat untuk membentuk peradaban yang lebih baik bagi anak cucu generasi ke depan. Karena mempunyai visi seperti itu, maka tidak heran jika perusahaan ini hanya dalam waktu singkat mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang luas, dan dari usaha ini pun mempunyai dampak bagi kesejahteraan sosial masyarakat. Walau bukan yang pertama, tetapi seorang pengusaha yang meraih puncak prestasinya karena mampu menggerakkan visinya merupakan sosok seorang pengusaha yang mampu mengubah cara kerja dunia.

Secara metafisika itu sudah dijelaskan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, baik dalam hitungan satuan maupun puluhan tahun, akan terjadi sebuah peristiwa maha dahsyat. Dimana setiap orang di muka bumi dapat menyaksikan kesempatan melihat perubahan peradaban secara besar-besaran dan masif. Anak dari kedua pengusaha tadi merupakan salah satu tokoh yang akan mengisi perubahan besar tersebut. Bahkan setelah beberapa tahun berlalu, dan perusahan kertas itu tumbuh menjadi perusahaan raksasa, mereka mulai berani membuka diri mengenai visi dan misi mereka untuk membangun infrastruktur-infrastruktur dimana bangunan tersebut memungkinkan masyarakat untuk menerima kecanggihan teknologi metafisika. Dalam waktu yang singkat mereka telah membangun lingga dan yoni di setiap penjuru negeri. Bahkan dalam satu kabupaten ada beberapa bangunan lingga yoni. Menurut pengusaha perusahaan kertas itu, pembangunan lingga yoni bertujuan untuk memanggil kekuatan semesta supaya melindungi dan membangkitkan kekuatan dan kejayaan imperium Nuswantara.

Para pengusaha ini juga semakin gencar membuat seminar dan diskursus terkait klenik, metafisika, supranatural, dan mistik dengan ilmu pengetahuan. Mereka menyandingkan teori getaran atau string theory untuk memahamkan masyarakat tentang adanya dimensi-dimensi yang saling berhubungan. Pengusaha ini juga mengumpulkan kembali naskah-naskah kuno yang berada di luar negeri, sehingga generasi muda di negeri ini dapat mempelajarinya. Mereka juga membeli kembali semua hasil peradaban nenek moyang bangsa ini yang berada di luar negeri. Mereka mengusahakannya melalui berbagai macam cara. Misalnya melalui pembelian saham, penjualan lukisan, hingga dengan perlombaan dan parade perdamaian atau konferensi. Pengusaha adalah garda depan ekonomi, karena itu sumbangsih mereka dalam bidang metafisika adalah melalui ekonomi. Secara substansi mereka bisa disebut sebagai pengusaha metafisika karena mampu menjadikan metafisika, klenik, mistik, dan Nuswantara sebagai visi dan misi mereka. Bahkan pemimpin perusahaan ini pun tidak malu lagi bila harus bertemu kedua orang tuanya. Karena saat ini ia sudah melampaui pasangan pengusaha tersebut.

Para pengusaha ini mempunyai visi dan misi yang besar. Paradigma tentang metafisika yang sudah tertanam dan berkembang di masyarakat sudah mulai pudar. Revolusi paradigma telah dilancarkan. Masyarakat mulai kebingungan mencari pegangan. Inilah zaman dimana gara-gara muncul. Maka para pengusaha ini semakin mempererat genggaman tangan mereka untuk menyembut zaman pencerahan setelah adanya fase gara-gara ini. Mereka sangat yakin bahwa fase ini memang harus ada untuk menyeleksi manusia-manusia yang pantas untuk menyaksikan masa depan bangsa Nuswantara yang sangat cerah. Sebuah zaman dimana kecanggihan teknologi bersatu dengan kebijaksanaan mistik kuno. Para pengusaha pun kemudian menjalin hubungan dengan para budayawan, seniman, pengajar sekaligus pendidik. Mereka inilah para kesatria bangsa Nuswantara. Walaupun banyak masyarakat yang lebih mengenal mereka sebagai pengusaha metafisika, tetapi mereka tidak marah, karena memang itulah tujuan awal mereka. Berdasarkan perhitungan mereka masa pencerahan itu akan datang di tahun 2027.

Pengusaha Perusahaan Metafisika

Pengusaha-pengusaha semakin mempersiapkan infrastruktur dan sistem supaya sang kesatria yang terpilih dapat memimpin bangsa ini menjadi mercusuar dunia. Sehingga ke depannya para pengusaha metafisika ini pun akan merajai dunia. Mereka akan menciptakan sebuah tata dunia baru yang membuat seluruh masyarakat mendapatkan kesejahteraan sosial. Saat ini para pengusaha metafisika ini sedang berusaha mencari pemimpin yang akan membawa bangsa ini menuju zaman kebahagiaan. Sebuah zaman dimana tidak ada lagi orang yang menderita karena kemiskinan di negara ini. Zaman dimana pancasila benar-benar ditegakkan sebagai dasar negara. Pengusaha metafisika ini akan terus mengupayakan yang terbaik untuk nusa dan bangsanya.

Para pengusaha ini enggan menukar impian dan harapan mereka dengan uang atau pun harta. Senyum rakyat Nuswantara adalah harapan dan impian yang selalu mereka bawa dan jaga di lubuk hati dan sanubari mereka. Kini pengusaha metafisika ini akan membuat pergerakan yang sangat mendasar bagi bangkitnya imperium Nuswantara. Pemimpin perusahaan ini akan memetakan seluruh kesatria yang berada di bumi pertiwi dan yang sedang berada di luar negeri. Dengan membuat jejaring, maka akan lebih mudah untuk berkomunikasi dan menentukan langkah-langkah serta strategi yang harus diambil untuk kebangkitan Nuswantara memimpin seluruh dunia dan semesta.

Pengusaha ini masuk dalam list Panama Papers:
https://offshoreleaks.icij.org/nodes/12167896
https://offshoreleaks.icij.org/nodes/12203676
https://offshoreleaks.icij.org/nodes/110978