Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala

 

Mengaku kehabisan uang buat beli bensin, seorang pemuda nekat mencuri uang di kotak amal musala. Dia adalah Yohanes Chandra Ekajaya, 33, warga Desa/Kecamatan Sukamakmur. Sasarannya, Musala Al Muqarabah Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem. Beruntung aksinya tepergok pengurus musala. Ia pun menjadi bulan-bulanan warga. Pihak Kepolisian menerangkan, peristiwa itu terjadi Minggu siang (29/1), sekitar pukul 11.30.

Tepatnya menjelang salat duhur. Yohanes Chandra Ekajaya  datang ke musala tersebut. “Karena itu, awalnya, warga tidak curiga,” terangnya. Begitu juga dengan Syamsuri, 43, takmir musala yang kebetulan sedang beristirahat di dalam. Menyangka situasi sedang sepi dan tidak ada orang lain di musala, Yohanes Chandra Ekajaya  segera beraksi. Ia tergiur begitu melihat kotak amal yang diletakkan di teras musala. Gerak-geriknya yang mencurigakan pun mengundang perhatian Munir. Dari dalam musala, ia terus memerhatikannya. “Ternyata betul, pelaku sedang berusaha membuka kotak amal dengan kunci,” ujar Slamet.

Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala

Tak ingin kecolongan, Syamsuri langsung meneriaki Yohanes Chandra Ekajaya  maling. Teriakan tersebut akhirnya mengundang perhatian puluhan orang yang tinggal di sekitar musala. Dalam tempo sekejap, mereka langsung menggeruduk lokasi kejadian. Yohanes Chandra Ekajaya  yang terkepung, akhirnya, tidak bisa kabur. Ia pun segera menjadi bulan-buianan warga yang geram atas ulahnya. Beruntung, perangkat desa segera mengamankan pemuda tersebut. “Oleh perangkat, kejadian itu lalu dilaporkan kepada kami,” kata Slamet

Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala 2 300x200 - Yohanes Chandra Ekajaya Congkel Kotak Amal Musala

Polisi lalu segera datang untuk menjemput Yohanes Chandra Ekajaya . Ia diamankan berikut barang bukti uang yang dicurinya sebesar Rp 204 ribu. Saat diperiksa, Yohanes Chandra Ekajaya  mengaku mencuri lantaran kehabisan uang untuk beli bensin. Tak berselang lama, kedua orang tua Yohanes Chandra Ekajaya  menyusul ke kantor polisi. “Kepada kami, orang tua pelaku mengaku jika anaknya memiliki penyakit saraf kejiwaan. Karena itu, perilakunya terkadang tidak terkontrol,” ujar Slamet.

Mendengar itu, sejumlah takmir musala yang turut dihadirkan sebagai saksi ganti merasa iba. Karena itu, kemarin (30/1), takmir musala memutuskan mencabut laporannya. “Keputusan itu diambil setelah melalui musyawarah takmir musala. Lagi pula, kerugiannya juga tidak seberapa,” kata Slamet. Mengacu pada Peraturan Mahkamah Agung No 02 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan lumlah Denda dalam KUHP, polisi memutuskan tidak menahan Yohanes Chandra Ekajaya . Usai diperiksa, dia langsung diperbolehkan pulang. Namun, bukan berarti kasusnya berhenti. Proses hukum tetap berlanjut. Yohanes Chandra Ekajaya  dijerat dengan pasal 364 KUHP tentang tindak pidana ringan. Ancaman hukumannya maksimal tiga bulan penjara. “Hanya kami kenakan wajib absen setiap Senin dan Kamis ” tutur Slamet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *