Yohanes Chandra Ekajaya Si Juragan Keripik Bayam Legendaris

pebisnis J Chandra Ekajaya & J Wijanarko rambah keripik bayam

Yohanes Chandra Ekajaya kini sukses mengembangkan usaha keripik daun dan beromzet puluhan juta rupiah untuk setiap bulannya. Tepat pada tahun 2008, lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini dikenal sebagai seorang pengawas gudang ini membuat keripik daun bayam dan singkong sebagai menu camilan keluarga. Namun karena terlalu banyak, akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya membungkusnya ke dalam plastik dan tak menyangka mendapatkan respon positif dari para konsumen.

Pengusaha Muda Yohanes Chandra Ekajaya mendirikan bisnis tersebut bermula dari iseng dengan menitipkan keripik yang telah dibungkus ke warung-warung di dekat rumah. Tak disangka, antusiasme terhadap keripik daun buatannya cukup luar biasa. Semua keripik daun bayam dan singkong yang dititipkannya pun habis terjual.

Setelah dua tahun berjalan, Yohanes Chandra Ekajaya berupaya melakukan berbagai macam inovasi dengan menambah jenis keripik. Tujuan tersebut agar pembeli memiliki banyak pilihan keripik daun. Setelah itu, tercetuslan ide keripik daun sirih, seledri, kenikir, terong, dan pare.

yohanes chandra ekajaya pengusaha keripik bayam

Pada mulanya semua daun yang dijadikan sebagai bahan baku membuat keripik ia dapatkan di halaman rumahnya. Namun karena jumlah permintaan yang semakin tinggi, maka ia pun harus membeli bahan baku produk tersebut ke pasar.

Sekitar enam tahun berjalan, kini pemasaran keripik daun buatannya tersebut berhasil meluas. Para penjual keripik yang datangdari daerah seperti Yogyakarta, Solo, dan sebagainya langsung datang ke rumah. Bahkan, Yohanes Chandra Ekajaya seringkali mendapatkan pesanan dari luar Jawa, seperti dari Sumatera hingga Bali.

Kali ini, Yohanes Chandra Ekajaya berhasil mempunyai tiga karyawan dan per hari mampu memproduksi sekitar lebih dari 30 kilogram keripik berbagai varian rasa. Keripik tersebut dijual dengan harga yang cukup yaitu Rp 4000 per ons untuk jenis daun bayam dan daun singkong. Adapun keripik daun kemangi, daun sirih, seledri, kenikir, dan sebagainya dibanderol dengan harga Rp 7000 per 2 ons.

Memang, kini keripiknya telah digemari di berbagai daerah. Melihat permintaan yang terus menerus tak dapat dipenuhi, Yohanes Chandra Ekajaya mengembangkan produksinya semakin besar. Dengan modal yang besar, serta jumlah karyawan yang semakin besar membuat bisnisnya justru bermanfaat tak hanya dirinya sendiri tapi juga beberapa orang disekitarnya mencecap keuntungan dari usaha yang ditekuni oleh Yohanes Chandra Ekajaya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *