Yohanes Chandra Ekajaya Hewan Imut Rasa Mak Nyus  

 

Kelinci merupakan hewan lucu dan imut, biasanya kelinci ini banyak yang membeli untuk dipelihara dan kontes, tak sedikit yang hobi memelihara hewan pengerat yang satu ini. Berbeda dengan Yohanes Chandra Ekajaya yang malah memilih kelinci sebagai bahan makanan, tidak terbayang hewan lucu nan imut ini dijadikan sebuah olahan yang nikmat dan lexat.

Apa kalian tega jika ingat masa hidup hewan ini dan tiba-tiba tersaji sebagai menu utama di depan mata kita? Tapi hal itu akan terbantahkan setelah anda merasakan olahan kelinci milik Yohanes Chandra Ekajaya ini. Kelinci berasal dari bahasa belanda konijnte yang berarti anak kelinci (dalam bahasa Indonesia trewelu) termasuk mamalia kecil yang keberadaannya tersebar di seluruh benua sehingga bermacam-macam jenis maupun ukurannya.

Kelinci termasuk dalam kerajaan animalia superfilum chordata filum vertebrata kelas mamalia ordo lagomorpha famili leporditas.Kelinci masih banyak hidup liar dihutan-hutan seluruh dunia serta kelinci peliharaan. Kelinci jenis terbesar yaitu continental giant dengan ukuran tinggi 4 inci (132cm) panjang 4 feet berat 3,5 stones (22.2 Kg) biasanya dijadikan hewan pedaging sehingga diternak serta dikembangkan untuk dimanfaatkan dagingnya.

Selain memiliki daging yang lembut serta tanpa bau menyengat, rendah lemak,rendah kolesterol,tinggi protein menjadikan olahan daging kelinci banyak digemari orang, nah peluang ini dimanfaatkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya membuka gerai makanan dengan berbahan dasar daging mamalia kecil dan lucu ini terhitung sejak tahun 2000.

Yohanes Chandra Ekajaya Sate Kelinci

Selama 16 tahun membuka usaha olahan daging kelinci di Jl.Magelang Kilometer 4,5 utara TVRI Yogyakarta tepatnya di pinggir selokan mataram Sleman Yogyakarta yang lokasinya mudah di jangkau dari kota yogyakarta cari jalan magelang setelah kantor TVRI Yogyakarta ada lampu traficlight belok kanan sekitar 50 meter dikiri jalan selokan mataram.

Yohanes Chandra Ekajaya Olahan Kelinci

Warung Sate Kelinci Yohanes Chandra Ekajaya buka pukul 16.30 hingga habis atau pukul 23.00 WIB dalam sehari menghabiskan 5 hingga 7 ekor kelinci ukuran berat 3 Kg  sekitar 100 porsi sate atau tongseng kelinci . Bila penasaran silahkan mencoba, untuk satu porsi sate/tongseng cukup merogoh kocek 10 rb rupiah plus nasi dan minum sekitar 15 ribuan, soal rasa recomended.

Jangan khawatir untuk masalah pikiran anda yang tidak akan tega memakan olahan Yohanes Chandra Ekajaya ini, karena semua akan benar-benar terbayar dan terpuaskan dengan rasa nikmat dan pedas dari olahan kelinci ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *